Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Bukan di Gedung DPRD, Dr. Usep Nukliri Justru Menemukan Makna Jabatan di Tengah Warga

Bukan di Gedung DPRD, Dr. Usep Nukliri Justru Menemukan Makna Jabatan di Tengah Warga

  • account_circle Bima
  • calendar_month 0 menit yang lalu
  • visibility 1
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Literasirakyat.com — Jumat, 4 September 2026, matahari terasa cerah. Namun bagi sebagian warga di Kampung Kebon Kalapa, Desa Sukaraksa, Kecamatan Cigudeg, keceriaan hari itu bukan sekadar tentang cuaca.

Ada langkah kaki yang kembali menyapa dari rumah ke rumah. Bukan dengan baliho, bukan pula dengan janji-janji politik, melainkan dengan kepedulian.

Adalah Dr. Usep Nukliri, Anggota DPRD Kabupaten Bogor, yang kembali turun langsung menyapa warga dalam kegiatan Jumat Berkah.

Bukan di Gedung DPRD, Dr. Usep Nukliri Justru Menemukan Makna Jabatan di Tengah Warga

Seperti yang dilakukannya secara konsisten, ia memilih mendatangi mereka yang kerap luput dari sorotan: para lanjut usia dan masyarakat kurang mampu.

Di tengah kesibukannya sebagai wakil rakyat, Usep seolah ingin mengingatkan bahwa jabatan politik memiliki makna ketika pemiliknya tidak berjarak dengan masyarakat.

Langkahnya menuju Kampung Kebon Kalapa bukan sekadar kunjungan. Ada pesan sederhana yang ingin disampaikan oleh Dr. Usep Nukliri bahwa menjadi wakil rakyat bukan hanya tentang duduk di ruang sidang, menyampaikan aspirasi, atau membahas kebijakan.

“Lebih dari itu, ada tanggung jawab moral untuk tetap melihat, mendengar, dan merasakan kehidupan masyarakat secara langsung.” terang Dr. Usep Nukliri.

Sejak muda, Usep dikenal sebagai seorang aktivis. Dunia aktivisme telah membentuk cara pandangnya bahwa perubahan tidak selalu lahir dari gedung-gedung besar.

Terkadang, perubahan justru dimulai dari keberanian mengetuk pintu rumah warga, duduk bersama mereka, mendengarkan cerita, dan hadir ketika mereka membutuhkan.

Di Kampung Kebon Kalapa, nilai itu kembali terlihat. Para lansia dan warga kurang mampu yang ditemuinya bukan sekadar penerima bantuan. Mereka adalah bagian dari wajah masyarakat yang harus tetap dihormati dan diperhatikan.

Sebab kemiskinan tidak pernah menghilangkan martabat seseorang. Usia senja juga tidak pernah menghapus hak seseorang untuk mendapatkan perhatian dan penghormatan. Di sinilah Jumat Berkah menemukan makna yang lebih dalam.

Bantuan mungkin hanya mampu memenuhi kebutuhan untuk beberapa waktu. Tetapi perhatian, sapaan, dan kepedulian dapat meninggalkan sesuatu yang jauh lebih panjang: perasaan bahwa mereka tidak berjalan sendirian.

Bagi seorang politisi, mungkin mudah berbicara tentang kesejahteraan rakyat di atas podium. Namun, ada ukuran lain yang jauh lebih sederhana yakni, seberapa sering ia hadir ketika tidak ada kamera, tidak ada panggung, dan tidak ada kepentingan elektoral yang harus dikejar.

Jumat Berkah Dr. Usep Nukliri menjadi pengingat bahwa politik sejatinya bukan semata-mata tentang kekuasaan. Tapi politik adalah tentang manusia dan kemanusiaan nya.

“Tentang bagaimana sebuah jabatan digunakan untuk mendekatkan negara kepada rakyat. Tentang bagaimana kebijakan tidak berhenti sebagai angka dan dokumen, tetapi memiliki wajah: wajah seorang lansia, seorang ibu, seorang warga yang sedang berjuang memenuhi kebutuhan hidup.” tegar Dr. Usep Nukliri.

Dan mungkin, dari gang kecil di Kampung Kebon Kalapa, kita kembali belajar sebuah pelajaran sederhana. Yang lebih penting dari politik adalah kemanusiaan.

Karena ketika kekuasaan kehilangan rasa kemanusiaan, politik hanya akan menjadi perebutan posisi. Tetapi ketika politik dipandu oleh kepedulian, jabatan dapat berubah menjadi jalan pengabdian.

Jumat itu, Dr. Usep Nukliri kembali memilih jalan tersebut: turun, menyapa, mendengar, dan berbagi. Bukan karena rakyat harus selalu diberi. Melainkan karena mereka berhak untuk dihargai, diperhatikan, dan tidak dilupakan.***

  • Penulis: Bima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diduga Mengandung Unsur Hinaan, Bahasa Kasar Oknum Perangkat Desa Cimulang Picu Kegaduhan

    Diduga Mengandung Unsur Hinaan, Bahasa Kasar Oknum Perangkat Desa Cimulang Picu Kegaduhan

    • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
    • account_circle Heru Blx_sky
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com – BOGOR – 16 Desember 2025 – Unggahan status WhatsApp (WA) berisi teks dan voice note yang diduga mengandung bahasa kasar dan merendahkan martabat oleh salah satu perangkat Desa Cimulang, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, memicu kegaduhan di masyarakat. Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Adhibrata kini turun tangan mendampingi Ketua LPM dan Ketua RT setempat. ‎Kuasa […]

  • Pemuda Lintas Agama Bogor Kompak, Fun Game Jadi Ajang Persatuan

    Pemuda Lintas Agama Bogor Kompak, Fun Game Jadi Ajang Persatuan

    • calendar_month Minggu, 14 Sep 2025
    • account_circle Bima
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com – Semangat kebersamaan lintas agama di Kabupaten Bogor kembali terlihat dalam kegiatan Fun Game Pemuda Lintas Agama, yang diinisiasi oleh berbagai organisasi kepemudaan, mulai dari GP Ansor, Pemuda Muslimin Indonesia, Pemuda Muhammadiyah, Pemuda Katolik, Pemuda Buddha, Pemuda Konghucu, Pemuda Hindu, hingga unsur pemuda lintas iman lainnya. Meski dikemas dalam bentuk pertandingan olahraga, kegiatan ini […]

  • KKM UIB Hadirkan Cahaya Kecil di Jalan Jabal Rahmah Desa Tapos 1

    KKM UIB Hadirkan Cahaya Kecil di Jalan Jabal Rahmah Desa Tapos 1

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle Bima
    • visibility 7
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com – Malam perlahan menyelimuti Kampung Jabal Rahmah, Desa Tapos 1, Kabupaten Bogor. Di beberapa ruas jalan, penerangan yang terbatas membuat batas jalan dan arah lintasan tidak selalu terlihat jelas. Bagi warga yang setiap hari melintas, kondisi itu sudah menjadi pemandangan biasa. Namun, ketika malam semakin larut, jalan yang gelap tetap menyisakan kekhawatiran, terutama bagi […]

  • Wujud Bakti Sosial PT Sudamanik: Distribusikan 1.580 Paket Sembako di Tengah Tantangan Sektor Pertambangan

    Wujud Bakti Sosial PT Sudamanik: Distribusikan 1.580 Paket Sembako di Tengah Tantangan Sektor Pertambangan

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Heru Blx_sky
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com – ‎BOGOR – Menjelang momentum Bulan Suci Ramadhan 1447 H, PT Sudamanik kembali mengukuhkan komitmen sosialnya melalui penyaluran bantuan pangan bagi masyarakat di wilayah lingkar tambang. Perusahaan mendistribusikan ribuan paket sembako kepada warga Desa Rengasjajar, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, pada Sabtu (14/02/2026). Inisiatif ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) yang dirancang […]

  • Kopertais Wilayah II Jabar Lakukan Pembinaan Kinerja di Institut Agama Islam Bogor

    Kopertais Wilayah II Jabar Lakukan Pembinaan Kinerja di Institut Agama Islam Bogor

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • account_circle Bima
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com – Senin, 10 November 2025, Kopertais Wilayah II Jawa Barat melakukan pembinaan kinerja bagi dosen dan struktural Institut Agama Islam (IAI) Bogor. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Prof. Dr. Hj. Aan Hasanah, M.Ed, Wakil Ketua Kopertais Wilayah II Jabar. Dalam sambutannya, Prof. Aan mengapresiasi pesatnya perkembangan IAI Bogor yang di usia tiga tahun telah […]

  • Wacana Redenominasi Rupiah Kembali Menguat, Kemenkeu Siapkan RUU Penghapusan Tiga Nol

    Wacana Redenominasi Rupiah Kembali Menguat, Kemenkeu Siapkan RUU Penghapusan Tiga Nol

    • calendar_month Minggu, 9 Nov 2025
    • account_circle Heru Blx_sky
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com – Jakarta, 9 November 2025 – Rencana penyederhanaan nilai mata uang Rupiah atau yang dikenal dengan istilah redenominasi kembali menjadi agenda strategis nasional. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) secara resmi memasukkan rencana penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Redenominasi Rupiah ke dalam Rencana Strategis (Renstra) 2025–2029. Kebijakan ini bertujuan untuk menghilangkan tiga angka nol (misalnya, Rp10.000 menjadi Rp10), […]

expand_less