Jumat Berkah Dr. Usep Nukliri: Mengetuk Pintu, Menyapa Lansia, Menguatkan Warga di Pelosok Nanggung
- account_circle Bima
- calendar_month 0 menit yang lalu
- visibility 1
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Literasirakyat.com – Jumat, 28 Agustus 2026, suasana di Kampung Pasir Ahad, Desa Parakanmuncang, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, terasa berbeda.
Bukan karena sebuah seremoni besar. Tidak ada panggung megah atau deretan kursi kehormatan. Yang terlihat justru langkah kaki seorang anggota DPRD Kabupaten Bogor, Dr. Usep Nukliri, menyusuri rumah-rumah warga.
“Hari itu, ia memilih blusukan dalam kegiatan Jumat Berkah.”

Dari pintu ke pintu, Usep mengetuk rumah warga yang selama ini mungkin jarang tersentuh perhatian. Ia menyapa para lanjut usia, warga miskin, dan mereka yang sudah renta serta hidup dalam keterbatasan.
“Satu pintu diketuk. Salam disampaikan. Sapaan hangat diberikan.
Di balik pintu-pintu sederhana itu, ada kisah kehidupan yang tidak selalu terlihat dari jalan raya. Ada lansia yang menjalani hari dengan keterbatasan, ada keluarga yang harus bertahan dengan kondisi ekonomi seadanya, dan ada warga jompo yang membutuhkan lebih dari sekadar bantuan, mereka membutuhkan seseorang yang datang dan mengatakan bahwa mereka tidak dilupakan.

Jumat Berkah Dr. Usep Nukliri: Mengetuk Pintu, Menyapa Lansia, Menguatkan Warga di Pelosok Nanggung
Dr. Usep Nukliri memilih hadir di sana. Jumat Berkah baginya bukan sekadar membagikan bantuan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk melihat langsung kehidupan warga dari jarak paling dekat.
Ia mendatangi mereka, mendengar, menyapa, dan memastikan bahwa perhatian tidak berhenti di balik meja kantor atau ruang rapat dewan.
Langkah sederhana itu membawa pesan yang kuat, bukan politik, tapi pelayanan kepada masyarakat seharusnya memiliki wajah manusia.

Sebab bagi warga yang didatangi, ketukan di pintu mungkin terdengar sederhana. Namun bagi mereka yang hidup dalam kesunyian dan keterbatasan, kehadiran seseorang yang datang menyapa bisa menjadi bentuk penghargaan yang begitu berarti.
Di Kampung Pasir Ahad, Jumat Berkah akhirnya bukan hanya tentang apa yang diberikan.
Ia tentang bagaimana seorang wakil rakyat memilih berjalan menuju rumah-rumah warga, menyentuh kehidupan mereka secara langsung, dan mengingatkan bahwa di tengah kesibukan pembangunan dan hiruk-pikuk politik, masih ada rakyat kecil yang ingin didengar dan tidak ingin dilupakan.

Hari itu, Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Dr. Usep tidak hanya mengetuk pintu rumah. Ia mengetuk pintu langit dengan kepedulian nyata.***
- Penulis: Bima

Saat ini belum ada komentar