Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Budayawan Bukan Sekadar Berkain Tradisi, Sejarawan Bukan Sekadar Penghafal Masa Lalu

Budayawan Bukan Sekadar Berkain Tradisi, Sejarawan Bukan Sekadar Penghafal Masa Lalu

  • account_circle Bima
  • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
  • visibility 13
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Literasirakyat.com – Barangkali yang paling menakutkan dari sebuah peradaban bukanlah ketika bangunan-bangunan tuanya runtuh, melainkan ketika makna yang membangunnya ikut terkubur bersama puing-puing zaman.

Hari ini kita hidup di masa ketika simbol lebih dihormati daripada nilai. Ketika penampilan lebih dipercaya daripada pemahaman.

Ketika seseorang dianggap budayawan hanya karena pandai mengenakan pakaian adat, fasih melafalkan istilah kuno, atau gemar berfoto di situs-situs bersejarah.

Padahal, kain tidak pernah melahirkan kebijaksanaan.

Jika ukuran budayawan hanya sebatas busana, maka patung-patung di museum adalah budayawan yang paling setia.

Jika gelar budaya cukup diperoleh dari penampilan, maka ondel-ondel lebih pantas menerima penghargaan daripada manusia yang kehilangan akal budinya.

Sarkasme itu mungkin terdengar keras. Namun kenyataan sering kali lebih keras daripada kalimat yang mengungkapkannya.

Budaya tidak pernah meminta untuk dipertontonkan. Budaya hanya ingin dihidupkan.

Ia hidup ketika seseorang masih tahu cara menghormati orang tua tanpa harus diperintah. Ia tumbuh ketika ilmu tidak dijadikan alat meninggikan diri.

Ia bernapas ketika kekuasaan masih mengenal rasa malu, dan ketika kemajuan teknologi tidak membunuh rasa kemanusiaan.

Budaya bukan benda warisan. Budaya adalah warisan cara menjadi manusia.

Maka budayawan sejati bukan orang yang paling sering berbicara tentang leluhur, melainkan mereka yang membuat leluhurnya layak dibanggakan melalui akhlaknya.

Sebab leluhur tidak membutuhkan pujian. Mereka hanya berharap keturunannya tidak kehilangan arah.

Begitu pula sejarah.

Betapa banyak orang mengaku mencintai sejarah, tetapi sesungguhnya hanya mengoleksi cerita. Mereka hafal nama raja, silsilah panjang, angka tahun, bahkan peristiwa demi peristiwa.

Namun ketika sejarah meminta kebijaksanaan, yang muncul justru ego. Ketika sejarah mengajarkan kerendahan hati, yang tumbuh malah kesombongan.

Buku dapat menyimpan jutaan fakta. Internet dapat menghafal miliaran data. Tetapi keduanya tidak akan pernah menjadi sejarawan.

Sejarawan adalah mereka yang mampu menangkap denyut kehidupan dari setiap peristiwa.

Ia mengubah luka masa lalu menjadi pelajaran, kemenangan menjadi kebijaksanaan, dan kegagalan menjadi peringatan.

Karena sejarah sejatinya tidak bertugas mengagungkan orang-orang yang telah mati. Sejarah bertugas menyelamatkan mereka yang masih hidup.

Sayangnya, zaman ini terlalu sibuk membangun citra, hingga lupa membangun karakter. Terlalu ramai memperebutkan panggung, hingga lupa memperkuat fondasi.

Terlalu bersemangat menyebut diri penjaga budaya, tetapi enggan menjaga adab. Terlalu bangga mengaku pecinta sejarah, tetapi malas belajar dari sejarah.

Padahal peradaban besar tidak pernah lahir dari orang-orang yang gemar mengklaim. Ia lahir dari mereka yang bekerja dalam sunyi, berpikir dalam jernih, lalu meninggalkan manfaat yang jauh lebih panjang daripada namanya sendiri.

Sebagaimana hikmah yang dinisbatkan kepada Imam Al-Ghazali, “Masa lalu adalah pelajaran, hari ini adalah kesempatan, dan esok adalah harapan.”

Maka jangan wariskan kepada anak cucu sekadar pakaian adat tanpa adab. Jangan tinggalkan kepada mereka sekadar cerita sejarah tanpa hikmah.

Sebab yang akan menyelamatkan sebuah bangsa bukan banyaknya simbol yang dipamerkan, melainkan banyaknya manusia yang mampu menjaga nilai.

Karena pada akhirnya, budaya bukan soal apa yang dikenakan. Sejarah bukan soal apa yang dihafalkan.

Keduanya adalah tentang bagaimana manusia tetap menjadi manusia, di tengah zaman yang semakin pandai menciptakan kemajuan, tetapi perlahan lupa menciptakan kebijaksanaan.***

  • Penulis: Bima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Milad KE-97 Pemuda Muslim Indonesia: Seruan Moral Dr. Usep Nukliri untuk Pemuda di Era Digital

    Milad KE-97 Pemuda Muslim Indonesia: Seruan Moral Dr. Usep Nukliri untuk Pemuda di Era Digital

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • account_circle Bima
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com – Jakarta, 25 November 2025. Memasuki usia 97 tahun, PB Pemuda Muslimin Indonesia tidak lagi berbicara basa-basi. Di tengah derasnya arus digital dan merosotnya keteladanan publik, organisasi kepemudaan Islam tertua di Indonesia ini mengirimkan pesan tegas yakni pemuda tidak boleh terseret arus, mereka harus menjadi arus itu sendiri. Dengan mengusung tema nasional “Berdaya Digital, […]

  • Hari Lahir Pancasila 2026, Dr. H. Usep Nukliri: Pancasila Adalah Jiwa Bangsa dan Perekat Persatuan Indonesia

    Hari Lahir Pancasila 2026, Dr. H. Usep Nukliri: Pancasila Adalah Jiwa Bangsa dan Perekat Persatuan Indonesia

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle Bima
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com – Memperingati Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2026, Ketua Umum PB Pemuda Muslimin Indonesia, Dr. H. Usep Nukliri, mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjadikan Pancasila sebagai pedoman hidup sekaligus pemersatu dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Menurut Ketua Umum PB Pemuda Muslimin Indonesia, Dr. H. Usep Nukliri, Pancasila bukan sekadar dasar negara, […]

  • Rayakan HUT Pertama BARRA, Anggota DPRD Kabupaten Bogor Sugara Gelar Sunatan Massal

    Rayakan HUT Pertama BARRA, Anggota DPRD Kabupaten Bogor Sugara Gelar Sunatan Massal

    • calendar_month Minggu, 28 Des 2025
    • account_circle Heru Blx_sky
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Lirasirakyat.com – BOGOR – Barisan Relawan Sugara (BARRA) memperingati hari jadinya yang pertama dengan menggelar berbagai aksi sosial bagi masyarakat. Salah satu agenda utamanya adalah khitanan massal modern yang dilaksanakan di Posko Kang Sugara, Kampung Hulurawa RT 02/05, Desa Bantarsari, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, Minggu (28/12). Kegiatan sosial tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Puluhan […]

  • Antara Dana Bantuan dan Harapan Hidup: Warga Cigudeg Menanti Tambang Kembali Beroperasi

    Antara Dana Bantuan dan Harapan Hidup: Warga Cigudeg Menanti Tambang Kembali Beroperasi

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Heru Blx_sky
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com – BOGOR – Suasana di kantor Desa Rengasjajar, Kecamatan Cigudeg, mendadak riuh pada Kamis (22/1). Ratusan warga tampak mengantre dengan tertib, menanti giliran untuk menerima dana kompensasi atas kebijakan penutupan sementara aktivitas pertambangan di wilayah Bogor Barat. Bagi 1.803 Kepala Keluarga (KK) di desa tersebut, dana ini bukan sekadar bantuan sosial, melainkan “napas buatan” […]

  • Pemuda Muslimin Indonesia Gelar Mukernas 2025: Kobarkan Semangat Kebangkitan Menuju Indonesia Emas 2045

    Pemuda Muslimin Indonesia Gelar Mukernas 2025: Kobarkan Semangat Kebangkitan Menuju Indonesia Emas 2045

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • account_circle Bima
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com — 12 November 2025, Konferensi Besar (KONBES) sekaligus Musyawarah Kerja Nasional (MUKERNAS) Pemuda Muslimin Indonesia Tahun 2025 resmi dibuka di Puncak, Kabupaten Bogor, Rabu (12/11). Dengan tema besar “Kebangkitan Pemuda Muslimin Menuju Indonesia Emas 2045: Konsolidasi, Kolaborasi, dan Kepemimpinan Muda dalam Era Transformasi Nasional”, kegiatan ini menjadi momentum penting kebangkitan organisasi dan konsolidasi nasional […]

  • Novita Ambarwati Raih Penghargaan Tenaga Kesehatan Berprestasi di Tegar Beriman Award 2025

    Novita Ambarwati Raih Penghargaan Tenaga Kesehatan Berprestasi di Tegar Beriman Award 2025

    • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
    • account_circle Bima
    • visibility 5
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com — Novita Ambarwati, S.Farm, tenaga kefarmasian dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, meraih penghargaan dalam kategori “Tenaga Kesehatan Lainnya Berprestasi” pada ajang Tegar Beriman Award (TBA) 2025, Kamis (11/12/2025). Penghargaan tersebut menjadi salah satu dari empat capaian yang berhasil dibawa pulang Dinas Kesehatan pada penyelenggaraan tahun ini. TBA 2025 diikuti 22 peserta dari berbagai perangkat […]

expand_less