Dr. Usep Nukliri Tegaskan Peran PKBM Sebagai Garda Penting Selamatkan Pendidikan Warga Bogor

Berita21 Dilihat

Literasirakyat.com – Anggota DPRD Kabupaten Bogor Komisi IV dari Fraksi Partai Amanat Nasional, Usep Nukliri, mengunjungi PKBM Cahaya Sunnah di Kecamatan Cileungsi, Selasa (28/4/2026), dalam agenda yang tak sekadar seremonial, tetapi menegaskan pentingnya peran Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) sebagai ujung tombak pendidikan nonformal di Kabupaten Bogor.

Kunjungan itu menjadi ruang silaturahmi sekaligus penyerapan aspirasi dari para pengelola lembaga kesetaraan yang selama ini berada di garis depan membantu warga putus sekolah kembali memperoleh hak pendidikan.

Dalam dialog tersebut, mengemuka persoalan serius terkait peningkatan Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) dan penurunan Angka Tidak Sekolah (ATS), yang dinilai tak bisa diselesaikan hanya mengandalkan jalur pendidikan formal.

Dr. Usep Nukliri Tegaskan Peran PKBM Sebagai Garda Penting Selamatkan Pendidikan Warga Bogor

Usep Nukliri menekankan, PKBM memiliki peran strategis dalam membuka akses pendidikan bagi warga usia sekolah maupun dewasa yang pernah terhenti pendidikannya.

Menurutnya, pendidikan kesetaraan bukan sekadar alternatif, tetapi solusi nyata untuk memutus rantai kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“PKBM hadir memberi kesempatan kedua. Ketika sekolah formal memiliki batas usia, PKBM justru menjadi jembatan agar warga tetap bisa melanjutkan pendidikan dan memperbaiki masa depan,” ujarnya.

Ia juga menyatakan komitmennya memperjuangkan dukungan bagi lembaga pendidikan kesetaraan agar program peningkatan RLS dan penurunan ATS dapat berjalan lebih maksimal.

Dr. Usep Nukliri Tegaskan Peran PKBM Sebagai Garda Penting Selamatkan Pendidikan Warga Bogor

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan RLS Kabupaten Bogor per November 2025 masih berada di angka 8,72 tahun, setara kelas 8 SMP.

Angka ini menjadi tantangan besar yang, menurut banyak pihak, sulit ditingkatkan tanpa memperkuat ekosistem PKBM.

Ketua Forum PKBM Kabupaten Bogor, Ispriyadi, menegaskan kunci kenaikan RLS justru banyak bertumpu pada lembaga kesetaraan.

Sebab, warga usia di atas 25 tahun yang pernah putus sekolah tidak lagi dapat kembali ke pendidikan formal, sehingga PKBM menjadi satu-satunya jalur melanjutkan pendidikan dasar dan menengah.

“Kalau bicara peningkatan lama sekolah, maka PKBM bukan pelengkap, tapi bagian penting dari solusi,” tegasnya.

Dr. Usep Nukliri Tegaskan Peran PKBM Sebagai Garda Penting Selamatkan Pendidikan Warga Bogor

Diskusi yang juga melibatkan unsur tutor, pengelola koperasi PKBM, dan satuan pendidikan kesetaraan itu memperkuat pandangan bahwa PKBM memiliki fungsi lebih luas, bukan hanya mencetak ijazah kesetaraan, tetapi membangun harapan, keterampilan, dan peluang hidup yang lebih baik bagi masyarakat.

Momentum itu ditutup dengan penandatanganan pengangkatan Usep Nukliri sebagai Pembina Kehormatan Koperasi PKBM Kabupaten Bogor, sebagai simbol penguatan dukungan terhadap gerakan pendidikan masyarakat.

Kunjungan ini menjadi pesan penting bahwa di tengah tantangan pendidikan, PKBM tetap berdiri sebagai garda kedua yang menopang warga yang tercecer dari sistem, memastikan tak ada yang terlambat untuk belajar, dan tak ada yang tertinggal untuk maju.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *