Literasirakyat.com – Sabtu siang itu, Satu demi satu pemuda datang dengan langkah pasti, raut wajah mereka menyiratkan semangat yang tak main-main.
Di dalam aula yang sederhana namun penuh makna, suara-suara masa depan mulai bergema.
DPD KNPI Kabupaten Bogor menggelar Pelatihan Leadership 5.0 bertajuk “Kepemimpinan Pemuda di Tengah Transformasi Wilayah” — bukan sekadar pelatihan biasa, tapi sebuah gerakan sunyi yang menggelorakan harapan baru bagi generasi muda Kecamatan Tenjo.
Hari itu, 26 Juli 2025, bukan hanya tentang pertemuan organisasi. Ia adalah titik temu antara idealisme dan kenyataan, antara sejarah dan masa depan.
Ketua DPD KNPI Kabupaten Bogor, Wahyudi Chaniago, berdiri di tengah-tengah peserta dengan mata yang menyala, bukan karena sorotan lampu, tapi oleh keyakinan yang mendalam bahwa pemuda hari ini bukan hanya pewaris takdir, tapi pencipta sejarah.
“Anak-anak muda di Kecamatan Tenjo dapat membangun kepercayaan dengan pemerintah karena begitu banyak potensi yang menunggu untuk digali,” ucapnya.
Di barisan depan, seorang pemuda bernama Rizal mencatat kalimat itu dengan cepat. Ia tahu, ucapan itu bukan sekadar sambutan itu amanat.
Di belakangnya, rekan-rekan sesama peserta mengangguk. Ada sesuatu yang tumbuh di ruang itu: kesadaran kolektif.
Wahyudi tak berhenti pada retorika. Ia mengajak pemuda “Jadilah agen perubahan. Jangan hanya menonton transformasi wilayah ini. Ambillah peran. Buat jejak.”
Namun, di balik dorongan modernitas, ada peringatan lembut yang mengakar:
“Jangan sampai pemuda Tenjo kehilangan jati dirinya. Kultur lokal adalah kekuatan kita. Di situlah akar yang membuat kita tidak tercerabut meski diterpa arus global.”
Dalam pelatihan itu, istilah Leadership 5.0 tak hanya menjadi jargon. Ia menjadi jalan mengarahkan pemuda untuk mampu beradaptasi, berpikir strategis, dan bertindak dengan nurani.
Ini bukan tentang menjadi pemimpin yang sekadar tampil di panggung, tapi yang mengakar di masyarakat, yang memahami tradisi, sekaligus menatap masa depan dengan berani.
Pelatihan ini dirancang sebagai ruang edukasi dan refleksi. Ketua Pokja, Ketua PK KNPI Tenjo, serta jajaran pengurus DPD turut hadir, memberi warna dan kedalaman pada diskusi yang berlangsung.
Dalam suasana hangat dan inklusif, semua suara dihargai sebuah simulasi kepemimpinan ideal yang akan mereka bawa ke dunia nyata.
Di penghujung kegiatan, matahari mulai condong ke barat, namun sinar semangat di mata para peserta justru memuncak.
Tak ada yang pulang dengan tangan kosong. Mereka membawa lebih dari sekadar sertifikat: mereka membawa tanggung jawab, visi, dan harapan.
KNPI Kabupaten Bogor melalui kegiatan ini seakan berkata: masa depan tak akan datang dengan sendirinya. Ia harus dijemput.
Dan yang menjemputnya—adalah pemuda yang tak takut berubah, namun tak pernah lupa dari mana ia berasal.
Tenjo mungkin hanyalah satu titik di peta, tetapi hari itu, ia menjadi pusat pergerakan kecil yang bisa menginspirasi perubahan besar.***