KKM UIB Hadirkan Cahaya Kecil di Jalan Jabal Rahmah Desa Tapos 1
- account_circle Bima
- calendar_month 6 jam yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Literasirakyat.com – Malam perlahan menyelimuti Kampung Jabal Rahmah, Desa Tapos 1, Kabupaten Bogor. Di beberapa ruas jalan, penerangan yang terbatas membuat batas jalan dan arah lintasan tidak selalu terlihat jelas.
Bagi warga yang setiap hari melintas, kondisi itu sudah menjadi pemandangan biasa. Namun, ketika malam semakin larut, jalan yang gelap tetap menyisakan kekhawatiran, terutama bagi pengendara dan pejalan kaki.
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Bogor (UIB) Kelompok 16 memilih melakukan sesuatu yang sederhana.

Mereka memasang reflektor jalan.
Bersama perangkat desa dan masyarakat, para mahasiswa menentukan sejumlah titik yang membutuhkan penanda tambahan.
Reflektor dipasang agar batas dan arah jalan lebih mudah dikenali, terutama ketika cahaya lampu kendaraan menyentuh permukaannya.
Tidak ada peralatan mewah. Tidak ada pembangunan besar.
Hanya beberapa reflektor yang dipasang di titik-titik tertentu.
Namun, bagi warga, benda sederhana itu memiliki arti tersendiri.
Ketua KKM UIB Kelompok 16, M Faisal Rahmatullah mengatakan program tersebut merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap keselamatan dan kenyamanan masyarakat.

“Kami berharap pemasangan reflektor ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan keamanan dan kenyamanan saat melintasi jalan pada malam hari. Kami juga ingin meninggalkan program yang dapat terus dirasakan manfaatnya oleh warga setelah kegiatan KKM selesai,” ujarnya. Jumat, (28/8/2026).
Masyarakat Kampung Jabal Rahmah menyambut baik pemasangan reflektor tersebut. Kehadirannya dinilai membantu meningkatkan visibilitas di sejumlah ruas jalan yang minim penerangan.
Bagi para mahasiswa, kegiatan itu bukan sekadar menjalankan program kerja KKM. Ada pesan yang ingin mereka tinggalkan yakni pengabdian tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar.
Kadang, kepedulian tumbuh dari hal sederhana—melihat jalan yang gelap, mendengar keluhan warga, kemudian mencoba menghadirkan sedikit cahaya.
Kelak, ketika masa KKM berakhir dan para mahasiswa kembali ke kampus, reflektor-reflektor itu akan tetap berada di sana. Dan Diam.
Menunggu cahaya kendaraan datang, lalu memantulkannya kembali. Menjadi cahaya kecil yang membantu warga menemukan jalan pulang dengan lebih aman.***
- Penulis: Bima

Saat ini belum ada komentar