Ratusan Siswa SMPN 1 Leuwiliang Meriahkan Sumpah Pemuda dengan Pakaian Adat

Literasirakyat.com — Suara gamelan berpadu dengan riuh tawa pelajar memenuhi halaman SMPN 1 Leuwiliang, Sabtu (28/10).

Sejak pagi, ratusan siswa berbaris rapi dengan pakaian adat dari berbagai penjuru nusantara — dari kebaya anggun khas Jawa hingga ulos Batak dan kain tenun NTT.

Suasana seolah membawa kembali semangat persatuan yang dikumandangkan para pemuda 97 tahun silam.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda di sekolah ini bukan sekadar seremoni. Di bawah komando Kepala Sekolah Dian Sukmawan, perayaan dikemas dengan nuansa edukatif sekaligus meriah.

Ada lomba pakaian adat, fashion show, hingga kegiatan Bulan Bahasa yang melibatkan seluruh siswa dan guru.

“Hari Sumpah Pemuda adalah momentum bersejarah yang meneguhkan tekad generasi muda untuk bersatu demi tanah air, bangsa, dan bahasa Indonesia. Sudah sepatutnya lembaga pendidikan ikut menyuarakan semangat itu,” ujar Dian penuh semangat.

Mengusung tema “Lestarikan Bahasa, Majukan Budaya Menuju Indonesia Jaya”, kegiatan ini tak hanya menampilkan warna-warni busana nusantara, tetapi juga menjadi ruang refleksi bagi siswa.

Mereka diajak memahami makna Sumpah Pemuda bukan sekadar hafalan tiga ikrar, melainkan sikap hidup yang menumbuhkan cinta tanah air di era digital yang serba cepat.

“Kita ingin anak-anak mengerti esensi dari Sumpah Pemuda. Mereka adalah calon pemimpin masa depan, dan lewat kegiatan ini, kami berharap tumbuh rasa bangga sekaligus tanggung jawab terhadap bangsa,” tambah Dian.

Sebagai pembina pramuka dan sosok yang dikenal aktif membina generasi muda, Dian juga menekankan pentingnya peran pemuda di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi.

 

“Perkembangan dunia digital begitu cepat. Pemuda Indonesia harus jadi pelaku perubahan, bukan hanya penonton. Momentum Sumpah Pemuda ke-97 ini waktu yang tepat untuk mempersiapkan diri,” pungkasnya.

Pagi itu, halaman sekolah berubah menjadi panggung kebhinekaan. Dari setiap warna kain, senyum siswa, dan sorak penonton, tampak jelas satu pesan sederhana: semangat persatuan para pemuda 1928 belum padam ia justru menyala di wajah generasi muda SMPN 1 Leuwiliang.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *