Dr. Usep Nukliri Dorong Literasi Sejarah Lokal, Buku Perjuangan Rakyat Jasinga Jadi Pemantik Karya Sejarah
- account_circle Bima
- calendar_month 0 menit yang lalu
- visibility 1
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Literasirakyat.com — Sejarah tidak cukup hanya dikenang. Ia perlu ditulis, dibaca, dan diwariskan agar generasi berikutnya tidak kehilangan jejak tentang siapa dan bagaimana para pendahulunya membangun daerah.
Semangat itu mengemuka dalam kegiatan bedah buku karya Didin Ra Dien bertajuk Perjuangan Rakyat Jasinga, yang digelar di SMK Anak Bangsa, Desa Rengasjajar, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, Rabu (30/9/2026).

Dr. Usep Nukliri Dorong Literasi Sejarah Lokal, Buku Perjuangan Rakyat Jasinga Jadi Pemantik Karya Sejarah
Buku tersebut baru saja mendapatkan ISBN yang didaftarkan melalui Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bogor. Kehadirannya mendapat apresiasi dari Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Dr. Usep Nukliri, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Bagi Usep, lahirnya karya sejarah lokal merupakan bagian penting dari upaya memperkuat literasi masyarakat sekaligus menjaga ingatan kolektif daerah.

Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bogor, Iwan Irawan saat memberikan cinderamata buku kepda audiensi yang mengakuka pertanyaan kritis.
Ia mendorong agar karya seperti Perjuangan Rakyat Jasinga tidak berhenti sebagai sebuah buku, tetapi menjadi pemantik bagi lahirnya lebih banyak karya yang merekam perjalanan sejarah, budaya, serta perjuangan masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Bogor.
Sebagai Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Usep juga menyampaikan komitmennya untuk terus mendorong hal-hal serupa, terutama yang berkaitan dengan penguatan literasi sejarah dan kebudayaan lokal.

Dr. Usep Nukliri Dorong Literasi Sejarah Lokal, Buku Perjuangan Rakyat Jasinga Jadi Pemantik Karya Sejarah
Dorongan tersebut dinilai penting agar cerita-cerita masyarakat yang selama ini hidup dalam ingatan para sesepuh tidak hilang ditelan perubahan zaman.
Dalam kesempatan itu, hadir pula Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bogor Iwan Irawan, S.E., M.Si., perwakilan Dinas Kebudayaan Kabupaten Bogor Kang Oman Sanjaya, serta Pengawas Wilayah Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Ade Priatna.

Mewakili Dinas Kebudayaan yang berhalangan hadir, Kang Oman Sanjaya memberikan cinderamata
Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bogor, Iwan Irawan, mengapresiasi terbitnya buku Perjuangan Rakyat Jasinga. Menurutnya, karya tersebut dapat menjadi pemantik agar semakin banyak sejarawan lokal maupun pegiat literasi menghasilkan karya serupa.
Apresiasi juga disampaikan Kang Oman Sanjaya yang hadir mewakili Plt. Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bogor Titi Sugiarti, S.T., M.M. Ia menyambut baik lahirnya karya tersebut dan menyampaikan kebanggaan atas adanya anak bangsa yang mampu menuangkan ide dan gagasan dalam bentuk buku.

Bedah buku yang berlangsung lancar dan sukses tanpa ekses itu akhirnya tidak sekadar menjadi ruang untuk membicarakan sebuah karya.
Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang perjumpaan antara sejarah, literasi, dan kesadaran generasi hari ini bahwa perjalanan sebuah daerah layak untuk dicatat.
Dan bagi Dr. Usep Nukliri, langkah itu perlu terus dijaga.
Sebab, ketika sejarah ditulis, yang diwariskan bukan hanya sebuah cerita, tetapi juga ingatan tentang nilai, perjuangan, dan jati diri masyarakat yang akan menjadi pijakan bagi generasi mendatang.***
- Penulis: Bima

Saat ini belum ada komentar