Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » “Dari Bogor untuk Indonesia: Amdin Nukliri dan Sumpah yang Tak Pernah Padam”

“Dari Bogor untuk Indonesia: Amdin Nukliri dan Sumpah yang Tak Pernah Padam”

  • account_circle Bima
  • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
  • visibility 2
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Literasirakyat.com – Langit Bogor siang itu tampak teduh, meski matahari masih menancap tajam di atas kepala.

Di suatu tempat, di hadapan ratusan pemuda berdiri tegak, menggemakan ikrar yang sudah berusia hampir seabad yakni ikras sumpah pemuda yang berbunyi, Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa Indonesia.

Namun di antara gema seremonial itu, ada satu suara yang menyelinap lebih dalam, menembus formalitas dan upacara.

 

Suara itu datang dari Amdin Nukliri, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Syarikat Pelajar Muslimin Indonesia (DPP SEPMI).

Bagi Amdin, Sumpah Pemuda bukan sekadar peringatan, melainkan panggilan untuk menepati janji kemerdekaan, janji mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Dari Bogor untuk Indonesia: Amdin Nukliri dan Sumpah yang Tak Pernah Padam”

 

“Kaum muda sebelum kemerdekaan berjuang dengan semangat yang luar biasa. Mereka ditipu dengan janji kesejahteraan, tapi yang datang justru penderitaan. Semua itu terjadi karena minimnya pendidikan,” ujarnya lantang, di tengah tepuk tangan.

 

Amdin tidak sedang berbicara tentang masa lalu semata. Ia sedang berbicara tentang kita — generasi yang hidup di zaman serba digital namun masih berhadapan dengan ketimpangan pengetahuan.

“Kini, penjajahan hadir dalam bentuk baru: ketimpangan akses pendidikan. Masih banyak anak bangsa yang tidak benar-benar merdeka untuk belajar,” katanya.

 

“Dari Bogor Barat, Suara untuk Nusantara”

Lahir di pelosok barat Kabupaten Bogor, Amdin memahami betul bagaimana jarak bisa menjadi sekat bagi pengetahuan.

Di banyak daerah, sekolah masih berarti perjalanan jauh, sinyal internet masih menjadi kemewahan, dan buku masih dianggap barang langka.

“Dari Bogor untuk Indonesia: Amdin Nukliri dan Sumpah yang Tak Pernah Padam”

 

Maka, baginya, bicara tentang Indonesia Emas 2045 bukan soal slogan, tapi tentang keadilan pendidikan yang merata.

“Indeks Pembangunan Manusia (IPM) harus merata di seluruh Indonesia. Tidak boleh ada anak bangsa yang tertinggal dari haknya untuk menempuh pendidikan minimal 12 tahun,” tegasnya.

Di hadapan kader SEPMI dari berbagai daerah, Amdin melontarkan gagasan konkret: menjadikan pendidikan sebagai poros gerakan pemuda.

Bagi organisasi yang berakar dari semangat pelajar muslimin ini, pendidikan bukan sekadar ruang akademik, tapi medan perjuangan membentuk karakter dan nalar kebangsaan.

 

“Dari Sumpah ke Aksi”

Pernyataan Amdin bukan sekadar retorika panggung. Ia mendorong agar seluruh pengurus SEPMI di tingkat provinsi dan kabupaten/kota menghidupkan kembali gerakan belajar, baik melalui pendampingan siswa, kelas literasi, maupun inisiatif sosial di komunitas.

“Dari Bogor untuk Indonesia: Amdin Nukliri dan Sumpah yang Tak Pernah Padam”

 

“Pemuda harus bersaing bukan hanya dengan semangat, tapi dengan ilmu. Kita harus hadir di tengah masyarakat, memberi solusi, bukan hanya seruan,” katanya.

Di momen Sumpah Pemuda ke-97 ini, pesannya terdengar seperti gema masa lalu yang menemukan bentuk barunya.

 

Jika pada 1928 para pemuda berikrar menyatukan bangsa, maka di 2025, tantangannya adalah bagaimana menjaga kesatuan itu melalui kecerdasan, etika, dan kemajuan pendidikan.

“Sumpah yang Terus Hidup”

Ketika upacara usai, sebagian peserta masih berdiri menatap bendera yang perlahan turun. Di wajah mereka, terpantul semangat yang serupa dengan generasi 1927.

 

Bedanya, kini medan perjuangan bukan lagi medan perang, melainkan ruang kelas, layar komputer, dan buku-buku pelajaran.

“Setiap kali kita menempuh ilmu, kita sedang melanjutkan perjuangan para pemuda dulu,” ujar Amdin, menutup sambutannya dengan nada teduh.

“Dari Bogor untuk Indonesia: Amdin Nukliri dan Sumpah yang Tak Pernah Padam”

 

Sumpah Pemuda, baginya, tidak berhenti pada kata-kata. Ia harus menjadi kerja panjang untuk memastikan setiap anak bangsa bisa belajar, tumbuh, dan bermimpi.

Lebih lanjut, semangat itu seolah benar-benar hidup, menyalakan kembali api lama, dalam bentuk sumpah baru, bahwa pendidikan adalah medan juang paling suci bagi generasi muda Indonesia.***

  • Penulis: Bima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Antisipasi Begal dan Tawuran, Warga Cimanggu Mekarsari Terapkan Ronda Malam di Titik Rawan

    Antisipasi Begal dan Tawuran, Warga Cimanggu Mekarsari Terapkan Ronda Malam di Titik Rawan

    • calendar_month Sabtu, 13 Des 2025
    • account_circle Heru Blx_sky
    • visibility 4
    • 0Komentar

    Literasitakyat.com – Rancabungur – Warga Kampung Cimanggu, Desa Mekarsari, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, memperketat keamanan wilayah dengan menerapkan ronda malam secara bergantian. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi aksi pembegalan dan tawuran pelajar di titik-titik yang selama ini dianggap rawan kriminalitas. Area sekitar “Batu Belah” tepatnya gapura Cimanggu, menjadi fokus utama penjagaan. Lokasi ini sudah tidak […]

  • Ketua umum LSM Harimau, Tony Syarifudin Hidayat, S.H. dukung penuh aksi LSM Harimau Subang

    Ketua umum LSM Harimau, Tony Syarifudin Hidayat, S.H. dukung penuh aksi LSM Harimau Subang

    • calendar_month Kamis, 18 Sep 2025
    • account_circle Heru Blx_sky
    • visibility 5
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com-Subang, 17 September 2025 – Aksi penyampaian pernyataan sikap dan tuntutan oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) LSM Harimau Kabupaten Subang terhadap praktik investasi nakal dan penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA) ilegal mendapat perhatian serius dari pusat. Ketua Umum LSM Harimau, Tony Syarifudin Hidayat, S.H., menyatakan dukungan penuh terhadap langkah yang diambil DPC Subang. Dalam pernyataannya, […]

  • Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Sugara, Tinjau Langsung Rumah Tidak Layak Huni di Rancabungur

    Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Sugara, Tinjau Langsung Rumah Tidak Layak Huni di Rancabungur

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • account_circle Heru Blx_sky
    • visibility 6
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com-Rancabungur-Bogor-Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik keluarga Dedi yang berada di Kampung Sukajadi RT 02/RW 02, Desa Mekarsari, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, mendapat perhatian khusus dari Anggota DPRD Kabupaten Bogor Fraksi PPP, Sugara. Setelah menghadiri acara reses Anggota DPRD Kabupaten Bogor Dapil VI di kantor Kecamatan Rancabungur pada 8 Oktober 2025, Sugara, yang sebelumnya telah […]

  • HISTERIS! Kesurupan Massal Landa Karyawan Pabrik Aparel di Cibungbulang Bogor, Dipicu Pohon Tumbang

    HISTERIS! Kesurupan Massal Landa Karyawan Pabrik Aparel di Cibungbulang Bogor, Dipicu Pohon Tumbang

    • calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
    • account_circle Heru Blx_sky
    • visibility 4
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com-BOGOR – Puluhan karyawati di sebuah pabrik garmen/aparel di Desa Cemplang, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, mengalami kesurupan massal pada Kamis malam (16/10/2025). Peristiwa ini terjadi sesaat setelah hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah tersebut, yang menyebabkan sebuah pohon besar di sekitar lokasi tumbang. Suasana mencekam dilaporkan terjadi di dalam pabrik sekitar pukul 20.00 WIB. […]

  • Pemdes Cimulang Dukung Kelompok Tani dan Peternakan Ayam Petelur: Langkah Nyata Wujudkan Kesejahteraan dan Akses Pangan Terjangkau

    Pemdes Cimulang Dukung Kelompok Tani dan Peternakan Ayam Petelur: Langkah Nyata Wujudkan Kesejahteraan dan Akses Pangan Terjangkau

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle Heru Blx_sky
    • visibility 7
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com – Cimulang – Rancabungur, 9 Mei 2026 – Kelompok Tani Wahana Sejahtera Mandiri yang beroperasi di Desa Cimulang kini tidak hanya berfokus pada peningkatan produktivitas di sektor pertanian dan peternakan, tetapi juga berperan aktif memberikan manfaat nyata bagi seluruh warga desa. Salah satu pencapaian yang paling dirasakan masyarakat adalah ketersupplyan telur ayam petelur hasil […]

  • Diduga Upah di Bawah Standar dan Langgar Hak BPJS, Pekerja Gondola Vivo Mall Adukan Perusahaan ke Disnaker

    Diduga Upah di Bawah Standar dan Langgar Hak BPJS, Pekerja Gondola Vivo Mall Adukan Perusahaan ke Disnaker

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Heru Blx_sky
    • visibility 3
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com – BOGOR – 06/03/2025 – Seorang pekerja operasional gondola di kawasan Vivo Mall Bogor resmi melayangkan pengaduan terkait dugaan pelanggaran ketenagakerjaan ke UPTD Pengawasan Ketenagakerjaan Wilayah I Bogor. Laporan tersebut ditujukan kepada PT Dhimas Cahaya Wahyu Anugrah, perusahaan tempatnya bernaung. Pekerja bernama M. Fikri Dwi Januar, warga Rancabungur, Kabupaten Bogor, mengungkapkan bahwa selama masa kontraknya […]

expand_less