Pemuda Muslimin Indonesia Gaungkan Semangat Hari Pendidikan Nasional 2026: Ilmu sebagai Jalan Menuju Kemuliaan

Berita8 Dilihat

Literasirakyat.com – Momentum Hari Pendidikan Nasional 2026 dimaknai secara mendalam oleh Pimpinan Besar Pemuda Muslimin Indonesia.

Melalui pesan bertema “Dengan Ilmu Kita Menuju Kemuliaan”, organisasi kepemudaan ini menegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar proses akademik, melainkan fondasi utama dalam membentuk karakter, peradaban, dan masa depan bangsa.

Ketua Umum, Dr. H. Usep Nukliri, bersama Sekretaris Jenderal Hadi Prestasi, S.T., M.Si., serta Bendahara Umum Dr. H. Awaludin, menyampaikan bahwa tantangan zaman yang semakin kompleks menuntut generasi muda untuk tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual.

Pemuda Muslimin Indonesia Gaungkan Semangat Hari Pendidikan Nasional 2026: Ilmu sebagai Jalan Menuju Kemuliaan

Menurut mereka, ilmu pengetahuan harus menjadi alat pembebasan, membuka akses terhadap peluang, mengurangi kesenjangan sosial, dan mendorong kemajuan yang inklusif.

Pendidikan juga dipandang sebagai jalan strategis dalam menciptakan generasi yang adaptif di era digital tanpa kehilangan nilai-nilai kebangsaan dan keislaman.

“Dengan ilmu, seseorang tidak hanya mampu meningkatkan kualitas hidupnya, tetapi juga berkontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa,” demikian pesan yang disampaikan dalam peringatan tersebut.

Pemuda Muslimin Indonesia Gaungkan Semangat Hari Pendidikan Nasional 2026: Ilmu sebagai Jalan Menuju Kemuliaan

Pimpinan Besar Pemuda Muslimin Indonesia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terus menumbuhkan semangat belajar sepanjang hayat.

Mereka menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan organisasi kepemudaan dalam memperluas akses pendidikan yang merata dan berkualitas.

Peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun ini menjadi pengingat bahwa kemuliaan suatu bangsa tidak terlepas dari kualitas pendidikannya.

 

Di tengah arus perubahan global, investasi terbesar tetaplah pada manusia melalui ilmu, karakter, dan integritas.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *