Literasirakyat.com – BOGOR – Gelombang unjuk rasa yang digelar ribuan warga di depan Kantor Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, berakhir ricuh pada Senin (12/1). Massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Cigudeg, Rumpin, dan Parungpanjang terlibat bentrok setelah merasa kecewa dengan tanggapan pihak otoritas setempat.

Aksi ini mulanya berjalan tertib. Ribuan massa datang untuk menagih janji Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, terkait tiga poin krusial: pemberian kompensasi, penyediaan lapangan pekerjaan, serta transparansi hasil audit pasca-penutupan tambang di wilayah Bogor Barat. Selain itu, mereka mendesak Bupati dan DPRD Kabupaten Bogor untuk lebih peka terhadap aspirasi rakyat kecil yang terdampak langsung oleh kebijakan tersebut.
Ketegangan memuncak saat Camat Cigudeg, Ade Zulfahmi, naik ke atas mobil komando untuk memberikan tanggapan. Alih-alih meredam suasana, pernyataan Ade justru memantik emosi massa.

”Saya bukan orang pergerakan,” ujar Ade di hadapan para demonstran.
Pernyataan tersebut dianggap tidak empati dan mengecewakan para pengunjuk rasa yang telah lama menunggu solusi konkret. Suasana yang semula kondusif berubah menjadi anarkis; massa mulai melempari bangunan kantor hingga menyebabkan sejumlah kaca jendela Kantor Kecamatan Cigudeg hancur berantakan.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi mulai berangsur terkendali, meski pengamanan di sekitar kantor kecamatan masih diperketat guna mencegah aksi susulan.
Red: Bulux_Sky






