Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Budayawan Bukan Sekadar Berkain Tradisi, Sejarawan Bukan Sekadar Penghafal Masa Lalu

Budayawan Bukan Sekadar Berkain Tradisi, Sejarawan Bukan Sekadar Penghafal Masa Lalu

  • account_circle Bima
  • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
  • visibility 27
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Literasirakyat.com – Barangkali yang paling menakutkan dari sebuah peradaban bukanlah ketika bangunan-bangunan tuanya runtuh, melainkan ketika makna yang membangunnya ikut terkubur bersama puing-puing zaman.

Hari ini kita hidup di masa ketika simbol lebih dihormati daripada nilai. Ketika penampilan lebih dipercaya daripada pemahaman.

Ketika seseorang dianggap budayawan hanya karena pandai mengenakan pakaian adat, fasih melafalkan istilah kuno, atau gemar berfoto di situs-situs bersejarah.

Padahal, kain tidak pernah melahirkan kebijaksanaan.

Jika ukuran budayawan hanya sebatas busana, maka patung-patung di museum adalah budayawan yang paling setia.

Jika gelar budaya cukup diperoleh dari penampilan, maka ondel-ondel lebih pantas menerima penghargaan daripada manusia yang kehilangan akal budinya.

Sarkasme itu mungkin terdengar keras. Namun kenyataan sering kali lebih keras daripada kalimat yang mengungkapkannya.

Budaya tidak pernah meminta untuk dipertontonkan. Budaya hanya ingin dihidupkan.

Ia hidup ketika seseorang masih tahu cara menghormati orang tua tanpa harus diperintah. Ia tumbuh ketika ilmu tidak dijadikan alat meninggikan diri.

Ia bernapas ketika kekuasaan masih mengenal rasa malu, dan ketika kemajuan teknologi tidak membunuh rasa kemanusiaan.

Budaya bukan benda warisan. Budaya adalah warisan cara menjadi manusia.

Maka budayawan sejati bukan orang yang paling sering berbicara tentang leluhur, melainkan mereka yang membuat leluhurnya layak dibanggakan melalui akhlaknya.

Sebab leluhur tidak membutuhkan pujian. Mereka hanya berharap keturunannya tidak kehilangan arah.

Begitu pula sejarah.

Betapa banyak orang mengaku mencintai sejarah, tetapi sesungguhnya hanya mengoleksi cerita. Mereka hafal nama raja, silsilah panjang, angka tahun, bahkan peristiwa demi peristiwa.

Namun ketika sejarah meminta kebijaksanaan, yang muncul justru ego. Ketika sejarah mengajarkan kerendahan hati, yang tumbuh malah kesombongan.

Buku dapat menyimpan jutaan fakta. Internet dapat menghafal miliaran data. Tetapi keduanya tidak akan pernah menjadi sejarawan.

Sejarawan adalah mereka yang mampu menangkap denyut kehidupan dari setiap peristiwa.

Ia mengubah luka masa lalu menjadi pelajaran, kemenangan menjadi kebijaksanaan, dan kegagalan menjadi peringatan.

Karena sejarah sejatinya tidak bertugas mengagungkan orang-orang yang telah mati. Sejarah bertugas menyelamatkan mereka yang masih hidup.

Sayangnya, zaman ini terlalu sibuk membangun citra, hingga lupa membangun karakter. Terlalu ramai memperebutkan panggung, hingga lupa memperkuat fondasi.

Terlalu bersemangat menyebut diri penjaga budaya, tetapi enggan menjaga adab. Terlalu bangga mengaku pecinta sejarah, tetapi malas belajar dari sejarah.

Padahal peradaban besar tidak pernah lahir dari orang-orang yang gemar mengklaim. Ia lahir dari mereka yang bekerja dalam sunyi, berpikir dalam jernih, lalu meninggalkan manfaat yang jauh lebih panjang daripada namanya sendiri.

Sebagaimana hikmah yang dinisbatkan kepada Imam Al-Ghazali, “Masa lalu adalah pelajaran, hari ini adalah kesempatan, dan esok adalah harapan.”

Maka jangan wariskan kepada anak cucu sekadar pakaian adat tanpa adab. Jangan tinggalkan kepada mereka sekadar cerita sejarah tanpa hikmah.

Sebab yang akan menyelamatkan sebuah bangsa bukan banyaknya simbol yang dipamerkan, melainkan banyaknya manusia yang mampu menjaga nilai.

Karena pada akhirnya, budaya bukan soal apa yang dikenakan. Sejarah bukan soal apa yang dihafalkan.

Keduanya adalah tentang bagaimana manusia tetap menjadi manusia, di tengah zaman yang semakin pandai menciptakan kemajuan, tetapi perlahan lupa menciptakan kebijaksanaan.***

  • Penulis: Bima

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua umum LSM Harimau, Tony Syarifudin Hidayat, S.H. dukung penuh aksi LSM Harimau Subang

    Ketua umum LSM Harimau, Tony Syarifudin Hidayat, S.H. dukung penuh aksi LSM Harimau Subang

    • calendar_month Kamis, 18 Sep 2025
    • account_circle Heru Blx_sky
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com-Subang, 17 September 2025 – Aksi penyampaian pernyataan sikap dan tuntutan oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) LSM Harimau Kabupaten Subang terhadap praktik investasi nakal dan penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA) ilegal mendapat perhatian serius dari pusat. Ketua Umum LSM Harimau, Tony Syarifudin Hidayat, S.H., menyatakan dukungan penuh terhadap langkah yang diambil DPC Subang. Dalam pernyataannya, […]

  • Hari Lahir Pancasila 2026, Dr. H. Usep Nukliri: Pancasila Adalah Jiwa Bangsa dan Perekat Persatuan Indonesia

    Hari Lahir Pancasila 2026, Dr. H. Usep Nukliri: Pancasila Adalah Jiwa Bangsa dan Perekat Persatuan Indonesia

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle Bima
    • visibility 35
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com – Memperingati Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2026, Ketua Umum PB Pemuda Muslimin Indonesia, Dr. H. Usep Nukliri, mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjadikan Pancasila sebagai pedoman hidup sekaligus pemersatu dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Menurut Ketua Umum PB Pemuda Muslimin Indonesia, Dr. H. Usep Nukliri, Pancasila bukan sekadar dasar negara, […]

  • Mandat Fokusmaker Menggebrak: Deli Hanapi Siap Guncang KNPI Jasinga

    Mandat Fokusmaker Menggebrak: Deli Hanapi Siap Guncang KNPI Jasinga

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • account_circle Bima
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com — Kamis 20 November 2025, suasana pertemuan kecil di Kabupaten Bogor berubah menjadi momen penting bagi perjalanan seorang anak muda bernama Deli Hanapi. Di hadapan para pengurus Fokusmaker, sebuah map berisi surat mandat resmi diserahkan langsung oleh Ketua Bakorcab Fokusmaker Kabupaten Bogor, Edi Koswara. Bukan sekadar penyerahan surat, di ruang sederhana itu, sebuah kepercayaan […]

  • Novita Ambarwati Raih Penghargaan Tenaga Kesehatan Berprestasi di Tegar Beriman Award 2025

    Novita Ambarwati Raih Penghargaan Tenaga Kesehatan Berprestasi di Tegar Beriman Award 2025

    • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
    • account_circle Bima
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com — Novita Ambarwati, S.Farm, tenaga kefarmasian dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, meraih penghargaan dalam kategori “Tenaga Kesehatan Lainnya Berprestasi” pada ajang Tegar Beriman Award (TBA) 2025, Kamis (11/12/2025). Penghargaan tersebut menjadi salah satu dari empat capaian yang berhasil dibawa pulang Dinas Kesehatan pada penyelenggaraan tahun ini. TBA 2025 diikuti 22 peserta dari berbagai perangkat […]

  • Gegerkan Langit Cirebon: Bola Api dan Dentuman Keras Diduga Meteor Jatuh

    Gegerkan Langit Cirebon: Bola Api dan Dentuman Keras Diduga Meteor Jatuh

    • calendar_month Minggu, 5 Okt 2025
    • account_circle Heru Blx_sky
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Literasirskyat.com-Cirebon, Jawa Barat – Warga di sejumlah wilayah Kabupaten Cirebon dan sekitarnya digegerkan oleh sebuah fenomena langit yang langka dan mengejutkan pada Minggu malam, 5 Oktober 2025. Sekitar pukul 18.30 hingga 19.00 WIB, warga melaporkan melihat benda bercahaya terang atau bola api melintas sangat cepat di langit, yang kemudian disusul oleh suara dentuman keras yang […]

  • Hari Kebangkitan Nasional, Dr. Usep Nukliri Tegaskan Pancasila Adalah Demarkasi Nasionalisme Bangsa 

    Hari Kebangkitan Nasional, Dr. Usep Nukliri Tegaskan Pancasila Adalah Demarkasi Nasionalisme Bangsa 

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle Bima
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com – Momentum Hari Kebangkitan Nasional dimaknai sebagai ajakan untuk kembali meneguhkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Hal itu disampaikan oleh Dr. Usep Nukliri dalam peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2026. Menurutnya, semangat kebangkitan nasional tidak cukup hanya diperingati secara seremonial, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam setiap sektor kehidupan masyarakat, mulai dari […]

expand_less