Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Ketika Hujan Menjatuhkan Tanggul, Warga dan Pemerintah Berdiri Bersama

Ketika Hujan Menjatuhkan Tanggul, Warga dan Pemerintah Berdiri Bersama

  • account_circle Bima
  • calendar_month Selasa, 16 Sep 2025
  • visibility 120
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Literasirakyat.com – Pagi itu, Senin 15 September 2025, Kampung Muncang di Desa Sipak, Jasinga, dikejutkan suara deras air yang tak lagi jinak.

Hujan semalaman mengguyur tanpa ampun, menekan dinding tanah yang selama ini menjadi penopang aliran Cidurian Sendung.

Tanggul sepanjang lima meter itu akhirnya menyerah. Retak, runtuh, dan menjelma ancaman bagi sawah-sawah yang menggantungkan hidup dari alirannya.

 

Petani menatap cemas, khawatir musim tanam yang ditunggu justru berubah jadi musim rugi.

Namun, kabar cepat sampai ke telinga pemimpin daerah. Dari Cibinong, Bupati Bogor Rudy Susmanto bersama Wakilnya, Jaro Ade, menginstruksikan agar penanganan segera dilakukan.

“Jangan biarkan air merampas harapan warga,” begitu kira-kira arahan yang diteruskan ke lapangan.

Esok harinya, Selasa 16 September, Tim UPT Infrastruktur Irigasi Kelas A Wilayah V tiba.

Dipimpin Esda Permana Lukman, mereka tidak datang sendiri. Ada juru pengairan Jasinga, sembilan personel PPA, dua petani, dan belasan warga yang bahu-membahu.

Kawat bronjong dipasang, dua pipa galvanis ditancapkan, 300 karung tanah ditumpuk, dan 35 batang bambu ditegakkan.

Semua bekerja dalam diam, hanya deru air yang masih menguji kesabaran. Itu bukan perbaikan permanen, melainkan janji darurat, menahan sementara, agar harapan petani tetap hidup.

Di balik karung dan bronjong yang disusun, terselip keyakinan bahwa pemerintah hadir bukan sekadar memberi instruksi, tapi juga menjaga denyut kehidupan di pelosok.

Jasinga hari itu belajar lagi: meski tanggul bisa jebol, semangat gotong royong tak pernah runtuh.***

  • Penulis: Bima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Asap di Hari Jumat: Potret Rapuhnya Moral Siswa di Tengah Waktu Ibadah

    Asap di Hari Jumat: Potret Rapuhnya Moral Siswa di Tengah Waktu Ibadah

    • calendar_month Senin, 13 Okt 2025
    • account_circle Bima
    • visibility 80
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com – Siang itu, Jumat (10/10/2025), udara di Desa Sibanteng, Kecamatan Leuwisadeng, terasa tenang. Namun ketenangan itu terusik oleh pemandangan yang mencoreng citra pendidikan Islam. Delapan siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Bogor terlihat asyik merokok di pinggir jalan, tak jauh dari Kantor Desa—sementara azan Jumat sudah mulai berkumandang dari masjid terdekat. Masih berseragam lengkap, […]

  • Jaga Kondusivitas Ramadan, Forkopimcam Rancabungur Gelar Apel Gabungan Keliling Desa

    Jaga Kondusivitas Ramadan, Forkopimcam Rancabungur Gelar Apel Gabungan Keliling Desa

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle Heru Blx_sky
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com – RANCABUNGUR 1 maret 2026  – Guna memastikan ibadah di bulan suci Ramadan berjalan aman dan nyaman, Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Rancabungur menggelar aksi nyata melalui Apel Gabungan Siaga Keamanan. Kegiatan ini difokuskan untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang kerap meningkat selama bulan puasa. ‎ ‎Apel siaga ini bertujuan utama […]

  • Pohon Tumbang Timpa Angkot di Sukasari, Bogor Timur, Lalin Sempat Macet

    Pohon Tumbang Timpa Angkot di Sukasari, Bogor Timur, Lalin Sempat Macet

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle Heru Blx_sky
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com – BOGOR – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kota Bogor pada Senin (3/11/2025) sore menyebabkan sebuah pohon berukuran besar tumbang dan menimpa satu unit angkutan kota (angkot) di kawasan Jalan Pajajaran, Kelurahan Sukasari, Kecamatan Bogor Timur. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 14.30 WIB tersebut mengakibatkan angkot trayek 09 mengalami kerusakan parah di […]

  • Dr. Usep Nukliri Lepas Mahasiswa KKN IAIB di Kecamatan Nanggung

    Dr. Usep Nukliri Lepas Mahasiswa KKN IAIB di Kecamatan Nanggung

    • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
    • account_circle Bima
    • visibility 104
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com — Sabtu, 26 Oktober 2025, Rektor Institut Agama Islam Bogor (IAIB), Dr. Usep Nukliri, secara resmi melepas mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang akan menjalankan pengabdian di wilayah Kabupaten Bogor bagian Barat. Dalam sambutannya, Dr. Usep menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang membawa semangat keilmuan dan nilai-nilai keislaman ke tengah masyarakat. […]

  • Demo Cigudeg Ricuh, Masa Tidak Puas Dengan Tanggapan Camat Saat Orasi di Mobil Komando

    Demo Cigudeg Ricuh, Masa Tidak Puas Dengan Tanggapan Camat Saat Orasi di Mobil Komando

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Heru Blx_sky
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com – BOGOR – Gelombang unjuk rasa yang digelar ribuan warga di depan Kantor Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, berakhir ricuh pada Senin (12/1). Massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Cigudeg, Rumpin, dan Parungpanjang terlibat bentrok setelah merasa kecewa dengan tanggapan pihak otoritas setempat. ‎Aksi ini mulanya berjalan tertib. Ribuan massa datang untuk menagih janji Gubernur […]

  • Budayawan Bukan Sekadar Berkain Tradisi, Sejarawan Bukan Sekadar Penghafal Masa Lalu

    Budayawan Bukan Sekadar Berkain Tradisi, Sejarawan Bukan Sekadar Penghafal Masa Lalu

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle Bima
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com – Barangkali yang paling menakutkan dari sebuah peradaban bukanlah ketika bangunan-bangunan tuanya runtuh, melainkan ketika makna yang membangunnya ikut terkubur bersama puing-puing zaman. Hari ini kita hidup di masa ketika simbol lebih dihormati daripada nilai. Ketika penampilan lebih dipercaya daripada pemahaman. Ketika seseorang dianggap budayawan hanya karena pandai mengenakan pakaian adat, fasih melafalkan istilah […]

expand_less