Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Literasi » Pelen dan Aktivisme Rasa Lenong: Heboh, Kosong, dan Minta Diperhatikan

Pelen dan Aktivisme Rasa Lenong: Heboh, Kosong, dan Minta Diperhatikan

  • account_circle Bima
  • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
  • visibility 72
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Literasirakyat.com — Di antara rapat-rapat serius, diskusi strategis, dan program pemberdayaan yang digarap para pemuda di bawah payung KNPI, ada satu fenomena yang tiba-tiba mencuri perhatian: Pelen.

Bukan nama organisasi, bukan pula gerakan baru—melainkan julukan satir bagi sekelompok pemuda yang lebih gemar tampil daripada bekerja.

Di tanah Sunda, pelen adalah sebutan untuk anak kerbau yang warnanya berbeda dari lainnya—biasanya lebih mencolok, tingkahnya pun paling heboh.

Di kampung, pelen dikenal suka jingkrak-jingkrak, membuat gaduh, tapi tak pernah benar-benar membantu petani.

Dan rupanya, istilah itu kini menemukan “rumah baru” di Bogor.

Didin Radien dari Jaringan Kebudayaan Rakyat Kabupaten Bogor tak bisa menyembunyikan senyum mirisnya ketika bicara soal fenomena Pemuda Lenong ini.

Baginya, kemunculan para “pelen-pelen” ini seperti panggung hiburan yang tak pernah diundang—tapi tiba-tiba sudah ada di tengah arena.

“Ini bukan aktivisme,” katanya pelan tapi tegas. “Ini hanya keramaian yang minta diperhatikan. Mereka ribut, tapi tak satu pun gagasan yang bisa dipakai masyarakat.”

Didin mengibaratkan gerakan ini seperti pertunjukan wayang tanpa naskah, ramai tepuk tangan, tapi tak tahu untuk apa.

Di saat banyak pemuda jungkir-balik mengolah program, turun ke lapangan, hingga mengorbankan waktu demi kontribusi nyata, kelompok ini tampil dengan gaya yang lebih megah daripada prestasinya.

“Gayanya aduhai, menggemaskan malah,” ucap Didin sambil tertawa kecil. “Tapi isinya tipis. Suaranya keras, tapi pijakannya tak jelas.”

Ia bahkan menyamakan mereka dengan lenong—seni pertunjukan rakyat yang memang riuh, lucu, dan penuh warna.

“Bedanya, lenong asli punya pesan moral,” lanjut Didin. “Sementara Pelen? Mereka hanya punya gimik.”

Namun di balik satir itu, Didin melihat sesuatu yang lebih dalam, kegelisahan generasi muda yang masih mencari tempat, masih mencari peran, masih belajar membedakan antara panggung dan perjuangan.

Hanya saja, ia mengingatkan bahwa kedewasaan pemuda tidak lahir dari tingkah wah-wahan yang kosong.

“Pemuda harusnya jadi motor perubahan,” tuturnya. “Bukan jadi tontonan yang bikin orang geleng-geleng kepala.”

Fenomena Pelen mungkin terdengar lucu bagi sebagian orang—bahkan jadi hiburan tersendiri.

Tetapi bagi gerakan pemuda yang sedang serius membangun masa depan, ia adalah pengingat tajam.

“Tidak semua yang berisik adalah gerakan, dan tidak semua yang ramai adalah perubahan.”

Kadang, kerbau yang paling banyak jingkrak justru yang paling sedikit membawa beban.***

  • Penulis: Bima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gegerkan Langit Cirebon: Bola Api dan Dentuman Keras Diduga Meteor Jatuh

    Gegerkan Langit Cirebon: Bola Api dan Dentuman Keras Diduga Meteor Jatuh

    • calendar_month Minggu, 5 Okt 2025
    • account_circle Heru Blx_sky
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Literasirskyat.com-Cirebon, Jawa Barat – Warga di sejumlah wilayah Kabupaten Cirebon dan sekitarnya digegerkan oleh sebuah fenomena langit yang langka dan mengejutkan pada Minggu malam, 5 Oktober 2025. Sekitar pukul 18.30 hingga 19.00 WIB, warga melaporkan melihat benda bercahaya terang atau bola api melintas sangat cepat di langit, yang kemudian disusul oleh suara dentuman keras yang […]

  • Tak Sekadar Evaluasi, PB Pemuda Muslimin Indonesia Tawarkan 10 Solusi untuk Perbaikan Tata Kelola Haji Nasional

    Tak Sekadar Evaluasi, PB Pemuda Muslimin Indonesia Tawarkan 10 Solusi untuk Perbaikan Tata Kelola Haji Nasional

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle Bima
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com – Upaya peningkatan kualitas penyelenggaraan ibadah haji terus menjadi perhatian berbagai elemen masyarakat. Sebagai bentuk kontribusi pemikiran bagi perbaikan layanan publik, Pimpinan Besar Pemuda Muslimin Indonesia secara resmi menyerahkan dokumen Pernyataan Sikap dan Rekomendasi Kebijakan Penguatan Tata Kelola Penyelenggaraan Ibadah Haji Nasional kepada Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia, Senin (22/6/2026). Dokumen tersebut memuat […]

  • Menggugat Arah Pendidikan: IAIB Hidupkan Kembali Gagasan Lama yang Terlupakan

    Menggugat Arah Pendidikan: IAIB Hidupkan Kembali Gagasan Lama yang Terlupakan

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle Bima
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com – Selasa, 7 April 2026, Institut Agama Islam Bogor menggelar seminar bertajuk Reaktualisasi Moeslim National Onderwijs di aula terbuka kampusnya. Di tengah riuh jargon pendidikan modern, forum ini justru mengangkat kembali gagasan lama—yang terasa semakin relevan hari ini. Hadir sebagai pembicara, N. Syamsuddin CH Haesy, Agustian, serta Agustanzil Sjahroezah. Sementara itu, Rektor IAIB Usep […]

  • KPK Geledah UKPBJ dan Bapenda Bogor, Tiga Nama Mulai Disorot

    KPK Geledah UKPBJ dan Bapenda Bogor, Tiga Nama Mulai Disorot

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • account_circle Bima
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai bergerak menindaklanjuti Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) umum terkait dugaan perkara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor. Sejumlah kantor di kompleks Pemkab Bogor digeledah pada Kamis (27/8), membuat perhatian publik tertuju pada pengadaan barang dan jasa serta persoalan upah pungut. Setidaknya lima kendaraan tim KPK terlihat memasuki kompleks Pemkab Bogor. […]

  • Dr. Usep Nukliri Buka Pembinaan Politik Ormas Kabupaten Bogor 2026

    Dr. Usep Nukliri Buka Pembinaan Politik Ormas Kabupaten Bogor 2026

    • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
    • account_circle Bima
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com – Penguatan peran organisasi kemasyarakatan (ormas) dalam kehidupan demokrasi menjadi perhatian dalam Kegiatan Pembinaan Politik bagi Ormas Tingkat Kabupaten Bogor Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bogor di New Ayuda Hotel. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 1–2 September 2026, tersebut dibuka oleh Dr. Usep Nukliri, Anggota DPRD […]

  • Antara Dana Bantuan dan Harapan Hidup: Warga Cigudeg Menanti Tambang Kembali Beroperasi

    Antara Dana Bantuan dan Harapan Hidup: Warga Cigudeg Menanti Tambang Kembali Beroperasi

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Heru Blx_sky
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com – BOGOR – Suasana di kantor Desa Rengasjajar, Kecamatan Cigudeg, mendadak riuh pada Kamis (22/1). Ratusan warga tampak mengantre dengan tertib, menanti giliran untuk menerima dana kompensasi atas kebijakan penutupan sementara aktivitas pertambangan di wilayah Bogor Barat. Bagi 1.803 Kepala Keluarga (KK) di desa tersebut, dana ini bukan sekadar bantuan sosial, melainkan “napas buatan” […]

expand_less