Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Dari Rahim Ratu Shima, Lahir Raja-Raja yang Membentuk Nusantara

Dari Rahim Ratu Shima, Lahir Raja-Raja yang Membentuk Nusantara

  • account_circle Bima
  • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
  • visibility 34
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Den Agung, Sejarawan kelahiran Cianjur Jawa-Barat

Literasirakyat.com – Ada nama-nama yang menggema di setiap lembar sejarah. Sanjaya, Tarusbawa, Sri Jayanasa.

Mereka dikenang sebagai pendiri kerajaan, penakluk wilayah, dan pemegang mahkota.

Namun, jauh sebelum nama-nama itu mengukir kejayaan, ada seorang perempuan yang diam-diam menenun takdir Nusantara.

Namanya Ratu Shima.

Senin, 29 Juni 2026, Kang Den Agung, pria kelahiran Cianjur, Jawa Barat, membawa para pencinta sejarah menyusuri lorong waktu yang nyaris terlupakan.

Bukan sekadar menceritakan seorang ratu, melainkan membuka simpul asal-usul yang menghubungkan kerajaan-kerajaan besar di Nusantara.

“Sejarah bukan hanya tentang siapa yang memegang pedang. Sejarah juga lahir dari siapa yang melahirkan para pewarisnya,” ucapnya perlahan. Minggu 28 Juni 2026.

Den Agung, Sejarawan kelahiran Cianjur Jawa-Barat

Bayangkan pesisir utara Jawa pada awal abad ketujuh. Angin laut berembus lembut di Keling, sebuah negeri yang kelak dikenal sebagai Kalingga.

Di sanalah, sekitar tahun 611 Masehi, seorang bayi perempuan membuka mata untuk pertama kalinya.

Tak ada yang mengetahui bahwa tangis pertamanya akan bergema hingga berabad-abad kemudian.

Shima tumbuh di lingkungan keluarga pendeta Hindu Siwa. Ia ditempa oleh ajaran tentang kebenaran, kejujuran, dan keteguhan.

Ketika dewasa, takdir membawanya bersanding dengan Pangeran Kartikeyasingha, pewaris Kerajaan Kalingga Selatan.

Dari pernikahan itu lahirlah dua anak. Bagi banyak orang, mereka hanyalah putra-putri kerajaan.

Namun bagi sejarah, merekalah awal dari sebuah silsilah yang kelak membentuk wajah Nusantara.

Darah Ratu Shima mengalir melalui Dewi Parwati, putrinya yang menikah dengan Sang Jalantara, pewaris Kerajaan Galuh. Dari rahim keturunan itu lahirlah Dewi Sannaha.

Lalu lahirlah seorang anak bernama Sanjaya.

Kelak, nama Sanjaya menjulang sebagai penyatu Galuh dan Sunda. Ia merebut kembali hak keluarganya, menyatukan dua kerajaan besar, lalu mendirikan Dinasti Sanjaya yang mengubah perjalanan sejarah Jawa.

Namun kisah itu ternyata belum selesai.

Di sebelah barat, Tarumanagara mewariskan darahnya kepada Kerajaan Sunda. Dari garis keluarga yang sama, hubungan itu menjalar hingga Sriwijaya melalui perkawinan politik para bangsawan.

Tanpa peperangan, tanpa penaklukan, ikatan darah telah lebih dahulu menyatukan Jawa dan Sumatra.

Seolah sejarah sedang menulis takdirnya sendiri.

Kang Den Agung berhenti sejenak sebelum melanjutkan kisahnya.

“Jika kerajaan-kerajaan besar adalah pohon raksasa, maka Ratu Shima adalah akar yang menghidupinya,” katanya.

Den Agung, Sejarawan kelahiran Cianjur Jawa-Barat

Kalimat itu membuat ruangan seakan sunyi.

Sebab selama ini, sejarah lebih sering mengingat mereka yang mengenakan mahkota, tetapi lupa pada perempuan yang melahirkan para pemilik mahkota itu.

Ratu Shima bukan sekadar ratu yang terkenal karena ketegasannya menjaga keadilan.

Ia adalah simpul yang menghubungkan Kalingga, Galuh, Sunda, Mataram, hingga Sriwijaya.

Ia adalah ibu yang darahnya mengalir dalam tubuh para raja.

Den Agung, Sejarawan kelahiran Cianjur Jawa-Barat

Ia adalah perempuan yang namanya mungkin tak selalu disebut pertama, tetapi jejaknya selalu hadir di setiap awal perjalanan dinasti-dinasti besar Nusantara.

Dan mungkin, di sanalah sejarah menemukan maknanya.

Bahwa peradaban tidak selalu lahir dari denting senjata.

Sering kali, ia bermula dari seorang perempuan yang melahirkan masa depan.

Senin, (29/6/2026), Oleh Ra Dien***

  • Penulis: Bima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemuda Lintas Agama Bogor Kompak, Fun Game Jadi Ajang Persatuan

    Pemuda Lintas Agama Bogor Kompak, Fun Game Jadi Ajang Persatuan

    • calendar_month Minggu, 14 Sep 2025
    • account_circle Bima
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com – Semangat kebersamaan lintas agama di Kabupaten Bogor kembali terlihat dalam kegiatan Fun Game Pemuda Lintas Agama, yang diinisiasi oleh berbagai organisasi kepemudaan, mulai dari GP Ansor, Pemuda Muslimin Indonesia, Pemuda Muhammadiyah, Pemuda Katolik, Pemuda Buddha, Pemuda Konghucu, Pemuda Hindu, hingga unsur pemuda lintas iman lainnya. Meski dikemas dalam bentuk pertandingan olahraga, kegiatan ini […]

  • Abdul Rohman Siap Mengabdi untuk Desa Cimulang, Untuk BPD Yang Lebih Transparansi

    Abdul Rohman Siap Mengabdi untuk Desa Cimulang, Untuk BPD Yang Lebih Transparansi

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
    • account_circle Heru _ Bulux
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com — Nama Abdul Rohman tercantum sebagai Bakal Calon Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Cimulang, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, untuk periode 2026–2034. Hal tersebut terlihat dalam materi publikasi pencalonan yang beredar dan ditujukan kepada masyarakat Desa Cimulang. Rabu 9/9/2026.   Dalam poster tersebut, Abdul Rohman mencantumkan pencalonan dari Keterwakilan Kadus 01, meliputi RW 01 dan RW […]

  • Ketika Hujan Menjatuhkan Tanggul, Warga dan Pemerintah Berdiri Bersama

    Ketika Hujan Menjatuhkan Tanggul, Warga dan Pemerintah Berdiri Bersama

    • calendar_month Selasa, 16 Sep 2025
    • account_circle Bima
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com – Pagi itu, Senin 15 September 2025, Kampung Muncang di Desa Sipak, Jasinga, dikejutkan suara deras air yang tak lagi jinak. Hujan semalaman mengguyur tanpa ampun, menekan dinding tanah yang selama ini menjadi penopang aliran Cidurian Sendung. Tanggul sepanjang lima meter itu akhirnya menyerah. Retak, runtuh, dan menjelma ancaman bagi sawah-sawah yang menggantungkan hidup […]

  • Estafet Kepemimpinan Pemuda Tenjo Berpindah, Guntur Nazar Maulana Siap “Melempar Bola Perubahan”

    Estafet Kepemimpinan Pemuda Tenjo Berpindah, Guntur Nazar Maulana Siap “Melempar Bola Perubahan”

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Bima
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Publikbogornews.com — Seperti seorang pitcher yang berdiri tegap di tengah lapangan, Musyawarah Kecamatan (Muscam) PK KNPI Kecamatan Tenjo menjadi momen penentuan arah permainan pemuda ke depan. Digelar pada Kamis, 8 Januari 2026, di Aula Kantor Kecamatan Tenjo, forum ini menjadi titik lemparan awal bagi kepemimpinan baru. Muscam berlangsung dinamis dan penuh energi, disaksikan langsung Ketua […]

  • Pemkab Bogor Rehabilitasi Irigasi Cidurian Sendung, Ratusan Hektar Sawah Teraliri

    Pemkab Bogor Rehabilitasi Irigasi Cidurian Sendung, Ratusan Hektar Sawah Teraliri

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
    • account_circle Bima
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com– Pemerintah Kabupaten Bogor melalui UPT Infrastruktur Irigasi Kelas A Wilayah V melakukan Peninjauan Lapangan Bersama (PLB) rehabilitasi jaringan Irigasi D.I. Cidurian Sendung di Kampung Sipak, Desa Sipak, Kecamatan Jasinga, Kamis (18/9/2025). Kegiatan ini dihadiri PPK bidang ISDA, penyedia jasa PT Primerindo Multi Karya, konsultan pengawas PT Catahi Ide Kreatif, tim teknis konstruksi, serta jajaran […]

  • Insiden Tabrakan Kereta di Bekasi Timur Mengakibatkan Gangguan Operasional dan Korban Luka-luka

    Insiden Tabrakan Kereta di Bekasi Timur Mengakibatkan Gangguan Operasional dan Korban Luka-luka

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Heru Blx_sky
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com – BEKASI, 27 April 2026 – Sebuah insiden kecelakaan lalu lintas kereta api terjadi di wilayah Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, pada Senin malam (27/4). Peristiwa yang melibatkan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line dan Kereta Api Jarak Jauh (KA JJ) Argo Bromo Anggrek ini mengakibatkan sejumlah penumpang mengalami luka-luka serta kerusakan pada sarana […]

expand_less