Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kabar hukum » Kasus Asusila Terhadap Anak di Rancabungur, Keluarga Korban Minta Keadilan

Kasus Asusila Terhadap Anak di Rancabungur, Keluarga Korban Minta Keadilan

  • account_circle Heru Blx_sky
  • calendar_month Selasa, 23 Sep 2025
  • visibility 9
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Literasirakyat.com-RANCABUNGUR – Viral kasus asusila anak di bawah umur terjadi di wilayah Kecamatan Rancabungur.

Seorang pria paruh baya diduga melakukan aksi bejat terhadap anak tetangganya di warung kelontong miliknya. Peristiwa itu terjadi pada 18 Agustus 2025 lalu.

Pihak keluarga korban kini masih mencari keadilan atas peristiwa tersebut.

Anggi Pratiwi, kerabat korban mengatakan, peristiwa itu bermula saat korban yang masih di bawah umur pergi ke warung kelontong milik pelaku.

“Saat itu waktu Magrib, korban setelah dari warung pelaku pulang dengan kondisi menangis dan mengeluh kesakitan,” ungkapnya saat dihubungi, (23/9).

Awalnya, kata Anggi, keluarga korban tidak curiga. Namun setelah memandikan korban, pihak keluarga melihat bercak darah pada bagian kemaluan korban.

Dari sanalah pihak keluarga menyimpulkan bahwa pelaku yang bernisial J telah melakukan perbuatan tidak terpuji terhadap korban.

Pihak keluarga kemudian melaporkan hal tersebut ke pengurus RT setempat dan sempat mendatangi kediaman pelaku. Namun pelaku tidak mengakui perbuatannya.

“Keesokan harinya kami diminta melapor ke Polres Bogor dan korban telah menjalani visum. Korban juga telah didampingi oleh LSM untuk memastikan kesehatan serta kejiwaannya,” terang Anggi.

Pada Selasa (23/9) ini, aparat kepolisian telah mendatangi kediaman pelaku. Namun pelaku diketahui telah pergi meninggalkan rumah sejak kasus ini ramai.

Menurut Anggi, pihak keluarga kini masih trauma atas apa yang dialami korban. Terlebih pelaku saat ini masih bebas berkeliaran dan belum diamankan pihak berwajib.

“Besok kami akan ke KPAD untuk meminta mengawal kasus ini. Kami keluarga hanya meminta keadilan,” tandasnya.

Red: Blx Sky

  • Penulis: Heru Blx_sky

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mahasiswa “Gedor” Istana Bogor, Tolak BBM Naik hingga RUU Polri

    Mahasiswa “Gedor” Istana Bogor, Tolak BBM Naik hingga RUU Polri

    • calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
    • account_circle Bima
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com – Gelombang kritik terhadap kebijakan pemerintah kembali menggema dari depan Istana Bogor. Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Bergerak Indonesia (FMBI) Gerakan Kolektif dan Kolegial turun ke jalan, Senin (15/6/2026), membawa sederet tuntutan yang mereka sebut sebagai suara keresahan rakyat. Dengan membawa spanduk dan poster kritik, massa aksi menolak rencana kenaikan harga BBM, […]

  • Anggota DPRD Bogor Usep Nukliri: Pemerintah Wajib Hadir Pastikan Rumah Layak Huni

    Anggota DPRD Bogor Usep Nukliri: Pemerintah Wajib Hadir Pastikan Rumah Layak Huni

    • calendar_month Selasa, 23 Sep 2025
    • account_circle Bima
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com – 23 September 2025 – Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Usep Nukliri, blusukan ke Desa Kalong 2 dan Desa Sibanteng, Kecamatan Leuwisadeng, untuk melihat langsung kondisi warga. Ia mendapati sejumlah rumah warga nyaris roboh dan tidak layak huni. “Saya sungguh merasa ini tidak adil. Ada warga yang rumahnya hampir runtuh,” kata Usep. Seorang warga bahkan […]

  • Dr. Usep Nukliri Tegaskan Peran PKBM Sebagai Garda Penting Selamatkan Pendidikan Warga Bogor

    Dr. Usep Nukliri Tegaskan Peran PKBM Sebagai Garda Penting Selamatkan Pendidikan Warga Bogor

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Bima
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com – Anggota DPRD Kabupaten Bogor Komisi IV dari Fraksi Partai Amanat Nasional, Usep Nukliri, mengunjungi PKBM Cahaya Sunnah di Kecamatan Cileungsi, Selasa (28/4/2026), dalam agenda yang tak sekadar seremonial, tetapi menegaskan pentingnya peran Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) sebagai ujung tombak pendidikan nonformal di Kabupaten Bogor. Kunjungan itu menjadi ruang silaturahmi sekaligus penyerapan aspirasi […]

  • Polsek Rancabungur Berhasil Amankan Sepeda Motor Yang Dilaporkan Hilang, Satu Orang Dimintai Keterangan  ‎

    Polsek Rancabungur Berhasil Amankan Sepeda Motor Yang Dilaporkan Hilang, Satu Orang Dimintai Keterangan ‎

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Heru Blx_sky
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Litetsirakyat.com – BOGOR – Polsek Rancabungur Polres Bogor berhasil mengamankan satu unit sepeda motor yang sebelumnya dilaporkan hilang pada Rabu (19/2/2026). Selain mengamankan barang bukti, pihak kepolisian juga membawa satu orang untuk dimintai keterangan lebih lanjut. ‎ ‎Kejadian bermula saat pemilik kendaraan, Dara, warga Kampung Warung Nangka, Desa Rancabungur, melaporkan kehilangan sepeda motor Honda Vario […]

  • Di Tengah Luka Pascabanjir Bandang, Pemkab Bogor Hadir Tinjau Rumah Warga Pangaur

    Di Tengah Luka Pascabanjir Bandang, Pemkab Bogor Hadir Tinjau Rumah Warga Pangaur

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Bima
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com – Duka masih terasa di Desa Pangaur, Kabupaten Bogor. Setelah banjir bandang menerjang beberapa hari lalu, sejumlah warga kini harus menghadapi kenyataan pahit melihat rumah mereka rusak parah, dipenuhi lumpur, dan sebagian harta benda hanyut terbawa arus. Di tengah situasi sulit itu, kehadiran pemerintah menjadi secercah harapan. Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Perumahan dan […]

  • Ratusan Siswa SMPN 1 Leuwiliang Meriahkan Sumpah Pemuda dengan Pakaian Adat

    Ratusan Siswa SMPN 1 Leuwiliang Meriahkan Sumpah Pemuda dengan Pakaian Adat

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • account_circle Bima
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com — Suara gamelan berpadu dengan riuh tawa pelajar memenuhi halaman SMPN 1 Leuwiliang, Sabtu (28/10). Sejak pagi, ratusan siswa berbaris rapi dengan pakaian adat dari berbagai penjuru nusantara — dari kebaya anggun khas Jawa hingga ulos Batak dan kain tenun NTT. Suasana seolah membawa kembali semangat persatuan yang dikumandangkan para pemuda 97 tahun silam. […]

expand_less