Peringati Hari Lahir KWB ke-28, Generasi Muda KWB Gelar Doa Bersama dan Santuni Anak Yatim
- account_circle Bima
- calendar_month 0 menit yang lalu
- visibility 1
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Literasirakyat.com – Suasana hangat dan penuh haru menyelimuti Aula Universitas Islam Prabu Siliwangi (UNIPRAS) pada Senin, 22 Juni 2026.
Dalam rangka memperingati Hari Lahir Karukunan Warga Bogor (KWB) ke-28, Generasi Muda Karukunan Warga Bogor (GM KWB) menggelar serangkaian kegiatan yang sarat makna, mulai dari doa bersama untuk para pendiri organisasi, pemotongan kue tasyakuran, hingga santunan bagi anak yatim.

Peringati Hari Lahir KWB ke-28, Generasi Muda KWB Gelar Doa Bersama dan Santuni Anak Yatim
Peringatan hari lahir tersebut tidak hanya menjadi momentum mengenang perjalanan panjang KWB selama hampir tiga dekade, tetapi juga menjadi ajang memperkuat nilai-nilai kebersamaan, kepedulian sosial, dan penghormatan kepada para tokoh yang telah meletakkan fondasi organisasi.
Ketua Umum GM KWB, Dr. Usep Nukliri, memimpin langsung doa bersama yang ditujukan untuk para pendiri dan tokoh KWB yang telah berjasa membangun semangat persaudaraan warga Bogor.
Dalam suasana khidmat, nama-nama pendiri KWB dikenang sebagai sosok yang telah memberikan dedikasi besar bagi kemajuan organisasi dan masyarakat Bogor.

Moment potong kue dan tiup lilin oleh Ketua Umum GM KWB, Dr. Usep Nukliri
Para pendiri yang didoakan antara lain almarhum K.H. Abdurrahman Amir, Ir. H. Pepet M. Syafei, H. Abdullah Alwahdy, H. Umar Lili, SH, H. Rheenna Effendy, SH, MBA, MM, R. A. Sanusi Kusumadilaga, Drs. H. DS Hardjadinata, R. Soebandi H.S, dan A. Iskandardinata.
Menurut Dr. Usep Nukliri, peringatan Hari Lahir KWB bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk mengingat kembali perjuangan para pendiri yang telah menanamkan nilai persatuan, gotong royong, dan kecintaan terhadap Bogor.
“Melalui doa bersama ini, kami ingin menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada para pendiri KWB. Apa yang mereka bangun hingga hari ini menjadi warisan berharga yang harus terus dijaga dan dilanjutkan oleh generasi muda,” ujarnya.

Moment Ketua Umum GM KWB memeberikan sambutan dan pembacaan doa
Selain doa bersama, kegiatan dilanjutkan dengan pemotongan kue sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan KWB yang telah memasuki usia ke-28 tahun. Momen tersebut diwarnai kebersamaan para pengurus, anggota, dan tamu undangan yang hadir.
Tak hanya itu, kepedulian sosial juga menjadi bagian penting dalam peringatan tersebut melalui pemberian santunan kepada anak-anak yatim.
Senyum bahagia yang terpancar dari wajah para penerima santunan menjadi pengingat bahwa semangat berbagi dan membantu sesama merupakan nilai yang terus dijaga oleh keluarga besar KWB.

Moment poto bersama
Peringatan Hari Lahir KWB ke-28 ini menjadi bukti bahwa organisasi yang lahir dari semangat persaudaraan warga Bogor tersebut terus berupaya menjaga warisan para pendiri, sekaligus menanamkan nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial kepada generasi penerus.
Di tengah perubahan zaman, KWB diharapkan tetap menjadi rumah kebersamaan yang mampu merawat persatuan dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat luas.***
- Penulis: Bima

Saat ini belum ada komentar