Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Diduga Gelapkan Dana Desa Rp 650 Juta, Kades di Bogor Gunakan Modus Rekening Posyandu

Diduga Gelapkan Dana Desa Rp 650 Juta, Kades di Bogor Gunakan Modus Rekening Posyandu

  • account_circle Heru Blx_sky
  • calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
  • visibility 3
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Literasirakyat.com – BOGOR – 20/10/3025 – Kepala Desa (Kades) Rawa Panjang, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, berinisial MA, diduga melakukan penggelapan dana desa dengan total kerugian negara mencapai sekitar Rp 650,13 juta. Modus yang digunakan Kades Rawa Panjang ini terbilang unik, yakni dengan membuat rekening penampungan atas nama sejumlah ketua Posyandu dan satu ketua RW di wilayahnya.

Dugaan penggelapan ini terungkap setelah Inspektorat Kabupaten Bogor memanggil sembilan ketua Posyandu dan satu ketua RW yang namanya digunakan untuk pembuatan rekening tersebut. Menurut keterangan salah satu warga desa berinisial ES, masing-masing rekening ketua Posyandu menerima transferan dana dari rekening Desa Rawa Panjang dengan jumlah bervariasi, mulai dari puluhan hingga ratusan juta rupiah.

Modus Operandi dan Temuan Inspektorat
Total dana desa yang diduga digelapkan mencapai Rp 650.137.080. Sumber dana ini berasal dari anggaran desa yang seharusnya dialokasikan untuk kepentingan masyarakat, namun disinyalir diselewengkan untuk kebutuhan pribadi.

Pihak Inspektorat Kabupaten Bogor kini tengah mendalami kasus ini. Temuan adanya rekening penampungan atas nama ketua Posyandu dan ketua RW menjadi kunci terbongkarnya dugaan tindak pidana korupsi ini. Kasus ini menambah daftar panjang kasus korupsi dana desa yang terjadi di Kabupaten Bogor.

Ancaman Pidana Korupsi
Jika terbukti bersalah, Kades MA, dapat dijerat dengan Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi yang mengancam hukuman berat bagi pelaku penyelewengan dana negara. Kasus ini menjadi sorotan karena melibatkan fasilitas kesehatan dasar seperti Posyandu, yang perannya sangat vital bagi pelayanan kesehatan ibu dan anak di tingkat desa.

:Bulux_Sky

  • Penulis: Heru Blx_sky

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketika Sunda Melahirkan Seorang Filsuf, Kita Justru Sibuk Mencari Kebijaksanaan di Negeri Orang

    Ketika Sunda Melahirkan Seorang Filsuf, Kita Justru Sibuk Mencari Kebijaksanaan di Negeri Orang

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle Bima
    • visibility 5
    • 1Komentar

    Literasirakyat.com — Ada sebuah ironi yang tak pernah benar-benar selesai di negeri ini. Kita begitu mudah mengagumi peradaban yang datang dari seberang lautan. Nama-nama filsuf Yunani begitu akrab di ruang kelas, teori Barat begitu fasih diucapkan dalam seminar, sementara nama besar dari tanah sendiri perlahan tenggelam bersama debu waktu. Padahal, jauh sebelum buku-buku modern memenuhi […]

  • Saat Pemda Bogor Hadir, Harapan Warga Cimaraca Mulai Bertunas

    Saat Pemda Bogor Hadir, Harapan Warga Cimaraca Mulai Bertunas

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle Bima
    • visibility 2
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com – Di Kampung Cimaraca, RW 05, Desa Curug, Jasinga, harapan itu sempat hanya jadi bisikan kecil di antara warga dengan keinginan memiliki masjid yang lebih layak, tempat anak-anak belajar mengaji, tempat orang tua menenangkan hati setelah lelah bekerja. Namun perlahan, mimpi itu mulai menemukan jalannya. Rabu pagi (03/12/2025), beberapa tokoh kampung berkumpul di halaman […]

  • Ketika TNI Turun ke Jalan: Cerita dari Nanggung Saat HUT TNI Ke-80

    Ketika TNI Turun ke Jalan: Cerita dari Nanggung Saat HUT TNI Ke-80

    • calendar_month Sabtu, 4 Okt 2025
    • account_circle Bima
    • visibility 2
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com – Pagi itu, udara Nanggung masih sejuk ketika ratusan warga mulai berkumpul di lapangan kecamatan. Anak-anak berlarian sambil menggenggam bendera kecil merah putih, sementara para orang tua bersiap mengikuti jalan santai yang digelar Koramil 2117 Nanggung dalam rangka HUT TNI ke-80. Suasana begitu meriah. Warga bercampur dengan jajaran Polsek, perangkat desa, hingga tokoh masyarakat. […]

  • Anggota DPRD Dr. Usep Nukliri Soroti Pendidikan, SDM, dan Kesehatan di Musrenbang Cigudeg 2027

    Anggota DPRD Dr. Usep Nukliri Soroti Pendidikan, SDM, dan Kesehatan di Musrenbang Cigudeg 2027

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle Bima
    • visibility 6
    • 0Komentar

    Publikbogornews.com — Anggota DPRD Kabupaten Bogor Komisi IV, Dr. Usep Nukliri, menegaskan pentingnya perhatian serius pada sektor pendidikan, peningkatan sumber daya manusia (SDM), dan pelayanan kesehatan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 2027 di Aula Kantor Kecamatan Cigudeg, Selasa (3/2/2026). Dr. Usep Nukliri menyoroti masih banyaknya sarana dan prasarana pendidikan di Cigudeg yang bermasalah, mulai dari […]

  • Anggota DPRD Kabupaten Bogor Dr. Usep Nukliri Tinjau Ponpes Darul Ibtida yang Ludes Terbakar

    Anggota DPRD Kabupaten Bogor Dr. Usep Nukliri Tinjau Ponpes Darul Ibtida yang Ludes Terbakar

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • account_circle Bima
    • visibility 5
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com — Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Dr. Usep Nukliri, langsung turun ke lokasi usai kebakaran hebat melanda Pondok Pesantren Darul Ibtida di Kampung Blok Paris, Desa Parakanmuncang, Kecamatan Nanggung, pada Selasa (21/10/2025). Pesantren yang berdiri dengan material kayu dan bambu itu ludes dilalap api. Berdasarkan keterangan Kepala Desa Parakanmuncang, Mauludin, api cepat membesar dan sulit […]

  • Budayawan Bukan Sekadar Berkain Tradisi, Sejarawan Bukan Sekadar Penghafal Masa Lalu

    Budayawan Bukan Sekadar Berkain Tradisi, Sejarawan Bukan Sekadar Penghafal Masa Lalu

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle Bima
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com – Barangkali yang paling menakutkan dari sebuah peradaban bukanlah ketika bangunan-bangunan tuanya runtuh, melainkan ketika makna yang membangunnya ikut terkubur bersama puing-puing zaman. Hari ini kita hidup di masa ketika simbol lebih dihormati daripada nilai. Ketika penampilan lebih dipercaya daripada pemahaman. Ketika seseorang dianggap budayawan hanya karena pandai mengenakan pakaian adat, fasih melafalkan istilah […]

expand_less