Diduga Enggan Beri Konfirmasi, Wartawan Kupasmerdeka.com Merasa Direndahkan oleh Kapolsek Parungpanjang

Opini publik77 Dilihat

Literasirakyat.com – BOGOR – Perlakuan yang kurang menyenangkan dialami oleh salah satu awak media kupasmerdeka.com saat hendak meminta konfirmasi dari pihak kepolisian, tepatnya di Polsek Parungpanjang, pada Rabu (5/11). Wartawan tersebut menilai sikap Kapolsek Parungpanjang merendahkan profesi jurnalistik.

Diketahui, kedatangan awak media berinisial B adalah untuk mengonfirmasi dan mendapatkan informasi terkait penangkapan terduga pelaku pengrusakan truk hasil tambang di wilayah Parungpanjang.

“Saya datang ke Polsek Parungpanjang kurang lebih pukul 14:30 WIB. Saya lapor ke bagian piket di ruang SPKT, mengenalkan diri, dan menjelaskan maksud kedatangan saya untuk bertemu Bapak Kapolsek guna mengonfirmasi penangkapan tersebut,” jelas B menceritakan kronologi yang dialaminya.

“Namun, menurut petugas piket, Bapak Kapolsek sedang keluar, dan saya diminta untuk menunggu sebentar,” lanjutnya.

B kemudian menceritakan bahwa saat menunggu, ia bertemu dengan Sekjen ATTB di Polsek, dan mereka sempat pergi makan. Tidak lama berselang, rekan media lain mengabarkan bahwa Kapolsek sudah kembali.

“Otomatis saya langsung kembali ke Polsek. Setelah saya bersalaman dengan beliau, saya duduk. Namun, belum sempat saya menjelaskan maksud kedatangan saya, Kapolsek tiba-tiba masuk ke ruangannya begitu saja tanpa permisi atau tanpa mengucapkan sepatah kata pun,” ungkapnya.

B menambahkan, kata terakhir yang ia dengar dari Kapolsek adalah bahwa beliau sudah melakukan wawancara dengan media lain.

Merasa terabaikan, B menjelaskan bahwa dirinya sempat mengirim pesan kepada Kapolsek Parungpanjang.

“Setelah beliau masuk, saya kirim pesan singkat, saya bilang saya hanya minta waktu 5 menit saja untuk wawancara. Namun, pesan saya tetap tidak direspons. Sementara itu, rekan media yang ada di situ mengatakan bahwa tadi Kapolsek sudah konfirmasi ke media lain,” katanya.

“Sampai saya pulang pun saya tidak sempat pamit, karena beliau langsung masuk ke ruangannya dan meninggalkan saya begitu saja. Saya hanya mencari informasi untuk pemberitaan yang akurat, tapi perlakuan tersebut sangat menyinggung perasaan saya,” pungkas B.

Perlakuan dan jawaban tersebut dinilai merendahkan profesinya sebagai wartawan yang bertugas mencari informasi akurat untuk sebuah pemberitaan, dan terkesan memilah-milah media yang dianggap layak untuk mewawancarai dirinya.

: Blx_Sky

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *