Ketua Pengcab IMI Bogor Bangga: Ziven Rozul, Si ‘Wonder Kid’ yang Menari di Atas Aspal Subang

Literasirakyat.com – Pagi itu langit Subang tak terlalu terik. Udara masih lembap sisa hujan semalam.

Tapi di balik langit yang teduh, dada seorang pemuda bergemuruh oleh hasrat.

Namanya Ziven Rozul—remaja asal Citeureup, Kabupaten Bogor, yang dalam usia belianya sudah lebih dari sekali menggetarkan lintasan balap nasional.

 

Hari itu, Kamis di pertengahan Juli, ia berdiri di grid start nomor dua. Mesin motornya meraung, kencang dan buas, namun sorot matanya lebih tajam dari suara knalpot.

Ini bukan sekadar lomba—ini adalah panggung yang telah ia bayangkan berkali-kali dalam doa dan latihan panjang.

Ziven tak banyak bicara. Ketika lampu start padam, tangannya memutar gas seolah sedang membuka pintu menuju takdir.

Ia melesat. Meninggalkan jejak karet ban di aspal Sirkuit Gery Mang, Subang. Melibas satu per satu lap, seperti membaca puisi tentang kecepatan dan keyakinan.

 

Di belakangnya, nama-nama besar seperti Reykat, Nicky Hayden, Celsi Melandri, hingga Deksa Helmer berusaha menempel.

Tapi Ziven seperti memiliki jalurnya sendiri. Seolah sirkuit itu dibangun dari impiannya sejak kecil.

Dua puluh lap pun selesai. Garis finis ia lewati, bukan dengan teriakan kemenangan, tapi dengan anggukan syukur.

Ia turun dari motor, membuka helmnya. Senyumnya mengembang seperti matahari yang baru naik. “Alhamdulillah,” katanya pelan, “tidak ada kendala. Semoga race berikutnya bisa juara lagi.”

 

Di pinggir lintasan, Aan Triana Al Muharom, Ketua IMI Kabupaten Bogor, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya.

Ia tahu betul, di balik jaket balap dan helm hitam itu, ada anak muda yang bukan hanya cepat, tapi juga rendah hati dan gigih.

Ziven adalah harapan kita. Dengan kemampuan seperti ini, saya yakin dia bisa membawa pulang emas untuk Kabupaten Bogor di Porprov 2026 nanti,” ucap Aan, matanya berkaca-kaca.

Hari mulai sore. Sirkuit perlahan sepi. Tapi nama Ziven Rozul masih menggema di antara aspal dan angin.

Bukan hanya karena ia menang, tapi karena ia telah membuktikan satu hal: bahwa mimpi, jika dikejar dengan semangat dan keyakinan, bisa menyalip segalanya bahkan waktu.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *