Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Sapa Warga di Sibeureum, Dr. Usep Nukliri: Politik Harus Kembali pada Kemanusiaan

Sapa Warga di Sibeureum, Dr. Usep Nukliri: Politik Harus Kembali pada Kemanusiaan

  • account_circle Bima
  • calendar_month Minggu, 13 Sep 2026
  • visibility 24
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Literasirakyat.com — Kampung Sibeureum, Desa Kalong 2, Kabupaten Bogor, menjadi ruang perjumpaan antara wakil rakyat dan masyarakat.

Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Dr. Usep Nukliri, hadir dalam kegiatan Sapa Warga.

Bukan sekadar datang dan menyapa, tetapi membuka ruang untuk mendengar cerita, melihat realitas kehidupan masyarakat, serta memahami berbagai persoalan dari dekat.

 

Sapa Warga di Sibeureum, Dr. Usep Nukliri: Politik Harus Kembali pada Kemanusiaan

Bagi Usep, turun langsung menemui warga merupakan bagian penting dari amanah sebagai wakil rakyat.

Sebab, politik tidak seharusnya membuat seseorang berjarak dengan masyarakat yang diwakilinya.

Ia pun mengingat pesan mantan Presiden RI, Abdurrahman Wahid (Gus Dur): “Yang lebih penting dari politik adalah kemanusiaan.”

Sapa Warga di Sibeureum, Dr. Usep Nukliri: Politik Harus Kembali pada Kemanusiaan

“Mengutip hal itu, saya rasa ketika kita duduk di kursi kekuasaan politik sebagai anggota DPRD, maka kita harus lebih mengedepankan kemanusiaan,” ungkap Dr. Usep Nukliri. Jumat, (11/09/2026).

Pernyataan itu menjadi refleksi bahwa kursi politik bukan semata-mata tempat memperoleh kewenangan, melainkan ruang untuk menjalankan tanggung jawab dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Di Kampung Sibeureum, politik kemudian menemukan wajahnya yang paling sederhana: datang, duduk bersama warga, mendengar, dan memahami.

Sapa Warga di Sibeureum, Dr. Usep Nukliri: Politik Harus Kembali pada Kemanusiaan

Sebab pada akhirnya, pembangunan bukan hanya tentang program, angka, maupun kebijakan. Di balik semuanya ada manusia yang berharap kehidupan menjadi lebih baik.

Dan ketika kekuasaan masih mau turun menyapa rakyat, di sanalah politik menemukan kembali makna kemanusiaannya.***

  • Penulis: Bima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPP GERMASNU Konsolidasi Internal untuk Pelantikan

    DPP GERMASNU Konsolidasi Internal untuk Pelantikan

    • calendar_month Sabtu, 13 Sep 2025
    • account_circle Heru Blx_sky
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com – Jakarta – Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Remaja Masjid Nusantara (DPP GERMASNU) tengah melakukan konsolidasi internal di berbagai wilayah dalam rangka persiapan pelantikan kepengurusan masa khidmat 2025–2030 yang direncanakan berlangsung pada bulan November mendatang. Ketua Umum GERMASNU, Dariel Putra Hidayat, menegaskan bahwa langkah konsolidasi ini penting untuk memperkuat barisan dan menyatukan visi gerakan. “Kami […]

  • Bersama Diskominfo Dr. H. Usep Nukliri Dorong Penguatan Literasi Digital Masyarakat Kabupaten Bogor

    Bersama Diskominfo Dr. H. Usep Nukliri Dorong Penguatan Literasi Digital Masyarakat Kabupaten Bogor

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • account_circle Bima
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com – Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Dr. H. Usep Nukliri, tampil sebagai narasumber utama dalam Pelatihan Literasi Digital yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo). Dalam pemaparannya, Dr. Usep menekankan bahwa literasi digital adalah kunci menghadapi percepatan teknologi informasi yang kini menyentuh seluruh aspek kehidupan. Ia menegaskan pentingnya kemampuan masyarakat dalam menggunakan ruang digital secara […]

  • Budayawan Bukan Sekadar Berkain Tradisi, Sejarawan Bukan Sekadar Penghafal Masa Lalu

    Budayawan Bukan Sekadar Berkain Tradisi, Sejarawan Bukan Sekadar Penghafal Masa Lalu

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle Bima
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com – Barangkali yang paling menakutkan dari sebuah peradaban bukanlah ketika bangunan-bangunan tuanya runtuh, melainkan ketika makna yang membangunnya ikut terkubur bersama puing-puing zaman. Hari ini kita hidup di masa ketika simbol lebih dihormati daripada nilai. Ketika penampilan lebih dipercaya daripada pemahaman. Ketika seseorang dianggap budayawan hanya karena pandai mengenakan pakaian adat, fasih melafalkan istilah […]

  • Lebih Dari Satu Dekade Jalan Lingkungan di Kampung Sukajadi Tidak Pernah Tersentuh Pembangunan, Warga: Kami Juga Bayar Pajak.

    Lebih Dari Satu Dekade Jalan Lingkungan di Kampung Sukajadi Tidak Pernah Tersentuh Pembangunan, Warga: Kami Juga Bayar Pajak.

    • calendar_month Selasa, 30 Sep 2025
    • account_circle Heru Blx_sky
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com-Rancabungur-Keluahan warga terkait tidak adanya sentuhan pembangunan jalan Lingkungan di Kampung Sukajadi, RT 004/002, Desa Mekarsari, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, kini telah jadi sorotan, pasalnya jalan tersebut memang tidak pernah tersentuh sama sekali oleh pemerintah Desa, selama belasan tahun, senin 29 September 2025.   ‎Bukan tanpa sebab, warga mengeluh karna memang jalan yang dijadikan akses […]

  • Rayakan HUT Pertama BARRA, Anggota DPRD Kabupaten Bogor Sugara Gelar Sunatan Massal

    Rayakan HUT Pertama BARRA, Anggota DPRD Kabupaten Bogor Sugara Gelar Sunatan Massal

    • calendar_month Minggu, 28 Des 2025
    • account_circle Heru Blx_sky
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Lirasirakyat.com – BOGOR – Barisan Relawan Sugara (BARRA) memperingati hari jadinya yang pertama dengan menggelar berbagai aksi sosial bagi masyarakat. Salah satu agenda utamanya adalah khitanan massal modern yang dilaksanakan di Posko Kang Sugara, Kampung Hulurawa RT 02/05, Desa Bantarsari, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, Minggu (28/12). Kegiatan sosial tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Puluhan […]

  • Bicara Sumpah Pemuda: Saatnya Bersumpah Ulang!

    Bicara Sumpah Pemuda: Saatnya Bersumpah Ulang!

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • account_circle Bima
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com – Mari jujur. Tiap 28 Oktober kita ramai-ramai berteriak, “Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa!” — tapi begitu upacara selesai, sumpah itu ikut dikubur di bawah karpet merah. Ya, Sumpah Pemuda lahir tahun 1928, 97 tahun lalu. Sebuah kongres yang melahirkan tiga kalimat yang mengguncang zaman. Tapi kini, yang tersisa hanya gema tanpa makna. […]

expand_less