Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kabar hukum » Larangan dan Ancaman Hukum Bagi Oknum Pemotong Dana BANSOS

Larangan dan Ancaman Hukum Bagi Oknum Pemotong Dana BANSOS

  • account_circle Heru Blx_sky
  • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
  • visibility 52
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Larangan Pemotongan Dana BANSOS dan Ancaman Sanksi Berat
Bantuan Sosial (BANSOS) merupakan program utama pemerintah yang ditujukan untuk menanggulangi kemiskinan dan meringankan beban hidup masyarakat rentan. Dana yang disalurkan dalam program seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), atau Bantuan Sosial Tunai (BST) harus diterima oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) secara utuh dan tanpa potongan sepeser pun.

Pemerintah, melalui Kementerian Sosial (Kemensos), telah berulang kali menegaskan bahwa segala bentuk pemotongan atau pungutan liar (Pungli) terhadap dana BANSOS adalah tindakan melanggar hukum.

Kenapa Dana BANSOS Tidak Boleh Dipotong?
‎Prinsip utama penyaluran BANSOS adalah menjamin bantuan tersebut mencapai sasaran secara penuh. Setiap rupiah dalam dana BANSOS telah diperhitungkan untuk memenuhi kebutuhan dasar penerima.

‎Hak Penuh Penerima: Dana BANSOS adalah hak penuh KPM yang telah terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan ditetapkan oleh negara.

‎Jaminan Kesejahteraan: Pemotongan, sekecil apa pun, akan mengurangi daya beli dan tujuan awal bantuan untuk meningkatkan kesejahteraan KPM.

Tindakan Melawan Hukum: Pemotongan dana BANSOS dikategorikan sebagai Pungutan Liar (Pungli), bahkan dapat diklasifikasikan sebagai Tindak Pidana Korupsi jika dilakukan oleh penyelenggara negara atau pihak yang ditunjuk.

Sanksi Hukum Bagi Pelaku Pemotongan BANSOS
Pihak-pihak yang terbukti melakukan pemotongan atau pungli dana BANSOS dapat dijerat dengan sanksi administratif hingga pidana yang berat. Sanksi ini berlaku bagi siapa pun, baik aparat sipil negara (ASN), perangkat desa/kelurahan, pendamping sosial, maupun oknum masyarakat.

‎1. Ancaman Pidana Korupsi
‎Tindakan memotong dana BANSOS, terutama jika dilakukan oleh pegawai negeri atau penyelenggara negara dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain, dapat dijerat dengan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Pasal yang Relevan: Pelaku dapat dijerat dengan Pasal terkait penyalahgunaan wewenang dan/atau pemerasan.

‎Ancaman Hukuman: Sanksi pidana penjara bisa mencapai minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun atau bahkan penjara seumur hidup, serta denda yang besar. Contoh kasus menunjukkan pelaku pungli BANSOS terancam hukuman hingga 15 tahun penjara.

2. Sanksi Administratif (Bagi Aparat)
‎Bagi oknum di tingkat RT/RW, perangkat desa, atau pendamping sosial yang terbukti memotong dana BANSOS, sanksi yang dapat dikenakan antara lain:

‎Pemberhentian: Oknum perangkat daerah (misalnya RT/RW) dapat dikenai sanksi pemberhentian dari jabatan.

Pencopotan: Pendamping sosial yang melanggar kode etik dan melakukan pemotongan dana dapat dicopot dari tugasnya.

‎Cara Melaporkan Pemotongan Dana BANSOS
‎KPM dan masyarakat diimbau untuk tidak takut melaporkan jika menemukan praktik pemotongan atau pungli BANSOS. Beberapa saluran resmi yang dapat digunakan untuk melaporkan antara lain:

Kementerian Sosial: Melalui laman pengaduan resmi atau datang langsung ke kantor Kemensos/Dinas Sosial setempat.

Aparat Penegak Hukum: Melapor ke Kepolisian (Bareskrim/Polda/Polres) atau Kejaksaan setempat.

Sistem Layanan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR!): Melalui laman [tautan mencurigakan telah dihapus].

‎Ombudsman RI: Jika terjadi dugaan maladministrasi atau penyimpangan dalam pelayanan publik.

Setiap laporan akan diawasi ketat oleh Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Pungli (Saber Pungli) dan pihak berwenang lainnya untuk memastikan dana BANSOS benar-benar sampai utuh kepada mereka yang berhak.

Tindakan pemotongan dana BANSOS adalah bentuk kejahatan kemanusiaan dan korupsi yang menyengsarakan rakyat miskin. Dengan adanya aturan yang tegas dan sanksi yang berat, diharapkan transparansi dan akuntabilitas penyaluran BANSOS dapat terus ditingkatkan.

Penulis: Heru Blx_Sky

  • Penulis: Heru Blx_sky

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polsek Rancabungur Polres Bogor Berhasil Amankan Truk Diduga Hasil Curian

    Polsek Rancabungur Polres Bogor Berhasil Amankan Truk Diduga Hasil Curian

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Heru Blx_sky
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com – BOGOR – Unit Reskrim Polsek Rancabungur Polres Bogor berhasil menemukan dan mengamankan satu unit truk Mitsubishi Colt Diesel yang sempat dilaporkan hilang dicuri. Kendaraan tersebut ditemukan di wilayah Parungpanjang, Kabupaten Bogor, pada Sabtu malam (7/2/2026). ‎Kapolsek Rancabungur, Ipda Yudhi Widhiana, S.H., memimpin langsung operasi pengamanan tersebut setelah pihaknya mendapatkan informasi akurat mengenai keberadaan […]

  • Antara Dana Bantuan dan Harapan Hidup: Warga Cigudeg Menanti Tambang Kembali Beroperasi

    Antara Dana Bantuan dan Harapan Hidup: Warga Cigudeg Menanti Tambang Kembali Beroperasi

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Heru Blx_sky
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com – BOGOR – Suasana di kantor Desa Rengasjajar, Kecamatan Cigudeg, mendadak riuh pada Kamis (22/1). Ratusan warga tampak mengantre dengan tertib, menanti giliran untuk menerima dana kompensasi atas kebijakan penutupan sementara aktivitas pertambangan di wilayah Bogor Barat. Bagi 1.803 Kepala Keluarga (KK) di desa tersebut, dana ini bukan sekadar bantuan sosial, melainkan “napas buatan” […]

  • Pemkab Bogor Rehabilitasi Irigasi Cidurian Sendung, Ratusan Hektar Sawah Teraliri

    Pemkab Bogor Rehabilitasi Irigasi Cidurian Sendung, Ratusan Hektar Sawah Teraliri

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
    • account_circle Bima
    • visibility 222
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com– Pemerintah Kabupaten Bogor melalui UPT Infrastruktur Irigasi Kelas A Wilayah V melakukan Peninjauan Lapangan Bersama (PLB) rehabilitasi jaringan Irigasi D.I. Cidurian Sendung di Kampung Sipak, Desa Sipak, Kecamatan Jasinga, Kamis (18/9/2025). Kegiatan ini dihadiri PPK bidang ISDA, penyedia jasa PT Primerindo Multi Karya, konsultan pengawas PT Catahi Ide Kreatif, tim teknis konstruksi, serta jajaran […]

  • Pengelolaan Sampah Sentul City Disorot, Warga dan Aktivis Desak Solusi Nyata Berbasis 3R

    Pengelolaan Sampah Sentul City Disorot, Warga dan Aktivis Desak Solusi Nyata Berbasis 3R

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle Bima
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Publikbogornews.com– Persoalan pengelolaan sampah di kawasan komersial dan hunian Sentul City kembali menjadi sorotan. Tumpukan sampah yang terus membesar di Tempat Penampungan Sementara (TPS) memicu kekhawatiran warga, aktivis lingkungan, hingga menjadi perhatian Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).   Sejak 1 April 2026, pengelolaan sampah di kawasan Sentul City dialihkan oleh PT […]

  • Dr. Usep Nukliri Tegaskan Seren Taun Lembur Cigoong Harus Terus Dilestarikan

    Dr. Usep Nukliri Tegaskan Seren Taun Lembur Cigoong Harus Terus Dilestarikan

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle Bima
    • visibility 35
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com – Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Dr. Usep Nukliri, menegaskan pentingnya menjaga tradisi Seren Taun sebagai warisan budaya yang menjadi identitas masyarakat Sunda. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Helaran Seren Taun di Lembur Cigoong, Desa Puraseda, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Selasa (1/7/2026). Kehadiran Dr. Usep Nukliri bersama Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat menjadi bentuk dukungan […]

  • Anggara Wijaya: KUHP Baru Tak Boleh Menjauh dari Rakyat

    Anggara Wijaya: KUHP Baru Tak Boleh Menjauh dari Rakyat

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Bima
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com — Menjelang pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru pada 2026, aktivis hukum muda Kabupaten Bogor Anggara Wijaya mengingatkan potensi jarak antara hukum dan masyarakat. Ia Anggara Wijaya menilai, tanpa edukasi yang memadai, hukum justru berisiko menjadi asing bagi rakyatnya sendiri. Anggara, anggota Organisasi Advokat Paralegal Condominum Indonesia (OA PCI), menegaskan bahwa perubahan besar […]

expand_less