Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Di Tengah Kota Dipoles: di Pinggiran Harapan Tumbuh di Atas Jembatan Desa

Di Tengah Kota Dipoles: di Pinggiran Harapan Tumbuh di Atas Jembatan Desa

  • account_circle Bima
  • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
  • visibility 164
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Literasirakyat.com — Di tengah wajah ibu kota Kabupaten Bogor yang terus dipercantik demi kenyamanan warga kota dan pekerja pemda, realitas berbeda justru terlihat di wilayah perbatasan.

Di Kecamatan Nanggung, harapan ruang publik yang layak tumbuh bukan dari taman kota atau alun-alun representatif, melainkan dari keramaian sederhana di atas sebuah jembatan desa.

Pemandangan itu nyata setiap Ramadan di Jembatan Lukut, Desa Parakanmuncang yang berbatasan dengan Desa Kalongliud.

Jembatan yang membentang di atas Sungai Cikaniki itu mendadak berubah fungsi menjadi ruang publik dadakan.

Menjelang azan magrib, ratusan warga memadati sisi jalan dan bahu jembatan untuk ngabuburit. Anak-anak, remaja, hingga orang tua duduk berjejer menikmati semilir angin sungai.

Di sekelilingnya, pedagang musiman menjajakan takjil, membentuk pasar kecil yang hidup — namun tanpa penataan.

“Kalau Ramadan hampir tiap sore pasti ramai. Banyak yang datang cuma buat lihat sungai sama nunggu magrib bareng teman-teman,” ujar Pardi, warga setempat, Senin (23/2/2026).

Suasana kebersamaan itu memang hangat. Tetapi di balik kehangatan, terselip persoalan yang tak bisa diabaikan.

Arus kendaraan tersendat, motor dan mobil harus melambat karena bahu jalan dipenuhi pengunjung.

Potensi kemacetan dan risiko keselamatan menjadi konsekuensi yang terus berulang setiap tahun.

Siti (34) mengaku menikmati suasana tersebut, namun berharap ada solusi nyata. “Seru sih, jadi ada hiburan gratis. Tapi kadang macet juga, apalagi kalau sudah mendekati waktu buka,” katanya.

Fenomena tahunan ini bukan sekadar cerita ngabuburit. Ia menjadi cermin ketimpangan ruang publik.

Ketika pusat kota dipoles dengan berbagai fasilitas, masyarakat di wilayah perbatasan justru memaksimalkan infrastruktur seadanya, bahkan jika itu hanya sebuah jembatan penghubung.

Ketua Karang Taruna Kecamatan Nanggung, Hamdan Yuwafi, menilai membludaknya warga adalah sinyal keras bagi pemerintah daerah.

“Alun-alun bisa jadi ikon kecamatan, bukan cuma monumen. Harus ada taman rekreasi untuk anak-anak dan masyarakat umum,” tegasnya.

Menurut Hamdan, ruang terbuka publik yang layak tidak hanya menjadi simbol, tetapi juga pusat kegiatan sosial, budaya, dan wadah UMKM lokal agar tidak lagi bergantung pada bahu jalan setiap Ramadan.

“Jangan sampai warga terus bergantung pada jembatan untuk berkumpul. Harus ada ruang yang aman, nyaman, dan tertata,” ujarnya.

Ramainya Jembatan Lukut adalah pesan yang tak boleh diabaikan. Jika wajah ibu kota terus dipercantik, maka wilayah perbatasan pun berhak mendapatkan sentuhan pembangunan yang adil dan manusiawi.

Kini pertanyaannya bukan lagi soal ramai atau tidaknya jembatan itu. Pertanyaannya lebih mendasar adalah.

