Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Ketika Sunda Melahirkan Seorang Filsuf, Kita Justru Sibuk Mencari Kebijaksanaan di Negeri Orang

Ketika Sunda Melahirkan Seorang Filsuf, Kita Justru Sibuk Mencari Kebijaksanaan di Negeri Orang

  • account_circle Bima
  • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
  • visibility 5
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Literasirakyat.com — Ada sebuah ironi yang tak pernah benar-benar selesai di negeri ini. Kita begitu mudah mengagumi peradaban yang datang dari seberang lautan.

Nama-nama filsuf Yunani begitu akrab di ruang kelas, teori Barat begitu fasih diucapkan dalam seminar, sementara nama besar dari tanah sendiri perlahan tenggelam bersama debu waktu.

Padahal, jauh sebelum buku-buku modern memenuhi rak perpustakaan, tanah Sunda telah melahirkan seorang pemimpin yang tidak hanya memerintah, tetapi juga berpikir.

“Dalem Pancaniti Bukan Sekadar Bupati, Ia Mewariskan Cara Berpikir yang Kini Mulai Dilupakan” ujar Den Agung. Selasa, (30/06/2026).

Seorang bupati yang menjadikan keheningan sebagai ruang lahirnya ilmu.

Namanya R.A.A. Kusumahningrat.

Sejarah kemudian mengenalnya sebagai Dalem Pancaniti.

R.A.A. Kusumahningrat

Di lingkungan Pendopo Cianjur berdiri sebuah paviliun sederhana bernama Pancaniti. Bangunannya tidak megah. Tidak pula dipenuhi singgasana emas. Namun dari ruangan itulah lahir gagasan-gagasan yang melampaui zamannya.

Konon, ketika urusan pemerintahan usai, Dalem Pancaniti memilih menyendiri. Ia bertafakur, menulis, merenung, dan menimbang setiap persoalan. Bukan karena ingin menjauh dari rakyat, tetapi karena ia memahami bahwa keputusan besar hanya lahir dari pikiran yang jernih.

“Beliau tidak sekadar memimpin Cianjur. Beliau sedang membangun peradaban berpikir masyarakat Sunda,” tutur budayawan Den Agung.

Den Agung, Sejarawan kelahiran Cianjur Jawa-Barat

Menurutnya, banyak orang hanya mengenal Dalem Pancaniti sebagai pencipta Tembang Cianjuran. Padahal, warisan terbesar tokoh kelahiran 1834 itu justru berada pada sesuatu yang tidak kasatmata: cara berpikir.

“Beliau melahirkan konsep Pancaniti. Hari ini konsep itu sering digunakan sebagai pisau bedah dalam memahami sejarah. Ironisnya, banyak yang memakainya, tetapi tidak tahu siapa pencetusnya,” kata Den Agung.

Sejak kecil, Raden Hasan—nama kecil Dalem Pancaniti—telah ditempa dalam dunia pesantren. Ayahnya mengirimnya ke berbagai pusat pendidikan agama, termasuk Pesantren Cigawir di Limbangan. Di sana ia belajar tentang akhlak, ketauhidan, sekaligus kerendahan hati.

Namun hidupnya tidak hanya dipenuhi kitab. Ia juga belajar pantun Sunda, mendalami gamelan degung bersama saudara-saudaranya di bawah bimbingan R. Wasitareja. Agama, sastra, seni, dan kebudayaan bertemu dalam satu jiwa.

Barangkali itulah sebabnya ia tidak pernah melihat ilmu sebagai sesuatu yang berdiri sendiri. Semua harus dipahami secara utuh.

Dari sanalah lahir Pancaniti.

Bagi Den Agung, Pancaniti bukan sekadar nama tempat, melainkan metode memahami kehidupan.

Sebuah jalan berpikir yang mengajarkan agar manusia tidak tergesa-gesa menyimpulkan sesuatu sebelum melihat persoalan dari berbagai sisi.

“Leluhur Sunda sudah mengajarkan berpikir kritis sejak ratusan tahun lalu. Sayangnya, kita lebih bangga mengutip teori dari luar dibanding menggali kebijaksanaan yang tumbuh di tanah sendiri,” ujarnya.

Kalimat itu terdengar seperti kritik. Namun mungkin memang demikian adanya.

Hari ini banyak orang berlomba menghafal teori sejarah, tetapi lupa membaca sejarah kampungnya sendiri.

Kita fasih menyebut nama para filsuf dunia, tetapi gagap ketika diminta menceritakan siapa Dalem Pancaniti.

Padahal, ia bukan hanya Bupati Cianjur ke-10. Ia adalah pelopor Tembang Cianjuran, penyusun kamus dwibahasa Melayu-Sunda pertama oleh orang Sunda, sekaligus pemikir yang meninggalkan warisan intelektual bagi generasi setelahnya.

Ketika wafat pada 1862, jasadnya dimakamkan di Pasarean Agung, Cianjur. Namun sesungguhnya, yang dikuburkan hanyalah raganya.

Pikirannya tetap hidup.

Ia mengalun dalam Tembang Cianjuran.

Ia bersemayam dalam lembar-lembar kamus Melayu-Sunda.

Dan ia terus berbicara melalui konsep Pancaniti kepada siapa pun yang masih mau mendengar.

“Bila kita terus mengagumi kebijaksanaan bangsa lain, sementara kebijaksanaan leluhur sendiri kita biarkan berdebu, jangan salahkan sejarah bila suatu hari ia mencatat bahwa kita adalah generasi yang kehilangan akar,” tutup Den Agung.

Mungkin benar, sebuah bangsa tidak kehilangan masa depannya ketika miskin sumber daya. Bangsa mulai kehilangan masa depannya ketika lupa kepada para pemikir yang pernah menerangi jalannya.****

  • Penulis: Bima

Komentar (1)

  • Den Agung

    Konsep Pancaniti (5 titian) :
    1. Niti harti
    2. Niti surti
    3. Niti bukti
    4. Niti bakti
    5. Niti sajati

    Balas30 Juni 2026 5:43 pm

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tragis! Mobil MBG Tabrak Puluhan Siswa dan Guru di SDN Kalibaru 01 Jakarta Utara

    Tragis! Mobil MBG Tabrak Puluhan Siswa dan Guru di SDN Kalibaru 01 Jakarta Utara

    • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
    • account_circle Heru Blx_sky
    • visibility 3
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com – Jakarta Utara – Sebuah insiden tragis terjadi di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kalibaru 01 Pagi, Cilincing, Jakarta Utara, pada Kamis pagi, 11 Desember 2025. Mobil operasional pengangkut Makanan Bergizi Gratis (MBG) tiba-tiba menerobos masuk ke halaman sekolah dan menabrak sejumlah siswa serta seorang guru yang sedang berkegiatan di lapangan upacara. Menurut laporan awal […]

  • Milad Pemuda Muslim Tingkat PW Jabar, Dr Usep Nukliri Sampaikan Hal Ini: Berdaya Digital, Berjiwa Tauhid, Siap Membangun Peradaban

    Milad Pemuda Muslim Tingkat PW Jabar, Dr Usep Nukliri Sampaikan Hal Ini: Berdaya Digital, Berjiwa Tauhid, Siap Membangun Peradaban

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle Bima
    • visibility 4
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com – Peringatan Milad Pemuda Muslim tingkat PW Jawa Barat tahun ini mengusung tema penuh energi yakni “Berdaya Digital, Berjiwa Tauhid, Membangun Peradaban.” Momentum ini menjadi ajang refleksi sekaligus dorongan baru bagi para kader muda untuk mengambil peran strategis dalam kemajuan bangsa. Dalam sambutannya, Pimpinan Besar Pemuda Muslim Indonesia, Dr. Usep Nukliri, menyampaikan pesan yang […]

  • Dorong Kemajuan Pemuda, Pemuda Tani Kota Bogor Berikan Dua Rekomendasi Strategis di Rakerda KNPI

    Dorong Kemajuan Pemuda, Pemuda Tani Kota Bogor Berikan Dua Rekomendasi Strategis di Rakerda KNPI

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle Heru Blx_sky
    • visibility 3
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com – BOGOR 23/04/2026 – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Pemuda Tani Indonesia Kota Bogor memberikan kontribusi pemikiran signifikan dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD KNPI Kota Bogor yang digelar baru-baru ini. Dalam forum tertinggi organisasi kepemudaan tersebut, Pemuda Tani menekankan pentingnya sinergi struktural dan kemandirian sektor pangan bagi pemuda di Kota Hujan.   Sekretaris Pemuda […]

  • Catatan Satir dari Aula SMPN 1: Karena Mengajar Saja Tak Lagi Cukup, Guru- Guru Belajar Lagi

    Catatan Satir dari Aula SMPN 1: Karena Mengajar Saja Tak Lagi Cukup, Guru- Guru Belajar Lagi

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • account_circle Bima
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com – Pagi itu, aula SMPN 1 Leuwiliang penuh. Bukan karena ada ujian nasional, bukan pula karena rapat mendadak — tapi karena para guru sedang belajar lagi. Iya, guru-guru yang biasa memberi tugas kini jadi peserta pelatihan, lengkap dengan buku catatan, pena, dan wajah penuh harapan (serta sedikit kantuk). Spanduk besar tergantung di depan: In […]

  • Jhon Harimau Resmi Mendapat Mandat Sebagai Anggota Divisi Litbang DPP LSM Harimau

    Jhon Harimau Resmi Mendapat Mandat Sebagai Anggota Divisi Litbang DPP LSM Harimau

    • calendar_month Selasa, 16 Sep 2025
    • account_circle Heru Blx_sky
    • visibility 4
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com-Banjarnegara, 12 September 2025 – Lembaga Swadaya Masyarakat Harapan Rakyat Indonesia Maju (LSM Harimau) terus memperkuat struktur organisasinya. Hal ini ditandai dengan penetapan Jhon Harimau sebagai Anggota Divisi Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LSM Harimau. Post Views: 436

  • Gerbang Baru Lahirnya Pemimpin Muda: Rangkaian Muscam KNPI Se-Kabupaten Bogor 2025 Resmi Diluncurkan

    Gerbang Baru Lahirnya Pemimpin Muda: Rangkaian Muscam KNPI Se-Kabupaten Bogor 2025 Resmi Diluncurkan

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle Bima
    • visibility 2
    • 0Komentar

    Literasirakyat.com – Di Aula DPD KNPI Kabupaten Bogor, Selasa (18/11/2025), suasana tampak berbeda. Para pengurus OKP, pemuda kecamatan, hingga para penggerak komunitas duduk memenuhi ruangan. Mereka tak sekadar hadir untuk agenda seremonial—hari itu menjadi titik awal sebuah perjalanan baru. Di hadapan peserta, Ketua Steering Committee (SC) Arof Akbar berdiri dan membuka peluncuran rangkaian Musyawarah Kecamatan […]

expand_less