Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » “Dari Bogor untuk Indonesia: Amdin Nukliri dan Sumpah yang Tak Pernah Padam”

“Dari Bogor untuk Indonesia: Amdin Nukliri dan Sumpah yang Tak Pernah Padam”

  • account_circle Bima
  • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
  • visibility 93
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Literasirakyat.com – Langit Bogor siang itu tampak teduh, meski matahari masih menancap tajam di atas kepala.

Di suatu tempat, di hadapan ratusan pemuda berdiri tegak, menggemakan ikrar yang sudah berusia hampir seabad yakni ikras sumpah pemuda yang berbunyi, Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa Indonesia.

Namun di antara gema seremonial itu, ada satu suara yang menyelinap lebih dalam, menembus formalitas dan upacara.

 

Suara itu datang dari Amdin Nukliri, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Syarikat Pelajar Muslimin Indonesia (DPP SEPMI).

Bagi Amdin, Sumpah Pemuda bukan sekadar peringatan, melainkan panggilan untuk menepati janji kemerdekaan, janji mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Dari Bogor untuk Indonesia: Amdin Nukliri dan Sumpah yang Tak Pernah Padam”

 

“Kaum muda sebelum kemerdekaan berjuang dengan semangat yang luar biasa. Mereka ditipu dengan janji kesejahteraan, tapi yang datang justru penderitaan. Semua itu terjadi karena minimnya pendidikan,” ujarnya lantang, di tengah tepuk tangan.

 

Amdin tidak sedang berbicara tentang masa lalu semata. Ia sedang berbicara tentang kita — generasi yang hidup di zaman serba digital namun masih berhadapan dengan ketimpangan pengetahuan.

“Kini, penjajahan hadir dalam bentuk baru: ketimpangan akses pendidikan. Masih banyak anak bangsa yang tidak benar-benar merdeka untuk belajar,” katanya.

 

“Dari Bogor Barat, Suara untuk Nusantara”

Lahir di pelosok barat Kabupaten Bogor, Amdin memahami betul bagaimana jarak bisa menjadi sekat bagi pengetahuan.

Di banyak daerah, sekolah masih berarti perjalanan jauh, sinyal internet masih menjadi kemewahan, dan buku masih dianggap barang langka.

“Dari Bogor untuk Indonesia: Amdin Nukliri dan Sumpah yang Tak Pernah Padam”

 

Maka, baginya, bicara tentang Indonesia Emas 2045 bukan soal slogan, tapi tentang keadilan pendidikan yang merata.

“Indeks Pembangunan Manusia (IPM) harus merata di seluruh Indonesia. Tidak boleh ada anak bangsa yang tertinggal dari haknya untuk menempuh pendidikan minimal 12 tahun,” tegasnya.

Di hadapan kader SEPMI dari berbagai daerah, Amdin melontarkan gagasan konkret: menjadikan pendidikan sebagai poros gerakan pemuda.

Bagi organisasi yang berakar dari semangat pelajar muslimin ini, pendidikan bukan sekadar ruang akademik, tapi medan perjuangan membentuk karakter dan nalar kebangsaan.

 

“Dari Sumpah ke Aksi”

Pernyataan Amdin bukan sekadar retorika panggung. Ia mendorong agar seluruh pengurus SEPMI di tingkat provinsi dan kabupaten/kota menghidupkan kembali gerakan belajar, baik melalui pendampingan siswa, kelas literasi, maupun inisiatif sosial di komunitas.

“Dari Bogor untuk Indonesia: Amdin Nukliri dan Sumpah yang Tak Pernah Padam”

 

“Pemuda harus bersaing bukan hanya dengan semangat, tapi dengan ilmu. Kita harus hadir di tengah masyarakat, memberi solusi, bukan hanya seruan,” katanya.

Di momen Sumpah Pemuda ke-97 ini, pesannya terdengar seperti gema masa lalu yang menemukan bentuk barunya.

 

Jika pada 1928 para pemuda berikrar menyatukan bangsa, maka di 2025, tantangannya adalah bagaimana menjaga kesatuan itu melalui kecerdasan, etika, dan kemajuan pendidikan.

“Sumpah yang Terus Hidup”

Ketika upacara usai, sebagian peserta masih berdiri menatap bendera yang perlahan turun. Di wajah mereka, terpantul semangat yang serupa dengan generasi 1927.

 

Bedanya, kini medan perjuangan bukan lagi medan perang, melainkan ruang kelas, layar komputer, dan buku-buku pelajaran.

“Setiap kali kita menempuh ilmu, kita sedang melanjutkan perjuangan para pemuda dulu,” ujar Amdin, menutup sambutannya dengan nada teduh.

“Dari Bogor untuk Indonesia: Amdin Nukliri dan Sumpah yang Tak Pernah Padam”

 

Sumpah Pemuda, baginya, tidak berhenti pada kata-kata. Ia harus menjadi kerja panjang untuk memastikan setiap anak bangsa bisa belajar, tumbuh, dan bermimpi.

Lebih lanjut, semangat itu seolah benar-benar hidup, menyalakan kembali api lama, dalam bentuk sumpah baru, bahwa pendidikan adalah medan juang paling suci bagi generasi muda Indonesia.***

  • Penulis: Bima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapolsek Rancabungur Sambangi Rumah Warga Mekarsari Yang Jadi Korban Begal di Ciampea

    Kapolsek Rancabungur Sambangi Rumah Warga Mekarsari Yang Jadi Korban Begal di Ciampea

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
    • account_circle Heru Blx_sky
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Literadirskyat.com–Rancabungur – Aksi kriminal jalanan kembali meresahkan warga. Seorang warga Kampung Sukajsdi, Desa Mekarsari, Kecamatan Rancabungur, menjadi korban begal di Jembatan Ciampea, perbatasan Kecamatan Rancabungur, pada Jumat (19/9/2025) dini hari sekitar pukul 03.30 WIB.   Kapolsek Rancabungur, IPTU Azis Hidayat, yang mendengar kasus tersebut langsung menyambangi rumah korban, guna melihat langsung keadaan korban.   Kapolsek […]

  • Wacana Redenominasi Rupiah Kembali Menguat, Kemenkeu Siapkan RUU Penghapusan Tiga Nol

    Wacana Redenominasi Rupiah Kembali Menguat, Kemenkeu Siapkan RUU Penghapusan Tiga Nol

    • calendar_month Minggu, 9 Nov 2025
    • account_circle Heru Blx_sky
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com – Jakarta, 9 November 2025 – Rencana penyederhanaan nilai mata uang Rupiah atau yang dikenal dengan istilah redenominasi kembali menjadi agenda strategis nasional. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) secara resmi memasukkan rencana penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Redenominasi Rupiah ke dalam Rencana Strategis (Renstra) 2025–2029. Kebijakan ini bertujuan untuk menghilangkan tiga angka nol (misalnya, Rp10.000 menjadi Rp10), […]

  • SMK Cendikia Muslim Buka Penerimaan Murid Baru 2026/2027, Sekolah Gratis Berkualitas di Bogor

    SMK Cendikia Muslim Buka Penerimaan Murid Baru 2026/2027, Sekolah Gratis Berkualitas di Bogor

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Bima
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Publikbogornews.com – SMK Cendikia Muslim resmi membuka Penerimaan Murid Baru (PMB) Tahun Pelajaran 2026/2027 dengan menawarkan konsep sekolah gratis berkualitas bagi generasi muda di Kabupaten Bogor. Sekolah yang berlokasi di Jalan Raya Ace Tabrani, Desa Parakanmuncang, Kecamatan Nanggung, Bogor ini menghadirkan berbagai program studi unggulan yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja dan industri modern. Adapun […]

  • Gerbang Baru Lahirnya Pemimpin Muda: Rangkaian Muscam KNPI Se-Kabupaten Bogor 2025 Resmi Diluncurkan

    Gerbang Baru Lahirnya Pemimpin Muda: Rangkaian Muscam KNPI Se-Kabupaten Bogor 2025 Resmi Diluncurkan

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle Bima
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com – Di Aula DPD KNPI Kabupaten Bogor, Selasa (18/11/2025), suasana tampak berbeda. Para pengurus OKP, pemuda kecamatan, hingga para penggerak komunitas duduk memenuhi ruangan. Mereka tak sekadar hadir untuk agenda seremonial—hari itu menjadi titik awal sebuah perjalanan baru. Di hadapan peserta, Ketua Steering Committee (SC) Arof Akbar berdiri dan membuka peluncuran rangkaian Musyawarah Kecamatan […]

  • Kemas Firman Hidayat Gaungkan “Menuju Benteng Satu”, HUT RI Ke-81 Bukan Sekadar Pesta

    Kemas Firman Hidayat Gaungkan “Menuju Benteng Satu”, HUT RI Ke-81 Bukan Sekadar Pesta

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
    • account_circle Bima
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Publikbogornews.com – Bagi Ketua RW 05 Desa Benteng, Kemas Firman Hidayat, perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia bukan hanya soal hiburan dan hadiah. Ada pesan yang lebih besar: warga Benteng harus bersatu. Melalui kegiatan bertajuk “SQUAD RW 05 untuk Menuju Benteng Satu”, Kemas mengajak bukan hanya warga RW 05, tetapi seluruh masyarakat Desa Benteng untuk merayakan […]

  • Diduga Alami Serangan Jantung dan Terpeleset, Pendaki Asal Tangsel Meninggal Dunia di Gunung Munara Rumpin Bogor

    Diduga Alami Serangan Jantung dan Terpeleset, Pendaki Asal Tangsel Meninggal Dunia di Gunung Munara Rumpin Bogor

    • calendar_month Minggu, 19 Okt 2025
    • account_circle Heru Blx_sky
    • visibility 113
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com-Rumpin – Kegiatan pendakian seorang pria asal Tangerang Selatan (Tangsel) berinisial BD (40) di kawasan Gunung Munara, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, berakhir tragis. Korban ditemukan meninggal dunia pada Sabtu (18/10/2025) setelah diduga mengalami serangan jantung dan terpeleset saat dalam perjalanan turun gunung. Kepala Polsek Rumpin, AKP Suyoko, membenarkan peristiwa ini. Pihak kepolisian mendapatkan laporan dari […]

expand_less