Apakah pemerintah akan membiarkan warga Nanggung terus menunggu di atas jembatan, atau menghadirkan kebijakan nyata berupa alun-alun sebagai simbol pemerataan pembangunan?***

  • Penulis: Bima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menang Telak Tanpa Ampun, Halwan Fauzi Resmi Kuasai KNPI Leuwiliang

    Menang Telak Tanpa Ampun, Halwan Fauzi Resmi Kuasai KNPI Leuwiliang

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Bima
    • visibility 158
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com — Peta kekuatan pemuda Kecamatan Leuwiliang akhirnya terbuka lebar. Halwan Fauzi tampil dominan dan menang telak tanpa kompromi dalam Musyawarah Kecamatan (Muscam) DPK KNPI Leuwiliang yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Leuwiliang, Kamis, 15 Januari 2026. Dengan perolehan 37 suara OKP, Halwan bukan sekadar menang, tetapi menggulung habis rivalnya, Heni Suheni, yang hanya mengantongi […]

  • Sukses Tanpa Ekses: Peringati Hari Jadi Desa Cimulang Ke-20, Pemdes Gelar Pesta Rakyat Tiga Hari Berturut-turut

    Sukses Tanpa Ekses: Peringati Hari Jadi Desa Cimulang Ke-20, Pemdes Gelar Pesta Rakyat Tiga Hari Berturut-turut

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle Heru Blx_sky
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Lierasirakyat.com – Rancabungur – ‎Hari jadi Desa Cimulang yang ke-20 untuk pertama kalinya diselenggarakan berjalan dengan sukses dan meriah. Acara tersebut digelar di area kantor Desa Cimulang, Kampung Ciheleut, RT 02/02, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, dan berlangsung meriah selama tiga hari berturut-turut. Acara yang bertajuk “Cimulang Gemilang” ini diisi dengan berbagai kegiatan. Pada malam pertama, […]

  • Anggara Wijaya: KUHP Baru Tak Boleh Menjauh dari Rakyat

    Anggara Wijaya: KUHP Baru Tak Boleh Menjauh dari Rakyat

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Bima
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com — Menjelang pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru pada 2026, aktivis hukum muda Kabupaten Bogor Anggara Wijaya mengingatkan potensi jarak antara hukum dan masyarakat. Ia Anggara Wijaya menilai, tanpa edukasi yang memadai, hukum justru berisiko menjadi asing bagi rakyatnya sendiri. Anggara, anggota Organisasi Advokat Paralegal Condominum Indonesia (OA PCI), menegaskan bahwa perubahan besar […]

  • Bukan di Gedung DPRD, Dr. Usep Nukliri Justru Menemukan Makna Jabatan di Tengah Warga

    Bukan di Gedung DPRD, Dr. Usep Nukliri Justru Menemukan Makna Jabatan di Tengah Warga

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • account_circle Bima
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com — Jumat, 4 September 2026, matahari terasa cerah. Namun bagi sebagian warga di Kampung Kebon Kalapa, Desa Sukaraksa, Kecamatan Cigudeg, keceriaan hari itu bukan sekadar tentang cuaca. Ada langkah kaki yang kembali menyapa dari rumah ke rumah. Bukan dengan baliho, bukan pula dengan janji-janji politik, melainkan dengan kepedulian. Adalah Dr. Usep Nukliri, Anggota DPRD […]

  • Ketika Hujan Menjatuhkan Tanggul, Warga dan Pemerintah Berdiri Bersama

    Ketika Hujan Menjatuhkan Tanggul, Warga dan Pemerintah Berdiri Bersama

    • calendar_month Selasa, 16 Sep 2025
    • account_circle Bima
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com – Pagi itu, Senin 15 September 2025, Kampung Muncang di Desa Sipak, Jasinga, dikejutkan suara deras air yang tak lagi jinak. Hujan semalaman mengguyur tanpa ampun, menekan dinding tanah yang selama ini menjadi penopang aliran Cidurian Sendung. Tanggul sepanjang lima meter itu akhirnya menyerah. Retak, runtuh, dan menjelma ancaman bagi sawah-sawah yang menggantungkan hidup […]

  • LSM Harimau Subang Desak Penertiban TKA, DPP Turut Perkuat Dukungan

    LSM Harimau Subang Desak Penertiban TKA, DPP Turut Perkuat Dukungan

    • calendar_month Rabu, 17 Sep 2025
    • account_circle Heru Blx_sky
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com-Subang, 17 September 2025 – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) LSM Harimau Kabupaten Subang secara resmi menyampaikan Pernyataan Sikap dan Tuntutan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Subang. Penyampaian ini mendapat perhatian khusus dari Divisi Litbang DPP LSM Harimau yang menegaskan pentingnya pengawalan berbasis kajian dan riset terhadap persoalan investasi serta penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA) di daerah. […]

expand_less