Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Ketika Politik Turun ke Kampung Oleh Anggota DPRD: Dr. Usep Nukliri Bawa Misi Kemanusiaan

Ketika Politik Turun ke Kampung Oleh Anggota DPRD: Dr. Usep Nukliri Bawa Misi Kemanusiaan

  • account_circle Bima
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 2
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Literasirakyat.com – Politik sering kali identik dengan gedung parlemen, rapat, dan tarik-menarik kepentingan. Namun bagi Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Dr. Usep Nukliri, politik semestinya memiliki wajah yang lebih dekat: wajah manusia.

Prinsip itu kembali ia tunjukkan saat turun langsung ke Kampung Baru, Desa Sukaluyu, Minggu (13/9/2026). Bukan untuk sekadar menyampaikan pidato, melainkan hadir dalam kegiatan santunan anak yatim dan jompo.

Ketika Politik Turun ke Kampung Oleh: Dr. Usep Nukliri Bawa Misi Kemanusiaan

Di tengah masyarakat, jarak antara kursi dewan dan kehidupan warga seolah hilang. Ada tangan yang menerima santunan, ada senyum para lansia, dan ada anak-anak yatim yang merasakan bahwa mereka tidak berjalan sendirian.

Bagi Usep, kepedulian seperti itu bukan sekadar kegiatan sosial. Ia merupakan bagian dari tanggung jawab moral seorang wakil rakyat.

Ketika Politik Turun ke Kampung: Dr. Usep Nukliri Bawa Misi Kemanusiaan

“Yang lebih penting dari politik adalah kemanusiaan. Ketika kita duduk di kursi kekuasaan politik sebagai anggota DPRD, maka kita harus lebih mengedepankan kemanusiaan.”

Pandangan tersebut sejalan dengan gagasannya bahwa politik tidak boleh berhenti pada angka, kebijakan, ataupun dokumen, tetapi harus mampu mendekatkan negara dan kekuasaan kepada kehidupan nyata masyarakat.

Ketika Politik Turun ke Kampung: Dr. Usep Nukliri Bawa Misi Kemanusiaan

Sebab, jabatan bukan sekadar posisi. Jabatan adalah amanah yang diuji dari seberapa jauh ia mampu memberi manfaat.

Dari Kampung Baru, pesan itu menjadi sederhana namun tajam: politik kehilangan makna ketika hanya sibuk mengejar kekuasaan, tetapi politik menemukan martabatnya ketika hadir untuk kemanusiaan.

Ketika Politik Turun ke Kampung Oleh Anggota DPRD: Dr. Usep Nukliri Bawa Misi Kemanusiaan

Dan mungkin, di situlah seorang wakil rakyat seharusnya berdiri, bukan hanya di belakang meja, tetapi di tengah denyut kehidupan rakyat yang diwakilinya.***

  • Penulis: Bima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Di Tengah Luka Pascabanjir Bandang, Pemkab Bogor Hadir Tinjau Rumah Warga Pangaur

    Di Tengah Luka Pascabanjir Bandang, Pemkab Bogor Hadir Tinjau Rumah Warga Pangaur

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Bima
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com – Duka masih terasa di Desa Pangaur, Kabupaten Bogor. Setelah banjir bandang menerjang beberapa hari lalu, sejumlah warga kini harus menghadapi kenyataan pahit melihat rumah mereka rusak parah, dipenuhi lumpur, dan sebagian harta benda hanyut terbawa arus. Di tengah situasi sulit itu, kehadiran pemerintah menjadi secercah harapan. Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Perumahan dan […]

  • Catatan Satir dari Aula SMPN 1: Karena Mengajar Saja Tak Lagi Cukup, Guru- Guru Belajar Lagi

    Catatan Satir dari Aula SMPN 1: Karena Mengajar Saja Tak Lagi Cukup, Guru- Guru Belajar Lagi

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • account_circle Bima
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com – Pagi itu, aula SMPN 1 Leuwiliang penuh. Bukan karena ada ujian nasional, bukan pula karena rapat mendadak — tapi karena para guru sedang belajar lagi. Iya, guru-guru yang biasa memberi tugas kini jadi peserta pelatihan, lengkap dengan buku catatan, pena, dan wajah penuh harapan (serta sedikit kantuk). Spanduk besar tergantung di depan: In […]

  • Projek Pembanguban Penangkaran Burung di Rancabungur, Warga Setempat: Kami Belum Pernah Tandatangan Izin Lingkungan

    Projek Pembanguban Penangkaran Burung di Rancabungur, Warga Setempat: Kami Belum Pernah Tandatangan Izin Lingkungan

    • calendar_month Kamis, 25 Sep 2025
    • account_circle Heru Blx_sky
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com-Rancabungur-Projek pembangunan penangkaran burung di Kampung Warung Nangka, RT 05 RW 08, Desa Rancabungur, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, menuai polemik dikalangan masyarakat sekitar, pasalnya warga yang rumahnya berdekatan dengan pagar pembatas kawasan projek tidak merasa menandatangani izin lingkungan yang menjadi syarat diterbitkannya dokumen perizinan, 24 september 2025. Menurut beberapa warga yang tidak ingin disebutkan namanya, […]

  • IAIB Rombak Struktur, Tegaskan Arah Baru Kepemimpinan 2026

    IAIB Rombak Struktur, Tegaskan Arah Baru Kepemimpinan 2026

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Bima
    • visibility 75
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com — Institut Agama Islam Bogor (IAIB) melakukan perombakan besar-besaran struktur organisasi dengan melantik jajaran pejabat struktural masa jabatan 2026 pada Jumat, 2 Januari 2025. Langkah ini menjadi sinyal kuat penegasan arah baru kepemimpinan kampus.   Sebanyak 3 Wakil Rektor, 3 Dekan, Direktur Pascasarjana, 9 Kepala Program Studi, pimpinan Lembaga Penjamin Mutu, Lembaga Penelitian dan […]

  • Antisipasi Begal dan Tawuran, Warga Cimanggu Mekarsari Terapkan Ronda Malam di Titik Rawan

    Antisipasi Begal dan Tawuran, Warga Cimanggu Mekarsari Terapkan Ronda Malam di Titik Rawan

    • calendar_month Sabtu, 13 Des 2025
    • account_circle Heru Blx_sky
    • visibility 41
    • 0Komentar

    Literasitakyat.com – Rancabungur – Warga Kampung Cimanggu, Desa Mekarsari, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, memperketat keamanan wilayah dengan menerapkan ronda malam secara bergantian. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi aksi pembegalan dan tawuran pelajar di titik-titik yang selama ini dianggap rawan kriminalitas. Area sekitar “Batu Belah” tepatnya gapura Cimanggu, menjadi fokus utama penjagaan. Lokasi ini sudah tidak […]

  • Diduga Alami Serangan Jantung dan Terpeleset, Pendaki Asal Tangsel Meninggal Dunia di Gunung Munara Rumpin Bogor

    Diduga Alami Serangan Jantung dan Terpeleset, Pendaki Asal Tangsel Meninggal Dunia di Gunung Munara Rumpin Bogor

    • calendar_month Minggu, 19 Okt 2025
    • account_circle Heru Blx_sky
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com-Rumpin – Kegiatan pendakian seorang pria asal Tangerang Selatan (Tangsel) berinisial BD (40) di kawasan Gunung Munara, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, berakhir tragis. Korban ditemukan meninggal dunia pada Sabtu (18/10/2025) setelah diduga mengalami serangan jantung dan terpeleset saat dalam perjalanan turun gunung. Kepala Polsek Rumpin, AKP Suyoko, membenarkan peristiwa ini. Pihak kepolisian mendapatkan laporan dari […]

expand_less