Literasirakyat.com – BOGOR – Menjelang momentum Bulan Suci Ramadhan 1447 H, PT Sudamanik kembali mengukuhkan komitmen sosialnya melalui penyaluran bantuan pangan bagi masyarakat di wilayah lingkar tambang. Perusahaan mendistribusikan ribuan paket sembako kepada warga Desa Rengasjajar, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, pada Sabtu (14/02/2026).
Inisiatif ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) yang dirancang untuk memperkuat ketahanan pangan warga di tengah dinamika ekonomi saat ini.
Proses pendistribusian dilakukan secara intensif dengan menjangkau berbagai titik strategis di Desa Rengasjajar. Cakupan bantuan menyasar warga yang bermukim di wilayah Kampung Lebakwangi Girang, Kadaung, Lebakwangi Hilir, Lebakwangi Pasar, hingga Lebakwangi Lapangan. Pendekatan “jemput bola” diterapkan guna memastikan bantuan tersalurkan secara langsung dan tepat sasaran kepada mereka yang paling membutuhkan.
Paket bantuan yang diserahkan terdiri dari komoditas pangan esensial, seperti beras, minyak goreng, dan mie instan. Kehadiran tim PT Sudamanik di tengah pemukiman warga disambut dengan antusiasme tinggi, mengingat bantuan ini menjadi solusi nyata di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok yang kerap terjadi menjelang bulan puasa.

Salah seorang perwakilan warga dari Dusun 1 menyampaikan apresiasi mendalam atas konsistensi perusahaan. Menurutnya, kontribusi nyata ini sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan harian. “Kami sangat menghargai kepedulian PT Sudamanik. Semoga sinergi ini membawa keberkahan bagi perusahaan dan seluruh jajarannya,” ungkapnya.
Ketangguhan Korporasi di Tengah Moratorium
Perwakilan PT Sudamanik yang memimpin jalannya aksi sosial, Iyus, mengonfirmasi bahwa sebanyak 1.580 paket sembako telah disalurkan. Ia menekankan bahwa langkah ini didasari oleh kepekaan manajemen terhadap penurunan daya beli masyarakat, khususnya sejak diberlakukannya kebijakan moratorium kegiatan pertambangan.
Secara transparan, pihak manajemen mengakui bahwa saat ini perusahaan tengah berada dalam periode transisi yang penuh tantangan. Penghentian operasional akibat moratorium memberikan dampak signifikan terhadap stabilitas finansial internal. Kondisi ini memaksa perusahaan untuk menerapkan kebijakan efisiensi yang ketat demi menjaga keberlangsungan organisasi.
Namun demikian, keterbatasan tersebut tidak menyurutkan komitmen PT Sudamanik untuk tetap hadir bagi masyarakat. Iyus menegaskan bahwa kesejahteraan warga di wilayah operasional merupakan prioritas yang tidak dapat dikesampingkan. Baginya, menjaga hubungan harmonis dan solidaritas sosial tetap menjadi fondasi utama perusahaan meski dalam situasi krisis sekalipun.
Optimisme Masa Depan
Melalui aksi filantropi ini, PT Sudamanik berharap beban ekonomi warga dalam menyambut Ramadhan 2026 dapat terakomodasi dengan baik. Manajemen berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat di masa sulit, sembari menaruh harapan besar agar iklim industri pertambangan segera pulih kembali demi terciptanya kesejahteraan bersama secara berkelanjutan.
:Blx






