Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Literasi » Pelen dan Aktivisme Rasa Lenong: Heboh, Kosong, dan Minta Diperhatikan

Pelen dan Aktivisme Rasa Lenong: Heboh, Kosong, dan Minta Diperhatikan

  • account_circle Bima
  • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
  • visibility 11
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Literasirakyat.com — Di antara rapat-rapat serius, diskusi strategis, dan program pemberdayaan yang digarap para pemuda di bawah payung KNPI, ada satu fenomena yang tiba-tiba mencuri perhatian: Pelen.

Bukan nama organisasi, bukan pula gerakan baru—melainkan julukan satir bagi sekelompok pemuda yang lebih gemar tampil daripada bekerja.

Di tanah Sunda, pelen adalah sebutan untuk anak kerbau yang warnanya berbeda dari lainnya—biasanya lebih mencolok, tingkahnya pun paling heboh.

Di kampung, pelen dikenal suka jingkrak-jingkrak, membuat gaduh, tapi tak pernah benar-benar membantu petani.

Dan rupanya, istilah itu kini menemukan “rumah baru” di Bogor.

Didin Radien dari Jaringan Kebudayaan Rakyat Kabupaten Bogor tak bisa menyembunyikan senyum mirisnya ketika bicara soal fenomena Pemuda Lenong ini.

Baginya, kemunculan para “pelen-pelen” ini seperti panggung hiburan yang tak pernah diundang—tapi tiba-tiba sudah ada di tengah arena.

“Ini bukan aktivisme,” katanya pelan tapi tegas. “Ini hanya keramaian yang minta diperhatikan. Mereka ribut, tapi tak satu pun gagasan yang bisa dipakai masyarakat.”

Didin mengibaratkan gerakan ini seperti pertunjukan wayang tanpa naskah, ramai tepuk tangan, tapi tak tahu untuk apa.

Di saat banyak pemuda jungkir-balik mengolah program, turun ke lapangan, hingga mengorbankan waktu demi kontribusi nyata, kelompok ini tampil dengan gaya yang lebih megah daripada prestasinya.

“Gayanya aduhai, menggemaskan malah,” ucap Didin sambil tertawa kecil. “Tapi isinya tipis. Suaranya keras, tapi pijakannya tak jelas.”

Ia bahkan menyamakan mereka dengan lenong—seni pertunjukan rakyat yang memang riuh, lucu, dan penuh warna.

“Bedanya, lenong asli punya pesan moral,” lanjut Didin. “Sementara Pelen? Mereka hanya punya gimik.”

Namun di balik satir itu, Didin melihat sesuatu yang lebih dalam, kegelisahan generasi muda yang masih mencari tempat, masih mencari peran, masih belajar membedakan antara panggung dan perjuangan.

Hanya saja, ia mengingatkan bahwa kedewasaan pemuda tidak lahir dari tingkah wah-wahan yang kosong.

“Pemuda harusnya jadi motor perubahan,” tuturnya. “Bukan jadi tontonan yang bikin orang geleng-geleng kepala.”

Fenomena Pelen mungkin terdengar lucu bagi sebagian orang—bahkan jadi hiburan tersendiri.

Tetapi bagi gerakan pemuda yang sedang serius membangun masa depan, ia adalah pengingat tajam.

“Tidak semua yang berisik adalah gerakan, dan tidak semua yang ramai adalah perubahan.”

Kadang, kerbau yang paling banyak jingkrak justru yang paling sedikit membawa beban.***

  • Penulis: Bima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kepala Desa Cikuda Ditetapkan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Gratifikasi Jual Beli Tanah

    Kepala Desa Cikuda Ditetapkan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Gratifikasi Jual Beli Tanah

    • calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
    • account_circle Heru Blx_sky
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com-BOGOR – Kepala Desa (Kades) Cikuda, Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor, berinisial AS, resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi berupa gratifikasi terkait penertiban dokumen jual beli objek tanah di wilayahnya. Penetapan status tersangka ini dilakukan oleh Kepolisian Resor (Polres) Bogor setelah penyidik mengantongi minimal dua alat bukti yang sah. Keputusan ini tertuang […]

  • Di Tengah Kota Dipoles: di Pinggiran Harapan Tumbuh di Atas Jembatan Desa

    Di Tengah Kota Dipoles: di Pinggiran Harapan Tumbuh di Atas Jembatan Desa

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle Bima
    • visibility 7
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com — Di tengah wajah ibu kota Kabupaten Bogor yang terus dipercantik demi kenyamanan warga kota dan pekerja pemda, realitas berbeda justru terlihat di wilayah perbatasan. Di Kecamatan Nanggung, harapan ruang publik yang layak tumbuh bukan dari taman kota atau alun-alun representatif, melainkan dari keramaian sederhana di atas sebuah jembatan desa. Pemandangan itu nyata setiap […]

  • LSM Harimau Subang Desak Penertiban TKA, DPP Turut Perkuat Dukungan

    LSM Harimau Subang Desak Penertiban TKA, DPP Turut Perkuat Dukungan

    • calendar_month Rabu, 17 Sep 2025
    • account_circle Heru Blx_sky
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com-Subang, 17 September 2025 – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) LSM Harimau Kabupaten Subang secara resmi menyampaikan Pernyataan Sikap dan Tuntutan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Subang. Penyampaian ini mendapat perhatian khusus dari Divisi Litbang DPP LSM Harimau yang menegaskan pentingnya pengawalan berbasis kajian dan riset terhadap persoalan investasi serta penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA) di daerah. […]

  • Banyaknya Keluhan Pemotongan Dana Bansos, Ketua Karang Taruna Angkat Bicara

    Banyaknya Keluhan Pemotongan Dana Bansos, Ketua Karang Taruna Angkat Bicara

    • calendar_month Sabtu, 13 Sep 2025
    • account_circle Heru Blx_sky
    • visibility 9
    • 0Komentar

      Literasirakyat.com-Mekarsari–Dugaan adanya pemotongan bantuan pangan non tunai (BPNT) di Desa Mekarsari, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, kini mendapat perhatian dari berbagai pihak. Ketua Karang Taruna Desa Mekarsari, Eka Gunawan, ikut angkat bicara setelah menerima sejumlah keluhan dari warga penerima manfaat.     “Memang betul, para KPM (Keluarga Penerima Manfaat) banyak yang mengeluhkan hal serupa kepada […]

  • Pohon Tumbang Timpa Angkot di Sukasari, Bogor Timur, Lalin Sempat Macet

    Pohon Tumbang Timpa Angkot di Sukasari, Bogor Timur, Lalin Sempat Macet

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle Heru Blx_sky
    • visibility 7
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com – BOGOR – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kota Bogor pada Senin (3/11/2025) sore menyebabkan sebuah pohon berukuran besar tumbang dan menimpa satu unit angkutan kota (angkot) di kawasan Jalan Pajajaran, Kelurahan Sukasari, Kecamatan Bogor Timur. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 14.30 WIB tersebut mengakibatkan angkot trayek 09 mengalami kerusakan parah di […]

  • Anggota DPRD Kabupaten Bogor Dr. Usep Nukliri Tinjau Ponpes Darul Ibtida yang Ludes Terbakar

    Anggota DPRD Kabupaten Bogor Dr. Usep Nukliri Tinjau Ponpes Darul Ibtida yang Ludes Terbakar

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • account_circle Bima
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com — Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Dr. Usep Nukliri, langsung turun ke lokasi usai kebakaran hebat melanda Pondok Pesantren Darul Ibtida di Kampung Blok Paris, Desa Parakanmuncang, Kecamatan Nanggung, pada Selasa (21/10/2025). Pesantren yang berdiri dengan material kayu dan bambu itu ludes dilalap api. Berdasarkan keterangan Kepala Desa Parakanmuncang, Mauludin, api cepat membesar dan sulit […]

expand_less