Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Budayawan Bukan Sekadar Berkain Tradisi, Sejarawan Bukan Sekadar Penghafal Masa Lalu

Budayawan Bukan Sekadar Berkain Tradisi, Sejarawan Bukan Sekadar Penghafal Masa Lalu

  • account_circle Bima
  • calendar_month 9 jam yang lalu
  • visibility 6
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Literasirakyat.com – Barangkali yang paling menakutkan dari sebuah peradaban bukanlah ketika bangunan-bangunan tuanya runtuh, melainkan ketika makna yang membangunnya ikut terkubur bersama puing-puing zaman.

Hari ini kita hidup di masa ketika simbol lebih dihormati daripada nilai. Ketika penampilan lebih dipercaya daripada pemahaman.

Ketika seseorang dianggap budayawan hanya karena pandai mengenakan pakaian adat, fasih melafalkan istilah kuno, atau gemar berfoto di situs-situs bersejarah.

Padahal, kain tidak pernah melahirkan kebijaksanaan.

Jika ukuran budayawan hanya sebatas busana, maka patung-patung di museum adalah budayawan yang paling setia.

Jika gelar budaya cukup diperoleh dari penampilan, maka ondel-ondel lebih pantas menerima penghargaan daripada manusia yang kehilangan akal budinya.

Sarkasme itu mungkin terdengar keras. Namun kenyataan sering kali lebih keras daripada kalimat yang mengungkapkannya.

Budaya tidak pernah meminta untuk dipertontonkan. Budaya hanya ingin dihidupkan.

Ia hidup ketika seseorang masih tahu cara menghormati orang tua tanpa harus diperintah. Ia tumbuh ketika ilmu tidak dijadikan alat meninggikan diri.

Ia bernapas ketika kekuasaan masih mengenal rasa malu, dan ketika kemajuan teknologi tidak membunuh rasa kemanusiaan.

Budaya bukan benda warisan. Budaya adalah warisan cara menjadi manusia.

Maka budayawan sejati bukan orang yang paling sering berbicara tentang leluhur, melainkan mereka yang membuat leluhurnya layak dibanggakan melalui akhlaknya.

Sebab leluhur tidak membutuhkan pujian. Mereka hanya berharap keturunannya tidak kehilangan arah.

Begitu pula sejarah.

Betapa banyak orang mengaku mencintai sejarah, tetapi sesungguhnya hanya mengoleksi cerita. Mereka hafal nama raja, silsilah panjang, angka tahun, bahkan peristiwa demi peristiwa.

Namun ketika sejarah meminta kebijaksanaan, yang muncul justru ego. Ketika sejarah mengajarkan kerendahan hati, yang tumbuh malah kesombongan.

Buku dapat menyimpan jutaan fakta. Internet dapat menghafal miliaran data. Tetapi keduanya tidak akan pernah menjadi sejarawan.

Sejarawan adalah mereka yang mampu menangkap denyut kehidupan dari setiap peristiwa.

Ia mengubah luka masa lalu menjadi pelajaran, kemenangan menjadi kebijaksanaan, dan kegagalan menjadi peringatan.

Karena sejarah sejatinya tidak bertugas mengagungkan orang-orang yang telah mati. Sejarah bertugas menyelamatkan mereka yang masih hidup.

Sayangnya, zaman ini terlalu sibuk membangun citra, hingga lupa membangun karakter. Terlalu ramai memperebutkan panggung, hingga lupa memperkuat fondasi.

Terlalu bersemangat menyebut diri penjaga budaya, tetapi enggan menjaga adab. Terlalu bangga mengaku pecinta sejarah, tetapi malas belajar dari sejarah.

Padahal peradaban besar tidak pernah lahir dari orang-orang yang gemar mengklaim. Ia lahir dari mereka yang bekerja dalam sunyi, berpikir dalam jernih, lalu meninggalkan manfaat yang jauh lebih panjang daripada namanya sendiri.

Sebagaimana hikmah yang dinisbatkan kepada Imam Al-Ghazali, “Masa lalu adalah pelajaran, hari ini adalah kesempatan, dan esok adalah harapan.”

Maka jangan wariskan kepada anak cucu sekadar pakaian adat tanpa adab. Jangan tinggalkan kepada mereka sekadar cerita sejarah tanpa hikmah.

Sebab yang akan menyelamatkan sebuah bangsa bukan banyaknya simbol yang dipamerkan, melainkan banyaknya manusia yang mampu menjaga nilai.

Karena pada akhirnya, budaya bukan soal apa yang dikenakan. Sejarah bukan soal apa yang dihafalkan.

Keduanya adalah tentang bagaimana manusia tetap menjadi manusia, di tengah zaman yang semakin pandai menciptakan kemajuan, tetapi perlahan lupa menciptakan kebijaksanaan.***

  • Penulis: Bima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • “Dari Bogor untuk Indonesia: Amdin Nukliri dan Sumpah yang Tak Pernah Padam”

    “Dari Bogor untuk Indonesia: Amdin Nukliri dan Sumpah yang Tak Pernah Padam”

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • account_circle Bima
    • visibility 2
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com – Langit Bogor siang itu tampak teduh, meski matahari masih menancap tajam di atas kepala. Di suatu tempat, di hadapan ratusan pemuda berdiri tegak, menggemakan ikrar yang sudah berusia hampir seabad yakni ikras sumpah pemuda yang berbunyi, Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa Indonesia. Namun di antara gema seremonial itu, ada satu suara yang […]

  • Kabar Gembira! Ini Daftar Bansos yang Cair di Bulan Oktober 2025

    Kabar Gembira! Ini Daftar Bansos yang Cair di Bulan Oktober 2025

    • calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
    • account_circle Heru Blx_sky
    • visibility 3
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com – JAKARTA – Memasuki kuartal IV tahun 2025, masyarakat kembali menyambut pencairan berbagai program Bantuan Sosial (Bansos) dari pemerintah. Bulan Oktober 2025 menandai dimulainya pencairan Bansos untuk periode Tahap 4 (Oktober–Desember), yang diharapkan dapat membantu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) memenuhi kebutuhan dasar menjelang akhir tahun. Berikut adalah beberapa program Bansos utama yang dikonfirmasi cair […]

  • Carut-Marut Pengelolaan Makanan Bergizi di Rancabungur, Warga Tuntut Evaluasi

    Carut-Marut Pengelolaan Makanan Bergizi di Rancabungur, Warga Tuntut Evaluasi

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Heru Blx_sky
    • visibility 5
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com – BOGOR – Implementasi Program Makanan Bergizi (MBG) di wilayah Rancabungur tengah memicu polemik. Sejumlah wali murid dan elemen masyarakat melayangkan protes keras terhadap Dapur SPPG Rancabungur lll penyedia jasa, terkait dugaan rendahnya kualitas pangan serta manajemen operasional yang dinilai tidak transparan. ‎ Kualitas Menu dan Standar Nutrisi Dipertanyakan. ‎Wali murid dari sejumlah instansi pendidikan, […]

  • Bersama Ribuan Warga Kapolsek Cigudeg Pimpin Pawai Obor 1 Muharam

    Bersama Ribuan Warga Kapolsek Cigudeg Pimpin Pawai Obor 1 Muharam

    • calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
    • account_circle Bima
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com – Cahaya ribuan obor membelah malam di Kecamatan Cigudeg saat sekitar 1.500 warga tumpah ruah mengikuti pawai obor dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah. Suasana penuh kebersamaan dan semangat religius begitu terasa sepanjang rute dari Kampung Toge hingga Leuwengtaji. Di tengah lautan cahaya obor yang berkelap-kelip, Kapolsek Cigudeg AKP Budi […]

  • Rakornas Pemuda Muslimin Indonesia Tegaskan Komitmen Kemanusiaan untuk Korban Bencana Sumatera

    Rakornas Pemuda Muslimin Indonesia Tegaskan Komitmen Kemanusiaan untuk Korban Bencana Sumatera

    • calendar_month Sabtu, 6 Des 2025
    • account_circle Bima
    • visibility 2
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com — Pengurus Besar Pemuda Muslimin Indonesia menggelar Rapat Koordinasi Nasionall untuk mengonsolidasikan gerakan bantuan kemanusiaan bagi korban bencana di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Ketua Umum PB Pemuda Muslimin Indonesia, Dr. Usep Nukliri menegaskan bahwa organisasi harus hadir cepat dan terukur dalam merespons musibah. “Solidaritas nasional adalah fardu ain. Kita ingin memastikan gerakan […]

  • Menang Telak Tanpa Ampun, Halwan Fauzi Resmi Kuasai KNPI Leuwiliang

    Menang Telak Tanpa Ampun, Halwan Fauzi Resmi Kuasai KNPI Leuwiliang

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Bima
    • visibility 5
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com — Peta kekuatan pemuda Kecamatan Leuwiliang akhirnya terbuka lebar. Halwan Fauzi tampil dominan dan menang telak tanpa kompromi dalam Musyawarah Kecamatan (Muscam) DPK KNPI Leuwiliang yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Leuwiliang, Kamis, 15 Januari 2026. Dengan perolehan 37 suara OKP, Halwan bukan sekadar menang, tetapi menggulung habis rivalnya, Heni Suheni, yang hanya mengantongi […]

expand_less