Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Polemik Program “Study Tour” SMPN 1 Rancabungur: Wali Murid dan Masyarakat Tuntut Evaluasi Atas Dugaan Intimidasi Terhadap Siswa

Polemik Program “Study Tour” SMPN 1 Rancabungur: Wali Murid dan Masyarakat Tuntut Evaluasi Atas Dugaan Intimidasi Terhadap Siswa

  • account_circle Heru Blx_sky
  • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
  • visibility 12
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Literasirakyat.com – Rancabungur, Rabu 13 Mei 2026 – Perselisihan terkait kegiatan study tour di SMP Negeri 01 Rancabungur kian mencuat. Peristiwa ini semakin menuai sorotan publik menyusul adanya dugaan tindakan intimidasi terhadap sejumlah siswa yang sebelumnya menyatakan keberatan mengikuti kegiatan tersebut. Hal ini dinilai semakin serius mengingat kegiatan serupa sejatinya telah dilarang oleh Gubernur Jawa Barat, Dedy Mulyadi.

Meskipun pihak sekolah melalui surat edaran yang diterbitkan oleh Komite Sekolah telah memutuskan pembatalan kegiatan, sejumlah siswa justru menyampaikan kesaksian bahwa adanya tekanan dan ancaman yang sebelumnya mereka terima, khususnya bagi mereka yang bersikap menolak untuk berpartisipasi.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh sebelum berita ini beredar luas di ruang publik, pihak sekolah diduga melakukan tindakan menekan terhadap siswa yang mengajukan keberatan dengan alasan keterbatasan ekonomi keluarga.

“Jadi, kami sempat menolak untuk ikut karena biayanya terasa sangat berat bagi kondisi ekonomi keluarga. Kami diharuskan membayar sebesar Rp700.000 per orang. Namun, penolakan itu disikapi dengan tekanan; kami dibentak dan diancam. Konsekuensi yang disebutkan adalah kami akan diberi nilai buruk, bahkan diancam akan dikeluarkan dari sekolah,” ungkap salah satu siswa yang menjadi saksi peristiwa tersebut, Rabu 13 Mei 2026.

Kesaksian serupa disampaikan oleh siswa lainnya. “Memang benar terjadi seperti itu. Bahkan, saya dan beberapa teman yang lain sampai menangis karena tekanan yang kami terima. Tak hanya perempuan, siswa laki-laki pun ada yang menangis. Kami sangat khawatir nilai kami akan diturunkan hanya karena tidak ikut kegiatan itu. Kami ingat kasus teman kami yang dulu juga berhalangan karena alasan ekonomi; nilainya diturunkan secara drastis. Padahal sebelumnya teman kami itu murid berprestasi dan sudah banyak mengantongi piagam penghargaan dari berbagai perlombaan,” tambahnya.

Tim redaksi Literasirakyat.com telah berupaya mendatangi lokasi sekolah pada pukul 01:15 WIB usai jam pembelajaran untuk melakukan konfirmasi dan klarifikasi. Namun, hingga saat peninjauan, pihak terkait tidak dapat ditemui. Upaya konfirmasi melalui pesan watshapp kepada Kepala Sekolah pun belum mendapatkan tanggapan.

Sementara itu, sejumlah wali murid dan warga masyarakat yang lebih awal mendatangi lokasi sekolah menyatakan tuntutan agar dilakukan evaluasi mendalam terhadap kinerja dan kebijakan pihak sekolah, agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

“Sebelumnya kami bersama perwakilan Lembaga Swadaya Masyarakat sudah berkunjung ke sekolah ini. Sayangnya, kami tidak dapat bertemu dengan Kepala Sekolah maupun pengurus Komite Sekolah. Kami menuntut agar ada evaluasi menyeluruh atas kejadian ini,” tegas salah satu wali murid.

Berita ini pun telah menarik perhatian anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Komisi X, Adian Napitupulu. Ia diketahui telah mengirimkan utusan khusus untuk menemui pihak sekolah dan memastikan persoalan ini akan diawasi hingga tuntas dan mendapatkan penyelesaian yang jelas.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan, klarifikasi, atau penjelasan resmi yang disampaikan oleh pihak sekolah terkait dugaan yang beredar di masyarakat.

