Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Peringati Hari Lahir KWB ke-28, Generasi Muda KWB Gelar Doa Bersama dan Santuni Anak Yatim

Peringati Hari Lahir KWB ke-28, Generasi Muda KWB Gelar Doa Bersama dan Santuni Anak Yatim

  • account_circle Bima
  • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
  • visibility 25
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Literasirakyat.com – Suasana hangat dan penuh haru menyelimuti Aula Universitas Islam Prabu Siliwangi (UNIPRAS) pada Senin, 22 Juni 2026.

Dalam rangka memperingati Hari Lahir Karukunan Warga Bogor (KWB) ke-28, Generasi Muda Karukunan Warga Bogor (GM KWB) menggelar serangkaian kegiatan yang sarat makna, mulai dari doa bersama untuk para pendiri organisasi, pemotongan kue tasyakuran, hingga santunan bagi anak yatim.

Peringati Hari Lahir KWB ke-28, Generasi Muda KWB Gelar Doa Bersama dan Santuni Anak Yatim

Peringatan hari lahir tersebut tidak hanya menjadi momentum mengenang perjalanan panjang KWB selama hampir tiga dekade, tetapi juga menjadi ajang memperkuat nilai-nilai kebersamaan, kepedulian sosial, dan penghormatan kepada para tokoh yang telah meletakkan fondasi organisasi.

Ketua Umum GM KWB, Dr. Usep Nukliri, memimpin langsung doa bersama yang ditujukan untuk para pendiri dan tokoh KWB yang telah berjasa membangun semangat persaudaraan warga Bogor.

Dalam suasana khidmat, nama-nama pendiri KWB dikenang sebagai sosok yang telah memberikan dedikasi besar bagi kemajuan organisasi dan masyarakat Bogor.

Moment potong kue dan tiup lilin oleh Ketua Umum GM KWB, Dr. Usep Nukliri

Para pendiri yang didoakan antara lain almarhum K.H. Abdurrahman Amir, Ir. H. Pepet M. Syafei, H. Abdullah Alwahdy, H. Umar Lili, SH, H. Rheenna Effendy, SH, MBA, MM, R. A. Sanusi Kusumadilaga, Drs. H. DS Hardjadinata, R. Soebandi H.S, dan A. Iskandardinata.

Menurut Dr. Usep Nukliri, peringatan Hari Lahir KWB bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk mengingat kembali perjuangan para pendiri yang telah menanamkan nilai persatuan, gotong royong, dan kecintaan terhadap Bogor.

“Melalui doa bersama ini, kami ingin menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada para pendiri KWB. Apa yang mereka bangun hingga hari ini menjadi warisan berharga yang harus terus dijaga dan dilanjutkan oleh generasi muda,” ujarnya.

Moment Ketua Umum GM KWB memeberikan sambutan dan pembacaan doa

Selain doa bersama, kegiatan dilanjutkan dengan pemotongan kue sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan KWB yang telah memasuki usia ke-28 tahun. Momen tersebut diwarnai kebersamaan para pengurus, anggota, dan tamu undangan yang hadir.

Tak hanya itu, kepedulian sosial juga menjadi bagian penting dalam peringatan tersebut melalui pemberian santunan kepada anak-anak yatim.

Senyum bahagia yang terpancar dari wajah para penerima santunan menjadi pengingat bahwa semangat berbagi dan membantu sesama merupakan nilai yang terus dijaga oleh keluarga besar KWB.

Moment poto bersama

Peringatan Hari Lahir KWB ke-28 ini menjadi bukti bahwa organisasi yang lahir dari semangat persaudaraan warga Bogor tersebut terus berupaya menjaga warisan para pendiri, sekaligus menanamkan nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial kepada generasi penerus.

Di tengah perubahan zaman, KWB diharapkan tetap menjadi rumah kebersamaan yang mampu merawat persatuan dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat luas.***

  • Penulis: Bima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • TPT Proyek GOM Rancabungur Jebol Sebelum Diresmikan, Perencanaan Teknis Dipertanyakan

    TPT Proyek GOM Rancabungur Jebol Sebelum Diresmikan, Perencanaan Teknis Dipertanyakan

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Heru Blx_sky
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com – Bogor, 23/01/2026 – Insiden longsor di area bibir Setu pada lokasi proyek Gelangang Olahraga Masyarakat (GOM) di Desa Rancabungur, Kecamatan Rancabungur, memicu sorotan tajam. Perencanaan dan kajian teknis pembangunan tersebut dinilai mengabaikan karakteristik tanah setempat yang rentan. ‎Secara teknis, kawasan bibir Setu merupakan wilayah dengan tingkat kerentanan tinggi terhadap pergerakan tanah, terutama saat […]

  • Sapa Warga di Sibeureum, Dr. Usep Nukliri: Politik Harus Kembali pada Kemanusiaan

    Sapa Warga di Sibeureum, Dr. Usep Nukliri: Politik Harus Kembali pada Kemanusiaan

    • calendar_month Minggu, 13 Sep 2026
    • account_circle Bima
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com — Kampung Sibeureum, Desa Kalong 2, Kabupaten Bogor, menjadi ruang perjumpaan antara wakil rakyat dan masyarakat. Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Dr. Usep Nukliri, hadir dalam kegiatan Sapa Warga. Bukan sekadar datang dan menyapa, tetapi membuka ruang untuk mendengar cerita, melihat realitas kehidupan masyarakat, serta memahami berbagai persoalan dari dekat.   Bagi Usep, turun langsung […]

  • Jumat Berkah Dr. Usep Nukliri: Mengetuk Pintu, Menyapa Lansia, Menguatkan Warga di Pelosok Nanggung

    Jumat Berkah Dr. Usep Nukliri: Mengetuk Pintu, Menyapa Lansia, Menguatkan Warga di Pelosok Nanggung

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle Bima
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com – Jumat, 28 Agustus 2026, suasana di Kampung Pasir Ahad, Desa Parakanmuncang, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, terasa berbeda. Bukan karena sebuah seremoni besar. Tidak ada panggung megah atau deretan kursi kehormatan. Yang terlihat justru langkah kaki seorang anggota DPRD Kabupaten Bogor, Dr. Usep Nukliri, menyusuri rumah-rumah warga. “Hari itu, ia memilih blusukan dalam kegiatan […]

  • Budayawan Bukan Sekadar Berkain Tradisi, Sejarawan Bukan Sekadar Penghafal Masa Lalu

    Budayawan Bukan Sekadar Berkain Tradisi, Sejarawan Bukan Sekadar Penghafal Masa Lalu

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle Bima
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com – Barangkali yang paling menakutkan dari sebuah peradaban bukanlah ketika bangunan-bangunan tuanya runtuh, melainkan ketika makna yang membangunnya ikut terkubur bersama puing-puing zaman. Hari ini kita hidup di masa ketika simbol lebih dihormati daripada nilai. Ketika penampilan lebih dipercaya daripada pemahaman. Ketika seseorang dianggap budayawan hanya karena pandai mengenakan pakaian adat, fasih melafalkan istilah […]

  • Mandat Fokusmaker Menggebrak: Deli Hanapi Siap Guncang KNPI Jasinga

    Mandat Fokusmaker Menggebrak: Deli Hanapi Siap Guncang KNPI Jasinga

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • account_circle Bima
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com — Kamis 20 November 2025, suasana pertemuan kecil di Kabupaten Bogor berubah menjadi momen penting bagi perjalanan seorang anak muda bernama Deli Hanapi. Di hadapan para pengurus Fokusmaker, sebuah map berisi surat mandat resmi diserahkan langsung oleh Ketua Bakorcab Fokusmaker Kabupaten Bogor, Edi Koswara. Bukan sekadar penyerahan surat, di ruang sederhana itu, sebuah kepercayaan […]

  • SMK Cendikia Muslim Buka Penerimaan Murid Baru 2026/2027, Sekolah Gratis Berkualitas di Bogor

    SMK Cendikia Muslim Buka Penerimaan Murid Baru 2026/2027, Sekolah Gratis Berkualitas di Bogor

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Bima
    • visibility 57
    • 0Komentar

    Publikbogornews.com – SMK Cendikia Muslim resmi membuka Penerimaan Murid Baru (PMB) Tahun Pelajaran 2026/2027 dengan menawarkan konsep sekolah gratis berkualitas bagi generasi muda di Kabupaten Bogor. Sekolah yang berlokasi di Jalan Raya Ace Tabrani, Desa Parakanmuncang, Kecamatan Nanggung, Bogor ini menghadirkan berbagai program studi unggulan yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja dan industri modern. Adapun […]

expand_less