Sapa Warga di Sibeureum, Dr. Usep Nukliri: Politik Harus Kembali pada Kemanusiaan
- account_circle Bima
- calendar_month 11 jam yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

Sapa Warga di Sibeureum, Dr. Usep Nukliri: Politik Harus Kembali pada Kemanusiaan
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Literasirakyat.com — Kampung Sibeureum, Desa Kalong 2, Kabupaten Bogor, menjadi ruang perjumpaan antara wakil rakyat dan masyarakat.
Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Dr. Usep Nukliri, hadir dalam kegiatan Sapa Warga.
Bukan sekadar datang dan menyapa, tetapi membuka ruang untuk mendengar cerita, melihat realitas kehidupan masyarakat, serta memahami berbagai persoalan dari dekat.

Sapa Warga di Sibeureum, Dr. Usep Nukliri: Politik Harus Kembali pada Kemanusiaan
Bagi Usep, turun langsung menemui warga merupakan bagian penting dari amanah sebagai wakil rakyat.
Sebab, politik tidak seharusnya membuat seseorang berjarak dengan masyarakat yang diwakilinya.
Ia pun mengingat pesan mantan Presiden RI, Abdurrahman Wahid (Gus Dur): “Yang lebih penting dari politik adalah kemanusiaan.”

Sapa Warga di Sibeureum, Dr. Usep Nukliri: Politik Harus Kembali pada Kemanusiaan
“Mengutip hal itu, saya rasa ketika kita duduk di kursi kekuasaan politik sebagai anggota DPRD, maka kita harus lebih mengedepankan kemanusiaan,” ungkap Dr. Usep Nukliri. Jumat, (11/09/2026).
Pernyataan itu menjadi refleksi bahwa kursi politik bukan semata-mata tempat memperoleh kewenangan, melainkan ruang untuk menjalankan tanggung jawab dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Di Kampung Sibeureum, politik kemudian menemukan wajahnya yang paling sederhana: datang, duduk bersama warga, mendengar, dan memahami.

Sapa Warga di Sibeureum, Dr. Usep Nukliri: Politik Harus Kembali pada Kemanusiaan
Sebab pada akhirnya, pembangunan bukan hanya tentang program, angka, maupun kebijakan. Di balik semuanya ada manusia yang berharap kehidupan menjadi lebih baik.
Dan ketika kekuasaan masih mau turun menyapa rakyat, di sanalah politik menemukan kembali makna kemanusiaannya.***
- Penulis: Bima

Saat ini belum ada komentar