Red: Skay

  • Penulis: Heru Blx_sky

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dilema Penutupan Tambang Cigudeg: Padamnya Lentera Pendidikan Gratis di Pelosok Bogor

    Dilema Penutupan Tambang Cigudeg: Padamnya Lentera Pendidikan Gratis di Pelosok Bogor

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Heru Blx_sky
    • visibility 2
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com – BOGOR – Narasi pembangunan inklusif yang kerap digaungkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat kini seolah membentur tembok kenyataan di pelosok Cigudeg. Kebijakan penghentian aktivitas pertambangan oleh Pemprov Jabar beberapa bulan lalu mulai memicu efek domino yang mengkhawatirkan. Dampaknya tidak hanya melumpuhkan sektor ekonomi, tetapi juga mengancam hak dasar pendidikan anak-anak di Kp. Kadaung, Rengasjajar. […]

  • Pelantikan Komisariat Kecamatan BMPS Kabupaten Bogor, Dr. Usep Nukliri: Ini Momentum Perkuat Kolaborasi Pendidikan Swasta

    Pelantikan Komisariat Kecamatan BMPS Kabupaten Bogor, Dr. Usep Nukliri: Ini Momentum Perkuat Kolaborasi Pendidikan Swasta

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle Bima
    • visibility 6
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com – Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kabupaten Bogor resmi melantik jajaran Komisariat Kecamatan dalam rangkaian kegiatan Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) yang berlangsung di Gedung Paripurna DPRD Kabupaten Bogor, Sabtu (23/5/2026). Pelantikan ini menjadi momentum memperkuat peran sekolah swasta sebagai pilar utama pendidikan di Kabupaten Bogor. Ketua BMPS Kabupaten Bogor, Usep Nukliri, menegaskan bahwa pelantikan […]

  • Di Bawah Komando Dr. Usep Nukliri, PERPANI Bogor Sabet Juara Umum Popda Jabar.

    Di Bawah Komando Dr. Usep Nukliri, PERPANI Bogor Sabet Juara Umum Popda Jabar.

    • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
    • account_circle Bima
    • visibility 4
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com– Persatuan Panahan Indonesia (PERPANI) Kabupaten Bogor berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih gelar juara umum pada ajang Kejuaraan Panahan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Jawa Barat. Pada gelaran Popda yang diselenggarakan di Kecamatan Geger Kalong, Kota Bandung pada 26-28 Sepetember 2025 kemarin. Ketua Umum PERPANI Kabupaten Bogor, Dr. Usep Nukliri, menyampaikan rasa syukur sekaligus […]

  • Transformasi Pendidikan di Bogor: IAI Bogor Beralih Jadi Universitas Islam Prabu Siliwangi, Target Nasional 2045

    Transformasi Pendidikan di Bogor: IAI Bogor Beralih Jadi Universitas Islam Prabu Siliwangi, Target Nasional 2045

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle Bima
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com — Transformasi besar dunia pendidikan tinggi tengah berlangsung dengan alih bentuk Institut Agama Islam Bogor menjadi Universitas Islam Prabu Siliwangi yang berada di wilayah, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor. Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk mencetak generasi unggul, berkarakter, dan berdaya saing nasional. Rektor Universitas IsIam Prbau Siliwangi, Dr. Usep Nukliri, menegaskan […]

  • “Dari Bogor untuk Indonesia: Amdin Nukliri dan Sumpah yang Tak Pernah Padam”

    “Dari Bogor untuk Indonesia: Amdin Nukliri dan Sumpah yang Tak Pernah Padam”

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • account_circle Bima
    • visibility 1
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com – Langit Bogor siang itu tampak teduh, meski matahari masih menancap tajam di atas kepala. Di suatu tempat, di hadapan ratusan pemuda berdiri tegak, menggemakan ikrar yang sudah berusia hampir seabad yakni ikras sumpah pemuda yang berbunyi, Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa Indonesia. Namun di antara gema seremonial itu, ada satu suara yang […]

  • Carut-Marut Pengelolaan Makanan Bergizi di Rancabungur, Warga Tuntut Evaluasi

    Carut-Marut Pengelolaan Makanan Bergizi di Rancabungur, Warga Tuntut Evaluasi

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Heru Blx_sky
    • visibility 5
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com – BOGOR – Implementasi Program Makanan Bergizi (MBG) di wilayah Rancabungur tengah memicu polemik. Sejumlah wali murid dan elemen masyarakat melayangkan protes keras terhadap Dapur SPPG Rancabungur lll penyedia jasa, terkait dugaan rendahnya kualitas pangan serta manajemen operasional yang dinilai tidak transparan. ‎ Kualitas Menu dan Standar Nutrisi Dipertanyakan. ‎Wali murid dari sejumlah instansi pendidikan, […]

expand_less