Dosen Akuntansi Universitas Pamulang Turun ke Tengah Warga, Bekali Ibu-Ibu Cinangka dengan Ilmu Mengelola Keuangan
- account_circle Bima
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Literasirakyat.com – Ilmu akuntansi tidak selamanya harus tinggal di ruang kelas. Di tangan para dosen Program Studi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pamulang, ilmu tersebut dibawa langsung ke tengah masyarakat untuk menjawab persoalan yang sederhana, tetapi sangat menentukan masa depan keluarga: mengelola keuangan.
Selama tiga hari, 18–20 April 2026, para dosen Universitas Pamulang hadir di lingkungan RT 02/RW 001, Kelurahan Cinangka, Kecamatan Sawangan, Depok. Mereka memberikan pelatihan pembukuan sederhana kepada sekitar 30 ibu-ibu yang sebagian merupakan pengelola keuangan keluarga sekaligus pelaku usaha kecil dan UMKM.
Kegiatan bertajuk “Sosialisasi Teknik Pembukuan Sederhana dengan Pelatihan Penyusunan Laporan Keuangan” tersebut menjadi bagian dari Pengabdian kepada Masyarakat (PKM).
Di balik kegiatan itu ada para akademisi yang memilih turun langsung dari ruang teori menuju kehidupan nyata masyarakat.

Tim dipimpin Indawati, S.E., M.M., M.Ak., bersama Dr. Ading Sunarto, S.E., M.M. dan Anggun Anggraini, S.E., M.M., M.Ak., serta melibatkan mahasiswa Universitas Pamulang.
Mereka melihat satu persoalan yang kerap dianggap sepele: masih banyak pelaku usaha kecil yang belum terbiasa mencatat keuangan dan bahkan mencampurkan uang usaha dengan kebutuhan pribadi.
Akibatnya, uang terus berputar, tetapi keuntungan sulit dihitung. Modal tidak selalu jelas. Arus kas pun kerap berjalan tanpa catatan.
Para dosen kemudian hadir membawa solusi yang sederhana dan bisa langsung diterapkan.
Peserta diajak mencatat setiap pemasukan dan pengeluaran, memisahkan keuangan pribadi dari uang usaha, hingga belajar menyusun laporan laba rugi, perubahan modal, dan neraca secara sederhana.
Bukan hanya mendengar penjelasan, para ibu langsung mempraktikkannya.
Diskusi berlangsung hangat. Berbagai persoalan keuangan keluarga dan usaha dibuka, dibicarakan, lalu dicari jalan keluarnya bersama. Di sinilah ilmu akuntansi terasa lebih dekat dan bukan sebagai angka yang rumit, tetapi sebagai alat untuk membantu keluarga memahami kondisi ekonominya.
Ketua pelaksana PKM, Indawati, menegaskan bahwa pembukuan teratur dapat menjadi pijakan penting bagi pelaku usaha untuk mengetahui perkembangan bisnis sekaligus menentukan langkah berikutnya.
“Melalui pembukuan yang dilakukan secara teratur, masyarakat dapat mengetahui jumlah pemasukan, pengeluaran, serta hasil dari usaha yang dijalankan. Selain itu, pembukuan juga dapat membantu dalam mengambil keputusan dan merencanakan pengembangan usaha ke depan,” ujarnya.
Bagi para dosen Universitas Pamulang, kegiatan ini bukan sekadar agenda pengabdian. Ini adalah cara ilmu pengetahuan kembali kepada masyarakat yang menjadi bagian penting dari perjalanan pendidikan.
Sementara bagi ibu-ibu Cinangka, sebuah buku catatan bisa menjadi awal perubahan.
Dari sana mereka belajar menghitung hasil kerja, menjaga modal, mengendalikan pengeluaran, dan merancang masa depan usaha dengan lebih terarah.
Sebab, terkadang perjuangan membangun ekonomi keluarga tidak dimulai dari modal besar.
Ia bisa dimulai dari ilmu yang dibagikan dengan tulus, sebuah catatan sederhana, dan seorang ibu yang berani belajar mengelola setiap rupiah hasil perjuangannya.
Melalui PKM ini, dosen Program Studi S1 Akuntansi FEB Universitas Pamulang menunjukkan bahwa kampus tidak hanya mencetak lulusan, tetapi juga dapat hadir sebagai kekuatan yang membantu masyarakat menjadi lebih berdaya, mandiri, dan percaya diri menghadapi tantangan ekonomi.***
- Penulis: Bima

Saat ini belum ada komentar