Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » “Jangan Hanya Romantis dengan Budaya”, Ki Panglay Siap Desak KDM Wujudkan Pemajuan Kebudayaan Lewat Regulasi

“Jangan Hanya Romantis dengan Budaya”, Ki Panglay Siap Desak KDM Wujudkan Pemajuan Kebudayaan Lewat Regulasi

  • account_circle Bima
  • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
  • visibility 26
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Literasirakyat.com – Jawa Barat selama ini kerap dipuji sebagai etalase kebudayaan Nusantara.

Pemimpinnya pun dikenal dekat dengan tradisi, kerap tampil mengenakan pakaian adat, fasih menggaungkan kearifan lokal, hingga menjadikan budaya sebagai bagian dari identitas kepemimpinan.

Namun, bagi budayawan asal Jampang yang akrab disapa Ki Panglay, semua itu akan kehilangan makna jika tidak diikuti keberanian melahirkan kebijakan.

Mengacu pada Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, Ki Panglay menyatakan siap memimpin gerakan moral untuk mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera mendorong lahirnya regulasi pemajuan kebudayaan hingga tingkat kabupaten dan kota.

“Silakan hitung sendiri, berapa daerah di Jawa Barat yang sudah memiliki Peraturan Daerah atau Peraturan Bupati dan Wali Kota tentang Pemajuan Kebudayaan? Jawabannya masih jauh dari harapan,” ujar Ki Panglay kepada Literasirakyat.com Rabu, 1 Juli 2026.

Menurutnya, kebudayaan tidak membutuhkan tepuk tangan, melainkan perlindungan hukum.

Sebab, tanpa regulasi yang mengakar, budaya hanya akan menjadi dekorasi politik yang indah dipandang, tetapi rapuh ketika berhadapan dengan perubahan zaman.

Ia menilai, payung hukum di daerah dapat menjadi fondasi kuat untuk menghadirkan muatan lokal di sekolah, melindungi Objek Pemajuan Kebudayaan, hingga memastikan warisan leluhur tidak hilang hanya karena pemerintah lebih sibuk merawat citra daripada membangun sistem.

“Budaya tidak akan lestari hanya karena sering dipentaskan. Budaya bertahan karena negara hadir melalui kebijakan. Kalau regulasinya saja belum menjadi prioritas, lalu apa yang sebenarnya sedang dimajukan?” tegasnya.

Ki Panglay menegaskan, kritik tersebut bukan untuk menjatuhkan siapa pun, melainkan sebagai pengingat bahwa kebudayaan tidak cukup dicintai dengan simbol dan narasi.

Kebudayaan harus diperjuangkan melalui keberanian politik, keberpihakan anggaran, dan regulasi yang benar-benar berpihak kepada masyarakat adat serta para pelaku budaya.***

  • Penulis: Bima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Budayawan Bukan Sekadar Berkain Tradisi, Sejarawan Bukan Sekadar Penghafal Masa Lalu

    Budayawan Bukan Sekadar Berkain Tradisi, Sejarawan Bukan Sekadar Penghafal Masa Lalu

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle Bima
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com – Barangkali yang paling menakutkan dari sebuah peradaban bukanlah ketika bangunan-bangunan tuanya runtuh, melainkan ketika makna yang membangunnya ikut terkubur bersama puing-puing zaman. Hari ini kita hidup di masa ketika simbol lebih dihormati daripada nilai. Ketika penampilan lebih dipercaya daripada pemahaman. Ketika seseorang dianggap budayawan hanya karena pandai mengenakan pakaian adat, fasih melafalkan istilah […]

  • Puluhan Lembaga dan Organisasi Bersatu Gelar Aksi Unjuk Rasa Soal Perbub 44 Tahun 2023 di Pemkab Bogor

    Puluhan Lembaga dan Organisasi Bersatu Gelar Aksi Unjuk Rasa Soal Perbub 44 Tahun 2023 di Pemkab Bogor

    • calendar_month Selasa, 23 Sep 2025
    • account_circle Heru Blx_sky
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com-Bogor – Rencana aksi unjuk rasa besar-besaran akan digelar di Kabupaten Bogor pada Kamis, 2 Oktober 2025. Aksi ini akan dipusatkan di depan Kantor Bupati Bogor dan DPRD Kabupaten Bogor dengan mengusung isu utama Revisi Peraturan Bupati (Perbub) No.44 Tahun 2023, rangkap jabatan anggota DPRD, serta persoalan anggota DPRD yang absen namun tetap menerima gaji. […]

  • Donor Darah di UNIPRAS, Dr. Usep Nukliri Ajak Mahasiswa Hadir untuk Sesama

    Donor Darah di UNIPRAS, Dr. Usep Nukliri Ajak Mahasiswa Hadir untuk Sesama

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
    • account_circle Bima
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com — Sekantong darah mungkin terlihat sederhana. Namun bagi seseorang yang sedang membutuhkan transfusi, setetes itu bisa menjadi bagian penting dari harapan untuk bertahan hidup. Semangat kemanusiaan itulah yang hadir dalam kegiatan donor darah di Universitas Islam Prabu Siliwangi (UNIPRAS), Jumat, 18 September 2026. Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Dr. Usep Nukliri. […]

  • Dr. Usep Nukliri Lepas Mahasiswa KKN IAIB di Kecamatan Nanggung

    Dr. Usep Nukliri Lepas Mahasiswa KKN IAIB di Kecamatan Nanggung

    • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
    • account_circle Bima
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com — Sabtu, 26 Oktober 2025, Rektor Institut Agama Islam Bogor (IAIB), Dr. Usep Nukliri, secara resmi melepas mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang akan menjalankan pengabdian di wilayah Kabupaten Bogor bagian Barat. Dalam sambutannya, Dr. Usep menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang membawa semangat keilmuan dan nilai-nilai keislaman ke tengah masyarakat. […]

  • Penegasan Sikap LBH Adhibrata Terkait Pendampingan Korban Dugaan Pelecehan Seksual di KRL dan Dinamika Pelaporan Balik

    Penegasan Sikap LBH Adhibrata Terkait Pendampingan Korban Dugaan Pelecehan Seksual di KRL dan Dinamika Pelaporan Balik

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle Heru Blx_sky
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com – ‎Bogor, 18 Maret 2026 – Menanggapi perkembangan terkini mengenai dugaan pelecehan seksual di Kereta Rel Listrik (KRL) rute Jakarta–Depok, serta munculnya upaya pelaporan balik terhadap korban, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Adhibrata merasa perlu menyampaikan poin-poin penegasan sebagai berikut: ‎ ‎1. Penghormatan Terhadap Proses Hukum. ‎LBH Adhibrata menegaskan bahwa seluruh langkah pendampingan yang kami […]

  • Dilema Penutupan Tambang Cigudeg: Padamnya Lentera Pendidikan Gratis di Pelosok Bogor

    Dilema Penutupan Tambang Cigudeg: Padamnya Lentera Pendidikan Gratis di Pelosok Bogor

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Heru Blx_sky
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com – BOGOR – Narasi pembangunan inklusif yang kerap digaungkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat kini seolah membentur tembok kenyataan di pelosok Cigudeg. Kebijakan penghentian aktivitas pertambangan oleh Pemprov Jabar beberapa bulan lalu mulai memicu efek domino yang mengkhawatirkan. Dampaknya tidak hanya melumpuhkan sektor ekonomi, tetapi juga mengancam hak dasar pendidikan anak-anak di Kp. Kadaung, Rengasjajar. […]

expand_less