Pemuda Lintas Agama Bogor Kompak, Fun Game Jadi Ajang Persatuan

Berita234 Dilihat

Literasirakyat.com Semangat kebersamaan lintas agama di Kabupaten Bogor kembali terlihat dalam kegiatan Fun Game Pemuda Lintas Agama, yang diinisiasi oleh berbagai organisasi kepemudaan, mulai dari GP Ansor, Pemuda Muslimin Indonesia, Pemuda Muhammadiyah, Pemuda Katolik, Pemuda Buddha, Pemuda Konghucu, Pemuda Hindu, hingga unsur pemuda lintas iman lainnya.

Meski dikemas dalam bentuk pertandingan olahraga, kegiatan ini sarat dengan pesan kebersamaan dan toleransi. Persaingan di lapangan tidak memupuskan suasana persaudaraan yang terjalin hangat antarpemuda.

Dalam perjalanan pertandingan, Pemuda Muslimin Indonesia tampil sebagai juara. Mereka mengawali laga dengan kemenangan 3–0 melawan Pemuda Katolik, lalu melaju ke semifinal menghadapi GP Ansor dengan skor 4–0.

 

Di partai final, mereka berhadapan dengan Pemuda Buddha dalam duel seru penuh jual beli serangan.

Pertahanan kuat Pemuda Buddha akhirnya ditembus lewat gol cepat di babak pertama. Setelah turun minum, pertandingan semakin ketat, hingga akhirnya gol tambahan dari Amdin Nukliri hasil umpan matang M. Unda menjadi kunci kemenangan. Skor ditutup dengan keunggulan Pemuda Muslimin hingga peluit akhir.

Pemuda Lintas Agama Bogor Kompak, Fun Game Jadi Ajang Persatuan

Selepas pertandingan, semua tim dan tokoh pemuda Kabupaten Bogor berfoto bersama, menandai semangat kebersamaan yang tak luntur meski berbeda agama.

 

“Kegiatan ini sangat positif, apalagi dibalut olahraga. Tak ada jarak, tak ada canggung, apalagi sentimen. Yang ada justru suasana kekeluargaan,” ujar Amdin Nukliri, pemain Pemuda Muslimin Indonesia.

Ia menambahkan, persatuan para pemuda lintas agama adalah modal besar bagi bangsa ini.

“Kalau pemuda bersatu padu, meskipun berbeda-beda ras, suku, dan agama, akan tetap satu tujuan: menjaga bangsa dan negara demi Indonesia yang jaya,” tegasnya.

 

Ajang ini menjadi bukti nyata bahwa olahraga bukan hanya soal kemenangan, tapi juga jembatan persaudaraan dan pengikat persatuan lintas perbedaan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *