Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Literasi » Bicara Sumpah Pemuda: Saatnya Bersumpah Ulang!

Bicara Sumpah Pemuda: Saatnya Bersumpah Ulang!

  • account_circle Bima
  • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
  • visibility 52
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Literasirakyat.com – Mari jujur. Tiap 28 Oktober kita ramai-ramai berteriak, “Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa!” — tapi begitu upacara selesai, sumpah itu ikut dikubur di bawah karpet merah.

Ya, Sumpah Pemuda lahir tahun 1928, 97 tahun lalu. Sebuah kongres yang melahirkan tiga kalimat yang mengguncang zaman. Tapi kini, yang tersisa hanya gema tanpa makna.

Bicara Sumpah Pemuda: Saatnya Bersumpah Ulang!

Sumpah itu dulu lahir dari lima dasar kokoh: kemauan, sejarah, bahasa, hukum adat, serta pendidikan dan kepanduan.

Namun mari kita bedah satu per satu — sebab nyatanya, banyak yang kini tinggal puing.

 

Kemauan? Kini hanya tinggal seremonial.

Semangat untuk berubah, bersatu, dan membangun bangsa berganti dengan upacara, spanduk, dan lomba baca puisi tahunan.

Kita lebih sibuk memposting ucapan “Selamat Hari Sumpah Pemuda” daripada benar-benar menyelami maknanya.

 

Sejarah? Masih banyak yang kabur.

Kita tahu tanggal dan tempat, tapi tak memahami luka dan perjuangan di baliknya.

Generasi muda hapal nama tokoh, tapi tak kenal gagasan dan nyalinya. Sejarah berubah jadi pelajaran yang dihafal, bukan diteladani.

Bahasa? Ya, masih kita gunakan, tapi makin tercemar. Di dunia digital, bahasa Indonesia dikoyak campuran bahasa gaul dan ego.

Kita tak lagi bicara untuk memahami, tapi untuk tampil keren di linimasa.

Pendidikan dan kepanduan? Dua hal ini sudah nyaris tinggal nama.

Karakter Pancasila makin tipis, rasa hormat makin kering. Lihat saja tawuran, perundungan, hingga kekerasan antarsekolah, bukti nyata bahwa sumpah itu kini tinggal teks di buku upacara, tanpa nyawa di dada muda.

 

Hukum adat? Masih menunggu pengakuan penuh dari negara.

Warisan luhur bangsa masih dianggap pelengkap, bukan fondasi. Kita lebih cepat meniru hukum luar negeri ketimbang menggali kearifan sendiri.

Lalu apa yang tersisa dari sumpah yang dulu mengguncang dunia itu?

Mungkin hanya upacaranya.

Sudah saatnya Sumpah Pemuda diulang — bukan di podium, tapi di hati dan tindakan.

Karena sumpah tanpa penghayatan bukanlah janji,

melainkan dusta nasional yang kita rayakan setiap tahun.***

Oleh: Didin Kherudin, Jasinga 28 Oktober 2025.

  • Penulis: Bima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPD PAN Kabupaten Bogor Lantik Relawan dan Gelar Rakerda, Perkuat Soliditas Organisasi

    DPD PAN Kabupaten Bogor Lantik Relawan dan Gelar Rakerda, Perkuat Soliditas Organisasi

    • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
    • account_circle Bima
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Bogor menggelar Pelantikan Relawan dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di GOR Griya Parung Panjang, Sabtu (4/7/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi partai sekaligus menyusun strategi organisasi dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan DPP PAN, Sekretaris Wilayah PAN Ivan […]

  • Polantas dan Dishub Turun Langsung ke Jalan Untuk Mentertibkan Lalu Lintas Angkutan Tambang

    Polantas dan Dishub Turun Langsung ke Jalan Untuk Mentertibkan Lalu Lintas Angkutan Tambang

    • calendar_month Kamis, 18 Sep 2025
    • account_circle Heru Blx_sky
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com-BOGOR – Parungpanjang ,Peraturan mengatur tentang pembatasan waktu jam operasional kendaraan angkutan barang khusus tambang di Kabupaten Bogor.Tepatnya di Perbatasan Jembatan malang Nengah antara Bogor dan Tangerang. Berikut adalah poin-poin penting terkait peraturan ini Rabu (17/9/2025). Namun sopir Truk Tronton Seolah olah tidak menghargai Petugas yang sedang bertugas berjaga di pingir jalan tetap di trobos […]

  • IAIB Rombak Struktur, Tegaskan Arah Baru Kepemimpinan 2026

    IAIB Rombak Struktur, Tegaskan Arah Baru Kepemimpinan 2026

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Bima
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com — Institut Agama Islam Bogor (IAIB) melakukan perombakan besar-besaran struktur organisasi dengan melantik jajaran pejabat struktural masa jabatan 2026 pada Jumat, 2 Januari 2025. Langkah ini menjadi sinyal kuat penegasan arah baru kepemimpinan kampus.   Sebanyak 3 Wakil Rektor, 3 Dekan, Direktur Pascasarjana, 9 Kepala Program Studi, pimpinan Lembaga Penjamin Mutu, Lembaga Penelitian dan […]

  • “Dari Bogor untuk Indonesia: Amdin Nukliri dan Sumpah yang Tak Pernah Padam”

    “Dari Bogor untuk Indonesia: Amdin Nukliri dan Sumpah yang Tak Pernah Padam”

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • account_circle Bima
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com – Langit Bogor siang itu tampak teduh, meski matahari masih menancap tajam di atas kepala. Di suatu tempat, di hadapan ratusan pemuda berdiri tegak, menggemakan ikrar yang sudah berusia hampir seabad yakni ikras sumpah pemuda yang berbunyi, Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa Indonesia. Namun di antara gema seremonial itu, ada satu suara yang […]

  • Pemuda Lintas Agama Bogor Kompak, Fun Game Jadi Ajang Persatuan

    Pemuda Lintas Agama Bogor Kompak, Fun Game Jadi Ajang Persatuan

    • calendar_month Minggu, 14 Sep 2025
    • account_circle Bima
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com – Semangat kebersamaan lintas agama di Kabupaten Bogor kembali terlihat dalam kegiatan Fun Game Pemuda Lintas Agama, yang diinisiasi oleh berbagai organisasi kepemudaan, mulai dari GP Ansor, Pemuda Muslimin Indonesia, Pemuda Muhammadiyah, Pemuda Katolik, Pemuda Buddha, Pemuda Konghucu, Pemuda Hindu, hingga unsur pemuda lintas iman lainnya. Meski dikemas dalam bentuk pertandingan olahraga, kegiatan ini […]

  • Ratusan Siswa SMPN 1 Leuwiliang Meriahkan Sumpah Pemuda dengan Pakaian Adat

    Ratusan Siswa SMPN 1 Leuwiliang Meriahkan Sumpah Pemuda dengan Pakaian Adat

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • account_circle Bima
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com — Suara gamelan berpadu dengan riuh tawa pelajar memenuhi halaman SMPN 1 Leuwiliang, Sabtu (28/10). Sejak pagi, ratusan siswa berbaris rapi dengan pakaian adat dari berbagai penjuru nusantara — dari kebaya anggun khas Jawa hingga ulos Batak dan kain tenun NTT. Suasana seolah membawa kembali semangat persatuan yang dikumandangkan para pemuda 97 tahun silam. […]

expand_less