Rumah Lansia di Rancabungur Ambruk Diterjang Angin Kencang dan Hujan Deras, Janji Bantuan Rutilahu Tak Kunjung Nyata

Berita, Wajah daerah305 Dilihat

Literasirakyat.com – BOGOR – 22 Desember – 2025 – Nasib pilu menimpa pasangan lansia, Ibu Mama dan Bapak Nawi, warga Desa Rancabungur, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor. Rumah mereka yang sudah lapuk akhirnya ambruk setelah diterpa hujan deras dan angin kencang pada pertengahan Desember 2025. Peristiwa tragis ini menyingkap realita pahit lambatnya realisasi program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) bagi warga prasejahtera.

Struktur bangunan yang rapuh tidak mampu menahan beban saat intensitas hujan meningkat. Kini, Ibu Mama dan Bapak Nawi kehilangan satu-satunya tempat bernaung. Kejadian ini menyisakan trauma sekaligus ketidakpastian bagi masa depan mereka di masa tua.

‎Ibu Mama mengungkapkan bahwa mereka telah mengajukan permohonan bantuan Rutilahu sejak lebih dari satu tahun lalu, namun hingga kini hanya janji yang mereka terima.

‎“Kami sudah menunggu lebih dari setahun sejak pengajuan program, tetapi sampai sekarang belum ada tindakan atau kabar. Sekarang rumah kami sudah runtuh, kami tidak tahu harus tinggal di mana,” ungkap Ibu Mama dengan nada lirih.

Kondisi ini bukan sekadar masalah kerugian materi, melainkan ancaman serius terhadap keselamatan dan kesehatan lansia. Tinggal di hunian yang tidak layak di tengah cuaca ekstrem dapat memperburuk kondisi fisik dan psikologis mereka secara signifikan.

Menanggapi musibah ini, masyarakat dan tokoh setempat mendesak Pemerintah Kabupaten Bogor serta instansi terkait untuk segera memberikan bantuan darurat. Mereka menuntut percepatan distribusi bantuan Rutilahu yang selama ini tertunda tanpa alasan jelas. Permasalahan perumahan adalah hak dasar warga negara yang wajib dipenuhi oleh pemerintah, terutama bagi kelompok rentan.

‎Urgensi Reformasi Distribusi Bantuan
Tragedi ambruknya rumah ini menjadi momentum penting bagi pemerintah untuk mengevaluasi sistem distribusi bantuan sosial. Masyarakat berharap pemerintah dapat bertindak lebih responsif, transparan, dan komunikatif agar bantuan tepat sasaran dan tidak birokratis.

Saat ini, pasangan lansia tersebut sangat membutuhkan solusi cepat agar dapat kembali menempati hunian yang aman, sehat, dan layak. Kehadiran negara di tengah masyarakat sangat dinantikan untuk membuktikan bahwa perlindungan bagi warga lemah bukanlah sekadar retorika, melainkan kewajiban nyata yang harus segera diwujudkan.

Red: Bulux Sky

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *