Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Lemahnya Pengawasan Program MBG: Polemik Dugaan Pelanggaran Etika SPPG di Bantajaya Rancabungur

Lemahnya Pengawasan Program MBG: Polemik Dugaan Pelanggaran Etika SPPG di Bantajaya Rancabungur

  • account_circle Heru Blx_sky
  • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
  • visibility 76
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Literasirakyat.com – Rancabungur-17/03/2026 – Dugaan penggunaan area masjid sebagai tempat pencucian bahan baku makanan (ayam) oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bantajaya 03 memicu polemik luas. Insiden ini memunculkan pertanyaan krusial mengenai integritas operasional di lapangan: apakah kejadian ini murni kelalaian teknis, ataukah indikasi adanya pembiaran sistemik?

‎Sejumlah warga Desa Bantajaya, Kecamatan Rancabungur, menilai insiden tersebut tidak bisa dipandang sebagai kekhilafan tunggal. Aktivitas pengolahan bahan pangan di area ibadah dianggap sebagai bentuk pengabaian terhadap standar operasional prosedur (SOP) dan nilai-nilai kearifan lokal.

‎“Jika praktik seperti ini terjadi, artinya ada fungsi supervisi yang tidak berjalan. Sangat disayangkan hal krusial seperti ini bisa luput dari pengawasan,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan identitasnya.

‎Kini, kritik publik tidak hanya tertuju pada pengelola dapur, tetapi meluas pada sistem pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara komprehensif. Masyarakat mendesak adanya transparansi terkait mekanisme kontrol dan standar sanitasi yang diterapkan oleh pihak pelaksana.

‎Penggunaan fasilitas rumah ibadah untuk aktivitas komersial atau pengolahan logistik dinilai sebagai pelanggaran etika berat yang seharusnya dapat dimitigasi sejak tahap perencanaan. Kondisi ini memperkuat dugaan adanya celah dalam pengawasan tingkat pelaksana ( grassroots ).

‎“Kami khawatir ini bukan pertama kalinya terjadi, melainkan hanya baru terespos sekarang. Tanpa adanya pengawasan ketat, praktik yang tidak sesuai prosedur bisa dianggap sebagai hal lumrah selama tidak mendapat sorotan publik,” tambah warga lainnya.

‎Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak pengelola SPPG Bantajaya 03 maupun instansi terkait. Bungkamnya pihak pengelola justru kian memperkeruh suasana dan memicu spekulasi negatif di tengah masyarakat terkait minimnya akuntabilitas.

‎Warga mendesak pihak berwenang untuk segera melakukan:

1. ‎Investigasi Terbuka: Mengusut tuntas  kronologi dan pihak yang bertanggung jawab.

2. Evaluasi Menyeluruh: Meninjau kembali kelayakan mitra pelaksana program MBG.

‎3. Perbaikan Sistemik: Memastikan ada mekanisme pengaduan masyarakat yang responsif.

Masyarakat berharap program nasional yang memiliki tujuan mulia ini tidak kehilangan kredibilitas dan kepercayaan publik akibat lemahnya kontrol kualitas dan ketidakpekaan pelaksana di lapangan terhadap norma lingkungan setempat.

:Heru_Blx

  • Penulis: Heru Blx_sky

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cigudeg Darurat Curanmor: Motor Relawan Sekaligus Wartawan Raib, Kinerja Polsek Dipertanyakan

    Cigudeg Darurat Curanmor: Motor Relawan Sekaligus Wartawan Raib, Kinerja Polsek Dipertanyakan

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
    • account_circle Heru _ Bulux
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com – BOGOR — Wilayah hukum Polsek Cigudeg kembali dihadapkan pada maraknya aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang semakin meresahkan masyarakat. Terbaru, sepeda motor milik Bayu — relawan program Makan Bergizi Gratis (MBG) Rengasjajar yang juga bekerja sebagai jurnalis di media Kupasmerdeka.com — hilang dicuri pada Senin (15/6). Kejadian berlangsung di depan dapur Sentra Penyediaan […]

  • Di Balik Rumah yang Hampir Ambruk, Anggota DPRD Dr. Usep Nukliri Bawa Harapan yang Tumbuh

    Di Balik Rumah yang Hampir Ambruk, Anggota DPRD Dr. Usep Nukliri Bawa Harapan yang Tumbuh

    • calendar_month Kamis, 18 Sep 2025
    • account_circle Bima
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com – Di Kampung Panjaungan, Desa Batu Tulis, Nanggung, Bogor, suara kayu patah dan genteng berjatuhan masih terngiang di telinga warga. Sebuah rumah sederhana roboh, menyisakan dinding yang miring dan reruntuhan yang seolah berbisik tentang betapa rapuhnya kehidupan di tengah cuaca yang kian sulit ditebak. Di antara kepulan debu dan tatapan warga yang resah, sosok […]

  • “Jangan Hanya Romantis dengan Budaya”, Ki Panglay Siap Desak KDM Wujudkan Pemajuan Kebudayaan Lewat Regulasi

    “Jangan Hanya Romantis dengan Budaya”, Ki Panglay Siap Desak KDM Wujudkan Pemajuan Kebudayaan Lewat Regulasi

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle Bima
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com – Jawa Barat selama ini kerap dipuji sebagai etalase kebudayaan Nusantara. Pemimpinnya pun dikenal dekat dengan tradisi, kerap tampil mengenakan pakaian adat, fasih menggaungkan kearifan lokal, hingga menjadikan budaya sebagai bagian dari identitas kepemimpinan. Namun, bagi budayawan asal Jampang yang akrab disapa Ki Panglay, semua itu akan kehilangan makna jika tidak diikuti keberanian melahirkan […]

  • Polantas dan Dishub Turun Langsung ke Jalan Untuk Mentertibkan Lalu Lintas Angkutan Tambang

    Polantas dan Dishub Turun Langsung ke Jalan Untuk Mentertibkan Lalu Lintas Angkutan Tambang

    • calendar_month Kamis, 18 Sep 2025
    • account_circle Heru Blx_sky
    • visibility 80
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com-BOGOR – Parungpanjang ,Peraturan mengatur tentang pembatasan waktu jam operasional kendaraan angkutan barang khusus tambang di Kabupaten Bogor.Tepatnya di Perbatasan Jembatan malang Nengah antara Bogor dan Tangerang. Berikut adalah poin-poin penting terkait peraturan ini Rabu (17/9/2025). Namun sopir Truk Tronton Seolah olah tidak menghargai Petugas yang sedang bertugas berjaga di pingir jalan tetap di trobos […]

  • Dilema Penutupan Tambang Cigudeg: Padamnya Lentera Pendidikan Gratis di Pelosok Bogor

    Dilema Penutupan Tambang Cigudeg: Padamnya Lentera Pendidikan Gratis di Pelosok Bogor

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Heru Blx_sky
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com – BOGOR – Narasi pembangunan inklusif yang kerap digaungkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat kini seolah membentur tembok kenyataan di pelosok Cigudeg. Kebijakan penghentian aktivitas pertambangan oleh Pemprov Jabar beberapa bulan lalu mulai memicu efek domino yang mengkhawatirkan. Dampaknya tidak hanya melumpuhkan sektor ekonomi, tetapi juga mengancam hak dasar pendidikan anak-anak di Kp. Kadaung, Rengasjajar. […]

  • Pemuda Muslimin Indonesia Gaungkan Semangat Hari Pendidikan Nasional 2026: Ilmu sebagai Jalan Menuju Kemuliaan

    Pemuda Muslimin Indonesia Gaungkan Semangat Hari Pendidikan Nasional 2026: Ilmu sebagai Jalan Menuju Kemuliaan

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle Bima
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com – Momentum Hari Pendidikan Nasional 2026 dimaknai secara mendalam oleh Pimpinan Besar Pemuda Muslimin Indonesia. Melalui pesan bertema “Dengan Ilmu Kita Menuju Kemuliaan”, organisasi kepemudaan ini menegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar proses akademik, melainkan fondasi utama dalam membentuk karakter, peradaban, dan masa depan bangsa. Ketua Umum, Dr. H. Usep Nukliri, bersama Sekretaris Jenderal Hadi […]

expand_less