Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Relasi Agama dan Negara: Moderasi Jadi Kunci Utama Ulama Istiqlal

Relasi Agama dan Negara: Moderasi Jadi Kunci Utama Ulama Istiqlal

  • account_circle Heru Blx_sky
  • calendar_month Minggu, 14 Sep 2025
  • visibility 6
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Literasirakyat.com-Jakarta, 12 September 2025 –Ulama Masjid Istiqlal kembali menegaskan pentingnya sikap moderasi dalam menjaga relasi antara agama dan negara. Pesan ini mengemuka dalam Studium General bertema “Relasi Moderat antara Agama dan Negara di Indonesia dalam Konteks Kekinian” yang digelar di ruang kuliah Masjid Istiqlal, Jumat siang (12/9).

 

Acara dihadiri mahasiswa Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKUMI) serta menghadirkan sejumlah narasumber. Direktur PKUMI, Prof. Dr. K.H. Ahmad Thib Raya, M.A., membuka kegiatan dengan menekankan bahwa moderasi tidak sekadar konsep besar, melainkan sikap hidup sehari-hari. “Orang yang wawasannya luas akan lebih moderat. Sikap ini harus dibawa ke ranah berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

Sebagai moderator, Dr. Nur Rofiah, Bil. Uzm. membuka dengan menegaskan konteks sejarah hubungan agama dan negara di dunia Islam: ada Turki pasca-Utsmani yang cenderung mengontrol Islam, ada Iran yang menempatkan Islam sebagai pengendali negara. “Indonesia berbeda,” ujarnya. “Kita bukan republik Islam, bukan juga negara sekuler. Islam menjiwai republik ini, dan ulama punya peran strategis menjaganya.”

 

Sorotan utama jatuh pada pemaparan Dr. Ahmad Munjid, dosen Studi Lintas Budaya Universitas Gadjah Mada. Datang jauh-jauh dari Yogyakarta, ia membawakan materi dengan gaya intelektual yang kritis. Sejak awal, Munjid memberi disclaimer: ia bukan ulama, melainkan akademisi yang resah dengan kondisi keumatan.

 

Dalam presentasinya, Munjid membedah berbagai model hubungan agama dan negara. Ia mencontohkan Turki pasca-Utsmani, di mana negara mengontrol Islam, dan Iran, di mana Islam mengendalikan negara. “Indonesia berbeda,” katanya. “Negara ini tidak menindas Islam, juga bukan negara Islam. Ia dijiwai Islam.”

 

Namun, Munjid mengingatkan bahaya laten hilangnya jarak kritis antara ulama dan penguasa. Ketika ulama terlalu dekat dengan kekuasaan, agama bisa jatuh hanya menjadi alat legitimasi. Padahal, seharusnya ulama memainkan peran kritik sosial. Ia menegaskan bahwa tauhid di tangan para nabi selalu menjadi amunisi kritik: melawan tirani politik, ketidakadilan ekonomi, hingga dekadensi moral.

 

Dengan bahasa lugas, Munjid juga mengajak mahasiswa PKUMI berani bersuara. “Ulama harus berpegang pada dua patokan: ke atas adalah warisan akhlak Nabi, ke bawah adalah kemaslahatan umat,” ujarnya.

 

Diskusi kemudian berlanjut dengan sesi tanya jawab yang cair namun sarat refleksi. Di penghujung acara, tergambar benang merah bahwa moderasi bukan hanya jargon, melainkan sikap hidup yang harus dihidupi ulama dalam menjalankan peran sosial dan kebangsaan.

:Bulux sky

  • Penulis: Heru Blx_sky

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diduga Upah di Bawah Standar dan Langgar Hak BPJS, Pekerja Gondola Vivo Mall Adukan Perusahaan ke Disnaker

    Diduga Upah di Bawah Standar dan Langgar Hak BPJS, Pekerja Gondola Vivo Mall Adukan Perusahaan ke Disnaker

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Heru Blx_sky
    • visibility 3
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com – BOGOR – 06/03/2025 – Seorang pekerja operasional gondola di kawasan Vivo Mall Bogor resmi melayangkan pengaduan terkait dugaan pelanggaran ketenagakerjaan ke UPTD Pengawasan Ketenagakerjaan Wilayah I Bogor. Laporan tersebut ditujukan kepada PT Dhimas Cahaya Wahyu Anugrah, perusahaan tempatnya bernaung. Pekerja bernama M. Fikri Dwi Januar, warga Rancabungur, Kabupaten Bogor, mengungkapkan bahwa selama masa kontraknya […]

  • Mandat Fokusmaker Menggebrak: Deli Hanapi Siap Guncang KNPI Jasinga

    Mandat Fokusmaker Menggebrak: Deli Hanapi Siap Guncang KNPI Jasinga

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • account_circle Bima
    • visibility 3
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com — Kamis 20 November 2025, suasana pertemuan kecil di Kabupaten Bogor berubah menjadi momen penting bagi perjalanan seorang anak muda bernama Deli Hanapi. Di hadapan para pengurus Fokusmaker, sebuah map berisi surat mandat resmi diserahkan langsung oleh Ketua Bakorcab Fokusmaker Kabupaten Bogor, Edi Koswara. Bukan sekadar penyerahan surat, di ruang sederhana itu, sebuah kepercayaan […]

  • Tak Sekadar Evaluasi, PB Pemuda Muslimin Indonesia Tawarkan 10 Solusi untuk Perbaikan Tata Kelola Haji Nasional

    Tak Sekadar Evaluasi, PB Pemuda Muslimin Indonesia Tawarkan 10 Solusi untuk Perbaikan Tata Kelola Haji Nasional

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle Bima
    • visibility 5
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com – Upaya peningkatan kualitas penyelenggaraan ibadah haji terus menjadi perhatian berbagai elemen masyarakat. Sebagai bentuk kontribusi pemikiran bagi perbaikan layanan publik, Pimpinan Besar Pemuda Muslimin Indonesia secara resmi menyerahkan dokumen Pernyataan Sikap dan Rekomendasi Kebijakan Penguatan Tata Kelola Penyelenggaraan Ibadah Haji Nasional kepada Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia, Senin (22/6/2026). Dokumen tersebut memuat […]

  • PAN Kabupaten Bogor Resmi Punya Nahkoda Baru, Siap Tancap Gas Menuju Pemilu 2029

    PAN Kabupaten Bogor Resmi Punya Nahkoda Baru, Siap Tancap Gas Menuju Pemilu 2029

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle Bima
    • visibility 2
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com – Dewan Pimpinan Daerah Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Bogor kini memasuki babak baru. Sabtu, (11/4/2025). Kepemimpinan segar resmi dipegang oleh AYI SAHRUL HAMZAH, S.Sn..M.AP sebagai Ketua DPD, didampingi Sekretaris H. USEP SYAEFULLOH, SH. MH.   dan Bendahara Dr. USEP NUKLIRI Formasi baru ini membawa semangat perubahan sekaligus harapan besar bagi kader dan masyarakat. Dengan […]

  • Projek Pembanguban Penangkaran Burung di Rancabungur, Warga Setempat: Kami Belum Pernah Tandatangan Izin Lingkungan

    Projek Pembanguban Penangkaran Burung di Rancabungur, Warga Setempat: Kami Belum Pernah Tandatangan Izin Lingkungan

    • calendar_month Kamis, 25 Sep 2025
    • account_circle Heru Blx_sky
    • visibility 1
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com-Rancabungur-Projek pembangunan penangkaran burung di Kampung Warung Nangka, RT 05 RW 08, Desa Rancabungur, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, menuai polemik dikalangan masyarakat sekitar, pasalnya warga yang rumahnya berdekatan dengan pagar pembatas kawasan projek tidak merasa menandatangani izin lingkungan yang menjadi syarat diterbitkannya dokumen perizinan, 24 september 2025. Menurut beberapa warga yang tidak ingin disebutkan namanya, […]

  • Rapat Pemilihan Pengurus PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Rancabungur 2025 Sukses Tanpa Ekses

    Rapat Pemilihan Pengurus PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Rancabungur 2025 Sukses Tanpa Ekses

    • calendar_month Jumat, 10 Okt 2025
    • account_circle Heru Blx_sky
    • visibility 3
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com-Rancabungur-Rapat Pemilihan Pengurus (RPP) Organisasi Pemuda Pancasila Kecamatan Rancabungur berhasil diselenggarakan tanpa ada halangan apa pun. Acara tersebut digelar di Kampung Warung Nangka, Desa Rancabungur, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor pada Kamis, 9 Oktober 2025. ‎Acara tersebut dihadiri oleh jajaran Majelis Pimpinan Cabang (MPC), Ketua DPD KNPI Kabupaten Bogor, Wahyu Caniago, dan beberapa tamu undangan lainnya. […]

expand_less